Banten
Tak Lagi Transparan, Ombudsman Banten Nilai Seleksi SPMB Banten 2025 Rawan Kecurangan

Ombudsman RI perwakilan Banten menyoroti seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 jenjang SMA/SMK negeri di Provinsi Banten yang kini tak lagi transparan. Tidak terbukanya peringkat seluruh peserta yang ikut seleksi dinilai rawan kecurangan.
“Kalau tertutup pasti kami curiga ini apalagi selama ini sudah dibikin terbuka,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI perwakilan Banten, Fadli Afriadi, Rabu (18/6/2025).
Dengan tidak terbukanya peringkat itu, menurut Fadli, pengawasan langsung dari masyarakat otomatis hilang.
Dirinya justru mempertanyakan mengenai siapa yang akan melakukan pengawasan SPMB secara adil tanpa kecurangan jika masyarakat ditutup aksesnya.
Ia tidak sepakat dengan anggapan bahwa keterbukaan peringkat akan menimbulkan kegaduhan seperti yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Provinsi Banten, Lukman.
“Kalau sekarang peserta saja tidak bisa, ada fungsi pengawasan yang hilang. Fungsi pengawasan oleh masyarakat, fungsi pengawasan oleh siswa dan orang tua siswa itu sendiri,” ucapnya.
Menurutnya, jika kegaduhan yang dimaksud adalah keluhan langsung dari masyarakat ke sekolah seperti di tahun sebelumnya, mestinya harus ada kajian yang utuh mengenai penyebab kegaduhan tersebut.
Harus ada telaah lebih dalam mengenai akar kegaduhan itu apakah memang karena transparansi atau karena kurangnya sosialisasi mengenai SPMB.
Lebih jauh, dengan tertutupnya peringkat para calon siswa maka melanggar asas pelayanan saat ini yang mengedepankan transparansi dan memudahkan bukan justru menyusahkan masyarakat
“Ketika ada yang komplain dari orang tua, anaknya kemarin rangking 30 bisa jadi 40 kan tinggal sosialisasi nilainya bergerak terus. Waktu (seleksi) lumayan panjang,” katanya.
Ombdusman, kata Fadli, akan mendorong Dindikbud Provinsi Banten agar mengevaluasi dan merubah kebijakan yang tidak transparan tersebut. Menurutnya, hal tersebut masih dapat diupayakan menimbang SPMB yang masih berjalan.
“Mumpung masih baru, bagus kita dorong minta ditinjau kembali. Kalau tertutup begini bisa menimbulkan kecurigaan,” pungkasnya.
Pemerintahan2 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan2 minggu agoPemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
Pemerintahan2 minggu agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoJelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan
Pemerintahan2 minggu agoJelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi
Pemerintahan1 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan1 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi










































