Nasional
Seorang Perempuan Tewas Usai Suntik Botox

Kabartangsel.com – Seorang dokter bedah plastik Hong Kong Franklin Li Wang Pong ditangkap setelah membuat salah satu pasiennya meninggal akibat suntik botox. Sebelumnya, ia juga pernah ditangguhkan prakteknya selama lima bulan atas kematian pasien lain.
Dokter berusia 86 tahun itu, ditahan pada Senin, (12/11), karena diduga melanggar peraturan tentang penggunaan obat-obatan berbahaya. Dia juga pernah ditangguhkan karena kesalahan prosedur sedot lemak yang fatal pada tahun 2003.
Sekitar pukul 17.00 pada hari Minggu, (11/11), staf di salon kecantikan di Grand Center di Tsim Sha Tsui melaporkan seorang perempuan berusia 52 tahun bernama Cheung telah pingsan. Dia dikirim ke Rumah Sakit Queen Elizabeth dalam kondisi kritis dan dinyatakan meninggal jam 9.42 pagi pada Senin, (12/11), pagi.
Seorang dokter bedah plastik Hong Kong Franklin Li Wang Pong ditangkap setelah membuat salah satu pasiennya meninggal akibat suntik botox (SCMP)
Sumber polisi mengatakan Cheung menerima sekitar 16 suntikan Botox ke rahangnya, dagu, dan di atas alisnya. Ini adalah investigasi ketiga terhadap kasus dugaan keracunan botox pada bulan ini.
Sumber itu menyatakan, Li pada awalnya mengatakan kepada petugas bahwa Cheung pergi ke kliniknya karena asma, dan dia pingsan setelah minum obat. Namun dia memberikan pengakuan yang berbeda setelah diinterogasi.
“Dia kemudian mengakui kalau Cheung datang untuk melakukan suntik botox dan ia tiba-tiba pingsan setelah perawatan,” kata orang dalam yang tak mau disebutkan namanya. Dia menambahkan, Cheung dilarikan ke rumah sakit setelah pertolongan pertama gagal.
“Dia memang pasien asma menurut catatan medis. Kami sedang menyelidiki jika dia pingsan karena asma atau suntikan Botox,” kata sumber itu.
Pada tahun 2003, Li melakukan sedot lemak pada guru piano Lam King Fong, 70 tahun, yang pingsan selama prosedur di klinik Tsim Sha Tsui dan meninggal setelahnya. Pemeriksa jenazah menyimpulkan Lam telah meninggal sebagai akibat dari kecelakaan.
Dewan Medis, sebuah badan independen yang mengatur dokter lokal, mencoret nama Li dari daftar praktisi selama lima bulan setelah menemukan dia bersalah atas pelanggaran profesional atas tiga tuduhan pada 2009.
Botox, atau toksin botulinum, awalnya digunakan untuk tujuan medis, tetapi sekarang lebih sering diterapkan dalam kecantikan untuk mencegah kerutan atau untuk mengurangi daerah yang dapat melumpuhkan otot.
(iml/JPC)
Sport2 minggu agoBali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoLaga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC
Sport2 minggu agoHasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten7 hari ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang








































