Connect with us

Nasional

Program Perdana Khofifah-Emil, Pendidikan Gratis untuk SMA-SMK

Kabartangsel.com, SURABAYA – Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak dilantik secara resmi oleh Presiden Joko Widodo sebagai gubernur-wakil gubernur Jatim kemarin. Pelantikan tersebut membuat beberapa janji kampanye bisa langsung dimulai. Salah satunya adalah pendidikan gratis untuk SMA-SMK.

Pendidikan memang menjadi salah satu program 99 hari kerja Khofifah-Emil. Anggarannya sudah disiapkan Pemprov dan DPRD Jatim sebelum duet Khofifah-Emil dilantik.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim Renville Antonio menyatakan, dalam pembahasan rancangan APBD 2019, pemprov dan dewan sudah mengakomodasi sebagian program yang masuk Nawa Bhakti Satya. Itu adalah nama program kerja yang diusung Khofifah-Emil. “Terutama program-program di sektor prioritas dan sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2014-2019,” terang Renville kemarin.

Advertisement

Salah satu yang bisa dimulai adalah pendidikan gratis berkualitas. Di masa kampanye pilgub lalu, program itu disebut dengan istilah tistas (gratis berkualitas). Tahun ini Pemprov dan DPRD Jatim sudah mengalokasikan dana total Rp 1,8 triliun.

Anggaran itu digunakan untuk bantuan pendidikan bagi seluruh peserta didik jenjang SMA-SMK se-Jatim yang jumlahnya 1,2 juta orang. Besaran subsidi disesuaikan dengan jenjang dan jurusan siswa. Dana itu belum termasuk bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

Rencananya distribusi bantuan dimulai pada tahun pelajaran baru 2019-2020. “Sehingga diproyeksikan seluruh biaya pendidikan jenjang SMA-SMK bisa ditanggung pemerintah,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jatim sudah mengalokasikan Rp 228 miliar untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Bentuknya berupa subsidi gaji bagi 21 ribu tenaga pendidik.

Advertisement

Program lain yang sudah masuk APBD adalah pengembangan pesantren. Yakni, berupa one pesantren, one product. Untuk tahap awal, ada sepuluh pesantren yang bakal jadi pilot project program tersebut. Pesantren-pesantren itu didorong bisa memiliki produk unggulan. Untuk memfasilitasi pemasaran, promosi, dan pengembangan pasar, pemprov bekerja sama dengan pemerintah Australia.

Di sektor kesehatan, Khofifah-Emil sudah bisa merealisasikan program penyediaan fasilitas kesehatan di wilayah terpencil. Program lain yang bisa dimulai di awal masa pemerintahan Khofifah-Emil adalah millennial job center atau pusat pelatihan usaha untuk anak muda. Rencananya fasilitas itu ditempatkan di tiap-tiap bakorwil di Jatim.

Senada, anggota Banggar DPRD Jatim Freddy Purnomo berharap Khofifah-Emil segera menyerahkan draf RPJMD-nya. “Sehingga program-program tersebut sudah bisa terakomodasi lewat perubahan APBD,” katanya.

(JPC)

Advertisement

Source

Populer