Lifestyle
Pentingnya Peran Orangtua untuk Membangun Body Image Positif Anak

Terdapat banyak faktor yang berperan dalam membentuk body image alias citra tubuh seseorang. Salah satunya adalah peran dari orang-orang yang paling lekat dengan Anda, yakni orangtua. Jauh sebelum orang lain memberikan pengaruh terhadap body image Anda, peran orangtua ternyata sudah dapat terlihat.
Sebuah penelitian dalam Journal of Youth and Adolescence menemukan bahwa peran asuh ibu memengaruhi kepercayaan diri anak perempuan terhadap fisiknya. Sementara itu, peran asuh ayah memiliki andil dalam membangun kepercayaan diri anak laki-laki.
Lantas, peran seperti apa yang dimaksud, dan langkah apa saja yang bisa dilakukan orangtua untuk meningkatkan body image anaknya?
Peran orangtua dalam membangun body image

Body image atau citra tubuh merupakan sudut pandang seseorang terkait kondisi fisik tubuhnya, serta pikiran dan perasaan yang muncul dari sudut pandang tersebut. Pikiran dan perasaan yang muncul bisa saja positif, negatif, ataupun keduanya.
Body image tidak hanya membahas keyakinan seseorang tentang penampilan fisiknya. Hal ini juga berkaitan dengan perasaan mereka terhadap bentuk, berat, dan tinggi tubuhnya, serta bagaimana mereka mengontrol anggota tubuhnya saat bergerak.
Orang yang memiliki body image positif merasa senang dengan penampilannya. Ia merasa cukup walaupun tubuhnya tidak sesuai dengan penggambaran media ataupun orang lain. Ia juga sadar bahwa kualitas dirinya tidak ditentukan oleh bentuk tubuh.
Sebaliknya, body image negatif timbul apabila seseorang merasa tubuhnya tidak sesuai dengan apa kata media, teman, atau orangtua. Ia mungkin akan terus membandingkan dirinya dengan orang lain, lalu merasa malu, marah, dan tidak nyaman dalam tubuhnya sendiri.
Orangtua memiliki peran penting dalam membangun body image. Pasalnya, merekalah orang-orang pertama yang ditemui seorang anak dalam hidupnya. Peran dari segi pola asuh, sikap, serta dukungan emosional turut menentukan citra seperti apa yang dimiliki seseorang terhadap tubuhnya.
Masih dalam penelitian yang sama, diketahui bahwa sikap mengayomi dari orangtua dapat membentuk body image positif pada anak. Anak yang didukung oleh orangtuanya juga memiliki body image baik yang terus bertahan selama bertahun-tahun.
Ada pula temuan yang menyatakan bahwa candaan yang dilakukan ayah semasa kecil dapat memunculkan body image negatif. Hal yang sama pun bisa terjadi bila orangtua terlalu sering mengkritik tanpa pernah menunjukkan dukungan kepada anaknya.
Body image negatif biasanya lebih banyak ditemukan pada anak perempuan. Namun, penelitian tersebut turut menemukan bahwa peran orangtua menimbulkan dampak yang sama terhadap body image anak laki-laki maupun perempuan.
Cara orangtua membangun body image positif


Orangtua adalah pihak terdekat yang paling bisa meningkatkan body image anak, tapi juga sekaligus menurunkannya. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan orangtua sebelum menyinggung citra tubuh anaknya, yakni:
1. Menjadi panutan body image positif
Anak-anak meniru kebiasaan makan orangtuanya. Jika Anda ingin anak memiliki tubuh yang bugar, jadilah panutan dengan mengonsumsi makanan menyehatkan. Anda dapat memulainya dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan alami.
Hindari diet yang tidak perlu dan jangan biarkan anak Anda diet secara sembarangan. Diet yang keliru dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan, sakit kepala, hingga masalah pencernaan. Anak Anda juga berisiko kekurangan vitamin dan mineral penting.
Peran orangtua dalam membentuk body image positif juga terlihat dari caranya menilai tubuh diri sendiri maupun orang lain. Hindari kata-kata negatif seperti, “Badan Ibu jelek”, “Ayah gendut”, dan sebagainya. Paling tidak, jangan katakan ini di depan anak.
2. Mengajak anak berolahraga
Olahraga cukup membantu dalam membangun body image. Coba ajak buah hati berolahraga bersama setidaknya satu kali dalam seminggu. Lakukan olahraga lewat kegiatan yang menyenangkan seperti jalan kaki, bermain basket, atau menari.
Saat berolahraga, tanamkan pada anak bahwa kegiatan ini akan membuatnya senang, sehat, dan bugar. Jangan jadikan olahraga sebagai cara untuk mengurangi berat badan apalagi menjadi kurus, walaupun berat badannya mungkin akan sedikit turun.
Selain itu, ajak anak memilih jenis olahraga atau permainan yang disukainya. Jika anak tidak suka berenang misalnya, Anda bisa mengajaknya bermain bola atau jogging. Apa pun yang Anda pilih, pastikan anak melakukannya dengan bahagia.
3. Membuat anak merasa percaya diri
Orangtua juga bisa menunjukkan peran aktifnya dalam membangun body image positif dengan membuat anak merasa percaya diri. Rasa percaya diri dan keyakinan kuat akan diri sendiri akan membuat anak lebih mencintai dirinya.
Bantu anak dalam mengatasi masalah, mengungkapkan perasaan, dan menyampaikan pendapatnya. Ajari pula ia untuk berkata ‘tidak’, terutama ketika anak di-bully atau diejek.
Pada saat tertentu, anak Anda mungkin akan merasa cemas dengan penampilannya. Jangan menjadikan bentuk tubuhnya sebagai candaan. Justru, yakinkan bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda dan begitu pun anak Anda.
Orangtua adalah orang-orang terdekat bagi kebanyakan anak sehingga peran mereka begitu penting dalam membentuk body image. Melalui orangtua, anak bisa membangun kepercayaan diri, rasa yakin akan diri sendiri, dan akhirnya penerimaan atas tubuhnya.
Kabartangsel.com
Bisnis6 hari agoWarnaGo Resmi Hadir di Tangerang, Usung Konsep One-Stop Solution Cat Premium
Banten6 hari agoPeringati Milad ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan
Jabodetabek5 hari agoIDWX Hadirkan Jam Tangan Tag Heuer Original untuk Pecinta Jam Mewah di Jakarta
Bisnis5 hari agoAle-Ale Rasa Buah Nanas: Juicy Nanasnya, Segarnya Juara
Jabodetabek5 hari agoBedah Akuntabilitas BUMN Pasca Danantara, Akademisi UIN Jakarta Fathudin Kalimas Raih Doktor di UI
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI




















