Tokoh
LHKPN Purbaya Yudhi Sadewa, Kekayaan Bersih Capai Rp 39,21 Miliar Tanpa Utang

Pada Senin (8/9/2025), Purbaya Yudhi Sadewa resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Selain rekam jejak profesionalnya, publik kini juga menyoroti transparansi harta kekayaan Purbaya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Purbaya menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan pendahulunya.
Profil Kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa
Data LHKPN per 31 Desember 2024, saat Purbaya masih menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mencatat total harta kekayaannya sebesar Rp 39,21 miliar. Menariknya, ia tercatat bebas utang, sehingga total kekayaan bersihnya tetap utuh.
Rincian Aset
Tanah dan Bangunan: Rp 30,5 miliar, menjadi komponen terbesar.
Alat Transportasi dan Mesin: Rp 3,6 miliar.
Harta Bergerak Lainnya: Rp 684 juta.
Surat Berharga: Rp 220 juta.
Kas dan Setara Kas: Rp 4,2 miliar.
Kekayaan Purbaya yang signifikan ini mencerminkan akumulasi asetnya selama meniti karier profesional, baik di bidang teknik maupun ekonomi, sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Menkeu.
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional4 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden

























