Nasional
Suasana Screening Kesehatan Jamaah Haji di KKHI Madinah

Tim petugas medis Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mulai melakukan Screening kesehatan terhadap jamaah haji risiko tinggi, Senin (20/6). Kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan dari Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana dua minggu sebelum Armuzna, untuk memastikan kesiapan kondisi jemaah haji.
Koordinator MCU dan dokter spesialis Jantung KKHI Madinah Muhaimin Munizu mengatakan, Senin (20/6) merupakan hari pertama MCU dilakukan di KKHI Madinah. Saat ini yang sedang dilakukan MCU adalah jamaah haji dari sektor dua Madinah.
“Sesuai arahan, hari ini tim medis KKHI Madinah melakukan MCU kepada jamaah embarkasi BDJ 04 dan BDJ 05,” kata Muhaimin Munizu.
Muhaimin mengatakan, saat ini timnya baru menjadwalkan pada 12 jamaah calon haji asal kota Banjarmasin dan Kalimantan Tengah untuk dilakukan MCU di KKHI Madinah lantai dasar. Rincianya BDJ 05 ada dua jamaah dan BDJ 04 ada 10 jamaah.
“Total ada 12 yang kita lakukan MCU,” katanya.
Muhaimin memastikan semua jamaah haji khususnya jamaah dengan resiko tinggi menerima pelayanan MCU di KKHI Madinah dan dan juga KKHI Makkah.
Muhaimin menuturkan, tahapan MCU di antaranya mulai dari pemeriksaan Anamnesa, Pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang tediri dari Elektrokardiogram (EKG), Echocardiografi (Echo), gula darah sewatu (GDS) dan diagnosa untuk menyimpulkan hasil.
Pantauan Republika semua tim medis yang masuk dalam tim MCU terhadap jamaah haji, terlihat sibuk melayani jamaah haji. Sambil menunggu dilakukan pemeriksaan MCU, Wakil Kapala Seksi Kesehatan Daker Madinah, A Zulfahmi memberikan dukungan logistik atau makanan ringan kepada para jamaah haji seperti roti, biskuit dan air mineral.
“Sambil menunggu silakan dimakan,” seru A Zulfami anggota TNI dengan pangkat Letnan Kolonel.
Masih di tempat yang sama, dokter spesialis penyakit dalam Umar M Said terlihat memberikan konsultasi kepada jamaah haji. Dia menyarankan kepada Siti Jahra Jako untuk tetap menjaga kesehatanya.
“Cari waktu yang sejuk-sejuk seperti Magrib dan subuh jika mau tetap shalat di Masjid Nabawi,” katanya.
Setelah Siti Jahro selesai, giliran jamaah haji lain atas nama Sarinah Juhri Usup, agar mengkonsumsi obat secara teratur karena kadar gula dari Sarinah sudah baik. Namun Siti Jahro, berdasarkan hasil rekam jantung memiliki gangguan jantung yang harus terus dipantau dengan cara minum obat secara teratur dan mengatur asupan cairan.
“Karena ibu Siti Jahro ini berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis, jantungnya masalah, obatnya diminum secara teratur, minumnya 1.500 cc perhari jangan lebih. Jangan sampai kelelahan,” kata dokter spesialis paru Andi Yanti.
Andi mengatakan, saat ini kebanyakan pasien yang dilakukan MCU, memiliki masalah jantung, hipertensi dan gula.
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Techno1 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System



















