Tokoh
Profil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Keputusan ini menandai berakhirnya masa jabatan Sri Mulyani yang selama ini memimpin Kementerian Keuangan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sebelum dipercaya memegang jabatan strategis sebagai Menkeu, Purbaya merupakan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama lima tahun. Ia dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 58/M Tahun 2020 pada 3 September 2020.
Nama Purbaya bukanlah sosok baru di lingkaran pemerintahan. Lulusan S1 Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Sejumlah posisi penting pernah diembannya sebelum akhirnya dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Penunjukan Purbaya sebagai Menkeu di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal serta melanjutkan berbagai program reformasi ekonomi, sekaligus menjawab tantangan baru dalam perekonomian nasional.
Profil Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa adalah ekonom dan insinyur asal Bogor, Jawa Barat. Ia saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia menggantikan Sri Mulyani pada tanggal 8 September 2025. Sebelumnya ia menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari Mei 2018 hingga September 2020.
Pendidikan dan Karir
Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh gelar Sarjana dari jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB), serta gelar Master of Science (MSc) dan Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Purbaya diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 58/M Tahun 2020 tanggal 3 September 2020.
Sebelum menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan, antara lain:
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018–September 2020)
Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016–Mei 2018)
Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Polhukam (November 2015–Juli 2016)
Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden (April 2015–September 2015)
Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Perekonomian (2010–2014)
Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014)
Wakil Ketua Satgas “Pokja IV” di bawah Kemenko Perekonomian (Juni 2016–sekarang)
Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016–sekarang)
Anggota Indonesia Economic Forum (2015–sekarang)
Sebelum terjun di pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994). Ia kemudian berkarier di dunia riset dan pasar modal, antara lain:
Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005)
Chief Economist Danareksa Research Institute (2005–2013)
Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008)
Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (2013–2015)
Dengan pengalaman panjang tersebut, Purbaya dinilai memiliki kapasitas teknokratis sekaligus pengalaman birokratis yang mumpuni untuk mengemban tugas sebagai Menteri Keuangan.
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden



























