Lifestyle
Terapi Sakit Pinggang yang Direkomendasikan Dokter Secara Medis

Sakit pinggang adalah keluhan nyeri yang umum. Kebanyakan penyebabnya termasuk ringan, misalnya ketegangan otot sehabis berolahraga, yang bersifat sementara dan dapat diatasi dengan solusi mudah seperti istirahat. Namun saat nyerinya masih suka datang kembali dengan intensitas yang sangat hebat meski sudah mencoba berbagai cara mengatasi sakit pinggang di rumah, itu tandanya Anda perlu terapi secara medis yang lebih intensif.
Pilihan terapi medis untuk mengatasi sakit pinggang
Biasanya, sakit pinggang terjadi saat perut bagian atas terasa tidak nyaman dan bisa menyebar ke samping dan punggung bawah. Rasa sakit atau nyeri juga berkembang di daerah tulang rusuk sampai di atas panggul.
Sakit pinggang umumnya hanya bersifat ringan dan sementara. Namun, Anda sebaiknya lebih berhati-hati jika rasa sakitnya begitu hebat karena bisa menjadi pertanda kondisi yang lebih serius seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan masalah medis lainnya. Rasa nyeri yang konstan atau terus menetap bisa mengakibatkan sakit pinggang menjadi kondisi kronis.
Jika nyeri sudah berlangsung lebih dari 72 jam atau bahkan datang dan pergi lebih dari 3 bulan, ini artinya sakit pinggang Anda sudah menjadi kondisi nyeri kronis. Beberapa kasus nyeri kronis pun dapat terasa konstan selama berbulan-bulan dan beberapa tahun.
Hal ini membuat Anda tidak cukup hanya mengonsumsi obat pereda nyeri saja, apalagi mengobatinya dengan kompres atau obat-obatan alami. Terapi medis diperlukan sebagai cara mengatasi sakit pinggang yang lebih tepat sasaran.
1. Suntikan kortison
Apabila pengobatan rumahan belum cukup ampuh, dokter dapat menyarankan terapi berupa rutinitas suntik kortison tepatnya di sekitar sumsum tulang belakang.
Kortison merupakan obat yang dapat membantu mengurangi peradangan di sekitar akar saraf. Namun, efek terapi ini hanya bertahan sementara, bukan solusi jangka panjang untuk sakit pinggang kronis.
2. Akupuntur
Terapi alternatif berupa akupuntur diklaim dapat membantu tubuh memproduksi dan mengalirkan senyawa pereda nyeri alami, yaitu endorfin. Tak hanya itu. Terapi ini juga dapat membantu merangsang jaringan saraf serta otot agar lebih kuat setelah sakit mulai mereda.
Banyak pula dokter yang merekomendasikan akupuntur sebagai terapi untuk menyeimbangkan hormon sekaligus mengurangi stres dan kecemasan emosional sebagai akibat dari diagnosis nyeri kronis.
Cara kerjanya adalah dengan memasukkan jarum-jarum halus pada titik-titik tertentu di tubuh
3. Terapi fisik
Dikutip dari Medical News Today, terapi fisik seperti fisioterapi, chiropractic, dan osteopati dapat mengembalikan rentang gerak, fleksibilitas gerakan, dan fungsi seluruh tubuh setelah mengalami penyakit atau cedera. Proses terapi ini juga dilakukan agar pasien terhindar dari risiko cacat fisik akibat cedera atau penyakit yang memicu sakit pinggang.
Chiropractic dan osteopati adalah jenis rehabilitasi yang meredakan nyeri kronis dengan memanipulasi kondisi tulang, sendi, dan otot lewat pemijatan untuk menyelaraskan rangka tubuh serta struktur-struktur pendukungnya.
Sebelum memulai, terapis akan lebih dulu melihat secara keseluruhan bagaimana masalah tulang, otot, dan juga persendian yang memengaruhi sistem saraf.
Selain tiga terapi fisik di atas, sakit pinggang kronis juga biasanya dapat ditangani lewat pemindaian ultrasound ataupun memberikan stimulasi listrik pada area yang sakit. Aliran listrik voltase kecil tersebut dilaporkan mampu meregangkan otot dan jaringan lunak yang menegang.
Setelah sakit mulai mereda, terapis akan mengajarkan latihan fleksibilitas serta teknik untuk menguatkan otot punggung bawah dan juga perut.
4. Nerve treatment
Prosedur terapi ini juga biasa disebut sebagai radiofrequency denervation. Terapi ini lebih ditujukan untuk sakit pinggang dan punggung bawah dari taraf sedang hingga berat yang berlangsung dalam jangka waktu lama.
Cara kerjanya adalah dengan memasukkan jarum ke dalam saraf yang juga memengaruhi sendi. Gelombang radio tersebut mampu untuk mengirim sinyal agar menghentikan rasa sakit. Pada masa terapi, Anda pun akan di anestesi lokal yang membuat mati rasa.
Perlu diketahui pula bahwa terapi sakit pinggang yang satu ini akan mengakibatkan risiko komplikasi, seperti:
- Pendarahan
- Memar serta infeksi
- Kerusakan saraf yang tidak disengaja
Maka sebelum melakukan terapi ini, diperlukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
5. Operasi artificial disc
Terapi berupa pemasangan disk (cakram) buatan (prostetik) pada tulang belakang bertujuan untuk menggantikan bantalan antara dua tulang belakang yang mengalami kerusakan atau pecah. Masalah pada cakram tulang belakang ini disebut dengan herniated disc.
6. Operasi spinal fusion
Jika sakit pinggang Anda disebabkan oleh peradangan pada persendian seperti arthritis atau osteoarthritis, terapi yang direkomendasikan dokter kemungkinan adalah operasi spinal fusion atau operasi fusi tulang belakang.
Operasi ini akan menggabungkan dua tulang belakang yang tujuannya untuk memperkuat tulang tersebut dan membantu mengurangi rasa sakit pada saraf yang tertekan. Operasi ini juga sering direkomendasikan untuk masalah herniated disc.
Sebagai cara mengatasi sakit pinggang, terapi ini mempunyai risiko komplikasi, seperti:
- Kerusakan permanan pada beberapa saraf
- Kelumpuhan parsial pada kaki
- Inkontinesia urin
7. Mengangkat sebagian ruas tulang belakang
Terapi sakit pinggang yang satu ini dilakukan dengan cara melepas bagian kecil ruang tulang belakang apabila ruas tersebut menjepit sumsum tulang belakang atau saraf di sekitarnya. Cara yang dilakukan adalah dengan menyuntikkan sel untuk meregenerasi cakram tulang belakang.
Para ilmuwan dari Duke University mengembangkan biomaterial baru, yaitu membuat suntikan yang dapat langsung menuju nucleus pulposus. Hal ini diklaim secara efektif menghilangkan rasa sakit pada pinggang juga sekitar punggung bawah yang disebabkan oleh penyakit disk degeneratif.
8. Operasi batu ginjal
Sakit pinggang yang disebabkan oleh infeksi batu ginjal baru bisa teratasi dengan pengangkatan batu-batu tersebut. Anda memerlukan operasi batu ginjal apabila:
- Batu tergolong besar dan tidak bisa lolos ke saluran kemih dengan sendirinya
- Anda menderita infeksi saluran kemih yang cukup parah
- Batu tersebut menghalangi aliran urin
Selain operasi bedah, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit pinggang karena batu ginjal, yaitu:
Kabartangsel.com
Bisnis7 hari agoWarnaGo Resmi Hadir di Tangerang, Usung Konsep One-Stop Solution Cat Premium
Banten7 hari agoPeringati Milad ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan
Jabodetabek6 hari agoIDWX Hadirkan Jam Tangan Tag Heuer Original untuk Pecinta Jam Mewah di Jakarta
Bisnis5 hari agoAle-Ale Rasa Buah Nanas: Juicy Nanasnya, Segarnya Juara
Jabodetabek5 hari agoBedah Akuntabilitas BUMN Pasca Danantara, Akademisi UIN Jakarta Fathudin Kalimas Raih Doktor di UI
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI



















