Pemerintahan
Tangsel Akan Terapkan Pembayaran Pajak Secara Online
Kabar Tangsel – Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), segera menerapkan sistem pembayaran pajak secara online.
Sistem tersebut selain dapat mempermudah pelayanan kepada para wajib pajak juga menjamin keterbukaan.
“Pungutan pajak itu tidak mudah, karena rentan terjadi kesalahan, sehingga sistem online ini dapat menghindari dari kesalahan tersebut,” ungkap Kepala DPPKAD, Uus Kusnadi, (14/12/2012).
Melalui sistem online ini, kata Uus, jumlah nominal yang harus dibayarkan para wajib pajak bisa diketahui secara langsung. Sehingga kekhawatiran para wajib pajak akan ada upaya manipulasi pajak seperti bayar yang kurang dari omzet tidak akan terjadi.
Sebab, lanjut Uus, sistem pajak online telah terkoneksi antara server pengusaha atau wajib pajak dengan server DPPKAD.
“Dalam sistem ini, kita akan memasang jaringan langsung dengan wajib pajak. Nantinya akan terkoneksi dan dapat terlihat wajib pajak yang sudah bayar maupun tidak,” kata Uus.
Uus menambahkan, Pemerintah Daerah terus berupaya pembenahan regulasi dan kebijakan khusus terkait penarikan pajak. Salah satunya dengan menggunakan metode online dalam pembayarannya.
Hasilnya, untuk tahun 2012 ini, sudah mencapai Rp238 miliar dari target Rp 245 milyar yang dicanangkan dari sektor Bea Pajak Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Kami terus berupaya memaksimalkan agar tidak ada kebocoran dalam penerimaan pajak. Karena ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat dan juga pembangunan di Kota Tangsel. Apalagi Ibu Walikota Tangsel tegas soal pengelolaan pemasukan dan pengeluaran keuangan daerah,” terang Uus.
Sektor BPHTB, tambah Uus, telah menggunakan sistem online. Saat ini untuk penarikan BPHTB, pihaknya bekerjasama dengan Bank Jabar–Banten.
Dimana, petugas DPPKAD disetiap loket yang ada hanya menerima bukti pembayaran atau struk penyetoran yang didapat wajib pajak dari Bank. Begitu juga dengan pajak-pajak lain yang harus dibayarkan oleh wajib pajak ke DPPKAD.
“Petugas kami di loket hanya menerima setruk pembayaran dari Bank. Tidak menerima uang tunai. Dengan begitu, kebocoran ataupun adanya kongkalikong, kecil terjadi. Karena tidak ada yang bisa dirubah mengenai besaran biaya yang harus dibayarkan wajib pajak. Wajib pajak cukup datang ke Bank membawa berkas dan nilainya sudah tertera disana dan tinggal dibayarkan,” kata Uus.(yud/kabar6)
Techno5 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan5 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Kampus6 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara
Pamulang6 hari agoSerah Terima Aset Rampung, Pilar Saga Ichsan Pastikan Jalan dan Drainase Villa Dago Pamulang Segera Diperbaiki
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Matangkan SPMB 2026/2027, Deden Deni: Persiapan Sudah Kami Lakukan Menyeluruh
Pemerintahan5 hari agoTangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie: Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi
Pemerintahan5 hari agoDiskominfo-BPS Tangsel Dorong Data Akurat Melalui Program Kelurahan Cinta Statistik





















