Polisi Selidiki Kasus 8 Anak SD Keracunan Jajanan di Sekolah

By on Kamis, 6 Desember 2018

 

Kabartangsel.com — Polsek Bekasi Timur dan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota saat ini tengah menyelidik kasus dugaan keracunan yang menimpa sebanyak 8 anak SDN Pengasinan II, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Selasa (4/12). Hal itu lantaran, delapan anak korban keracunan harus dilarikan ke rumah sakit akibat jajanan minuman yang dibeli dari pedagang di lingkungan sekolahnya sehingga, mereka merasa lemas dan mual.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, kasus dugaan keracunan yang menimpa delapan anak SD itu kini tengah diselidiki oleh pihaknya. Adapun para korban usai sempat di larikan ke rumah sakit kini, sudah diizinkan pulang.

“Kasusnya masih lidik begitu juga, untuk tersangkanya. Karena, kita juga belum bisa memastikan penyebabnya, sehingga perlu membutuhkan tes laboratorium,” kata Indarto, Kamis (6/12).

Sementara, Kapolsek Bekasi Timur Kompol Agung Iswant menjelaskan, peristiwa keracunan itu bermula, ketika delapan anak masing-masing, Sultan Muhammad Zaki, Muhammad Iksan Maulana, M. Hafiz Amin, Muhammad Fahri Ramadhan, Fino Tama Satria, M Dimas Adi Putra, Damar S, dan Rima Alfiati mengkonsumsi minuman yang dibeli dari pedagang di lingkungan sekolah pada kemarin siang.

“Kejadian itu saat jam istirahat sekolah. Dimana, mereka membeli minuman sachet-an yang diseduh, lalu dikonsumsi,” kata Agung.

Adapun pasca mengkonsumsi minuman itu, kata Agung, kedelapan siswa kelas V tersebut merasakan mual, disertai kondisi tubuhnya melemas. Akhirnya, sejumlah guru di sekolah itu segera mengambil tindakan membawa muridnya tersebut ke RS Hosana Medika.

“Mereka langsung ditangani dokter dan sempat dirawat lebih dulu. Tapi saat ini sudah diizinkan pulang,” ujar dia. Agung mengakui, pihaknya sendiri baru mendapatkan laporan dugaan keracunan tersebut pada Selasa sore. Dan saat itu pun segera melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kami sudah periksa penjualnya dan juga sales yang menjual minuman kepada pedagang itu. Tapi sampai sekarang statusnya, masih sebagai saksi,” tandasnya. (PMJ/fid)