Lifestyle
Pilihan Obat Herbal Kanker Lambung (Perut) – Hello Sehat

Penyakit kanker yang menyerang lambung atau lapisan perut bisa diobati dengan pengobatan kanker pada umumnya, seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Selain pengobatan tersebut, ada juga yang juga menerapkan perawatan tradisional dengan minum obat herbal untuk meredakan gejala kanker lambung (perut). Apa saja obat-obatan tersebut?
Obat herbal untuk kanker lambung (perut)
Hingga kini, periset terus melakukan penelitian lebih dalam mengenai potensi berbagai tanaman alami sebagai obat untuk membantu menyembuhkan penyakit kanker lambung (perut). Beberapa jenis tanaman maupun rempah yang diketahui punya potensi sebagai obat tradisional kanker lambung, meliputi:
1. Teh hitam (black tea)

Salah satu tanaman yang diketahui memiliki potensi sebagai obat herbal kanker lambung (perut) adalah teh hitam. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Food Science and Human Wellness, kandungan polifenol, seperti theaflavin dan katekin memiliki potensi sebagai senyawa yang mampu mencegah dan mengobati berbagai kanker.
Penelitian berbasis hewan ini menunjukkan adanya aktivitas antikanker dari teh hitam, yaitu mengaktifkan pensinyalan apoptosis dan menghambat pertumbuhan. Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram.
Perlu Anda ketahui bahwa penyebab kanker adalah munculnya sel abnormal di dalam tubuh. Sel tersebut yang terkena tidak akan mati sehingga menimbulkan penumpukan yang akhirnya membuat ukuran tumor menjadi lebih besar.
Nah, senyawa teh hitam yang memiliki potensi merangsang apoptosis, sel akan terprogram untuk mati. Ini dapat mencegah tumor semakin membesar dan mungkin menghambat penyebarannya.
Selain itu, senyawa teh hitam juga bisa mencegah terbentuknya luka pada lambung dan lapisan perut. Secara tidak langsung, efeknya ini bisa menurunkan faktor risiko kanker lambung.
2. Jelai (barley)

Sumber: Peak SherpaObat herbal selanjutnya yang disebut-sebut memiliki khasiat positif untuk kanker lambung (perut) yaitu jelai atau dikenal juga dengan sebutan barley.
Studi tahun 2018 yang diterbitkan pada jurnal Hindawi menyebutkan bahwa risiko kanker lambung (perut) pada orang Eropa dengan banyak mengonsumsi makanan kaya flavonoid, salah satunya jelai hijau.
Efek jelai pada kanker tidak hanya itu saja. Ekstrak dari jelai dapat memicu apoptosis (kematian sel) dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada penelitian berbasis hewan. Dengan adanya hal ini, konsumsi barley dalam diet kanker mungkin membawa pengaruh positif pada pasien kanker. Namun, efeknya ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
3. Bawang putih


Penyebab kanker lambung (perut) tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, periset telah menemukan berbagai hal yang bisa meningkatkan risikonya, salah satunya infeksi bakteri H. pylori. bakteri ini hidup di dalam perut dan bila berkembang biak secara tidak terkendali akan menyebabkan luka yang nantinya bisa memicu sel-sel di sekitar menjadi abnormal.
Dilansir dari Journal Watch, salah satu hipotesis menyebutkan adanya kemungkinan bawang putih menjadi obat herbal kanker lambung (perut). Ini karena ada kaitannya dengan potensi allium dalam menekan perkembangan bakteri H. pylori.
Namun, hingga kini masih dilakukan penelitian lebih lanjut mengingat hasilnya yang menunjukkan efek yang berbeda-beda.
6. Sayur dan buah


Sayur dan buah yang memiliki potensi sebagai obat alami kanker lambung, terutama yang mengandung senyawa riboflavin dan carotenoid.
Berdasarkan pengamatan berbasis hewan, pemberian riboflavin dengan obat cisplatin dapat mengurangi efek samping kerusakan sel pada ginjal dan hati. Kini penggunaan riboflavin sedang diuji efektivitasnya bersamaan dengan obat-obatan kemoterapi dalam melawan sel kanker.
Selain riboflavin, ada juga senyawa karotenoid yang punya khasiat sebagai obat herbal untuk kanker lambung (perut) dan jenis kanker lain.
Konsumsi makanan tinggi karotenoid dalam makanan diketahui dapat menurunkan risiko berkembangnya kanker pada lambung atau lapisan perut. Terutama pada orang yang punya kebiasaan merokok dan punya infeksi bakteri H. pylori.
Hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat herbal kanker lambung (perut)
Meskipun ekstrak, rempah, maupun tanaman yang disebutkan di atas memiliki potensi sebagai obat tradisional untuk kanker lambung (perut), penelitian masih memiliki banyak kekurangan.
Riset harus dibuktikan efeknya pada manusia dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti usia, kesehatan tubuh secara menyeluruh, takaran penggunaan, dan gaya hidup yang diterapkan para partisipannya.
Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan obat herbal untuk kanker lambung ini, lakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter. Penggunaan obat tradisional tersebut harus diawasi dokter supaya tidak mengganggu pengobatan utama untuk kanker lambung (perut).
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com
Bisnis5 hari agoWarnaGo Resmi Hadir di Tangerang, Usung Konsep One-Stop Solution Cat Premium
Banten5 hari agoPeringati Milad ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan
Jabodetabek4 hari agoIDWX Hadirkan Jam Tangan Tag Heuer Original untuk Pecinta Jam Mewah di Jakarta
Bisnis4 hari agoAle-Ale Rasa Buah Nanas: Juicy Nanasnya, Segarnya Juara
Pemerintahan4 hari agoBenyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi
Jabodetabek4 hari agoBedah Akuntabilitas BUMN Pasca Danantara, Akademisi UIN Jakarta Fathudin Kalimas Raih Doktor di UI
Pemerintahan4 hari agoPilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas



























