Pertamina Marketing Operation III Segera Tindaklanjuti Temuan YLKI

By: Rabu, 23 November 2016

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation III, langsung bereaksi menidaklanjuti hasil uji petik Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap kualitas SPBU Pertamina.

Dari hasil uji petik YLKI, diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dikaji ulang, terkait jumlah takaran dan kondisi fasilitas pendukung yang dimiliki SPBU. Proses uji petik YLKI tersebut dilaksanakan di 48 SPBU yang berada di wilayah Pertamina Marketing Operation Region III.

“Kami akan segera tindaklanjuti, karena komitmen Pertamina selalu mengedepankan pelayanan terbaik untuk konsumen,” kata Yudi Nugraha, Area Manager Communication & Relations Pertamina Jawa bagian Barat.

Dalam melakukan pemeriksaan takaran, YLKI bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Provinsi Jakarta, Kabupaten dan Kota Tangerang, Bogor serta Bekasi. Sesuai hasil pengujian yang mengacu pada batas toleransi standard Metrologi Legal (≤ ±100ml/20lt), ditemukan 2 dari 229 nozzle di 48 SPBU yang melebihi standard batas toleransi. Dan apabila menggunakan standard PT Pertamina (Persero) (≤ ±60ml/20lt), maka terdapat 20 dari 229 nozzle di 48 SPBU yang hasil ujinya melebihi standard batas toleransi.

“Dari kedua informasi tersebut, dapat digarisbawahi bahwa hasil yang diumumkan masih dalam batas tolerans,i sesuai dengan Keputusan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No. 37/PDN/KEP/3/2010 dan Ketetapan Standard Batas toleransi Internal Pertamina. Intinya, kami akan segera melakukan uji tera untuk mencapai pelayanan terbaik sesuai dengan standard yang telah ditentukan,” jelas Yudi.

Selain uji takaran, YLKI juga mengumumkan adanya fasilitas pendukung di SPBU yang masih belum memenuhi harapan konsumen, seperti toilet dan tempat ibadah. Untuk kategori penilaian lainnya, hasil uji petik menunjukkan bahwa sudah memenuhi harapan konsumen. Pertamina sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh YLKI.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada YLKI. Saran dan rekomendasi yang berasal dari konsumen perlu menjadi fokus perhatian Pertamina, untuk melakukan peningkatan pelayanan demi mencapai kepuasan pelanggan,” tutup Yudi (rls/fid)