Connect with us

Banten

Walikota Timra Eva Lungstradt Tertarik dengan Corak Batik Baduy Banten

Pada kesempatan lawatan ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Walikota Timra, Eva Lungstradt tak hanya membagikan ilmu dan pengalaman dalam mengatasi masalah sampah perkotaan saja. Kepala daerah asal negara Swedia itupun mencoba belajar membuat corak pada kain batik.

Ketertarikan tim rombongan bule Swedia pada batik ini begitu kentara. Ia tampak kelihatan terpukau pada salah satu produk yang telah menjadi ciri khas Indonesia ini. Didampingi Muhamad, pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Eva pun mencoba belajar membuat corak batik pada kain polos.

“Motifnya bagus-bagus,” kata Eva di Hotel Mercure Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara, Selasa (3/11/2015).

Eva akhirnya memberanikan diri menerima tawaran dari pemandu untuk membuat corak pada kain tekstil polos. Ia tampak serius ketika memegang canting tulis, alat yang biasa digunakan untuk membuat corak atau motif kain batik.

Advertisement

Metode pembuatan corak tekstil dengan cara penyelupan zat warna dan menggunakan lilin panas sebagai perintang warna pada kain diikuti Eva.

Perempuan berambut pirang ini sambil tertawa akhirnya menghentikan kegiatannya membuat corak kain batik.

“Ternyata susah juga ya,” katanya tersenyum. Eva mengaku, meski terkesan sepele tapi bukanlah pekerjaan mudah. Sebab memerlukan keahlian khusus. Rombongan tim asal Swedia inipun mengaku suka dengan corak batik khas baduy Banten.

Wali Kota Timra, Swedia, Eva Lungstradt kunjungi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) South Tangerang Banten

“Perpaduan warna hitam dan biru elektrik. Sangat indah dan cantik,” ujarnya sambil memegangi kain batik model kemeja.

Advertisement

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, yang hadir menyambut kedatangan tim asal Swedia memberikan cinderamata. Tentunya model kenang-kenangan berupa beragam model kain batik kepada semua rombongan bule asal negara kerajaan di Skandanavia itu.

Tentu saja pemberian cinderamata tersebut memberikan kesan bagus bagi para tamu kehormatan yang terlihat senang.

“Batik tidak selalu dibuat oleh keterampilan, tetapi membuat kecerdasan hati,” ujar Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie. (yw/fid)

Advertisement

Populer