Nasional
Yuk Kenalan dengan PLBN Entikong yang Tambah Cantik

ENTIKONG – Perbatasan adalah wajah negara. Hal ini yang kemudian mendorong Presiden Joko Widodo merenovasi sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Termasuk diantaranya Entikong. Kini wajah PLBN Entikong semakin cantik. Di sana juga ada lokasi favorit untuk berfoto.
PLBN Entikong berada di Jalan Lintas Malindo, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. PLBN ini kerap disebut sebagai pos lintas batas pertama di Indonesia. Dan, mulai beroperasi sejak 1 Oktober 1989.
PLBN Entikong awalnya di bawah naungan Kabupaten Sanggau, kemudian dikelola Provinsi Kalimantan Barat dan kini berada dalam naungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri.
Renovasi PLBN Entikong rampung sekitar tahun 2015-2016 lalu. Usai dirapikan, pintu perbatasan Indonesia ini berubah menjadi kebanggaan baru. Dan terlihat jauh lebih megah dari pintu perbatasan di Tebedu, Serawak, Malaysia.
Yang membuat pintu perlintasan Indonesia ini menarik adalah dipadukannya bentuk bangunan modern dengan ornamen-ornamen khas Kalimantan. Khususnya Dayak.
Tapi, ada satu spot yang paling diburu pengunjung jika ada ditempat ini. Spot itu bernama Tugu Pancasila. Lokasi berada persis di depan gedung PLBN. Atau, di dalam area perbatasan. Tugu ini semakin ramai setelah Kementerian Pariwisata kerap membuat acara crossborder.
“PLBN Entikong ini indah. Nyaman lokasinya, karena sekitarnya banyak bukit. Hal ini membuat PLBN terlihat sangat menarik. Apalagi di sana ada Tugu Pancasila. Banyak pengunjung yang menyempatkan diri berfoto di sana,” kata Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono, Selasa (26/2).
Yang membuat PLBN ini menjadi lebih nyaman, adalah aksesibilitasnya. Yup, pembangunan tidak hanya terfokus pada fisik gedung PLBN saja. Akses jalan dan lingkungan sekitar juga dibenahi.
“Kualitasnya jalannya sudah bagus. Dan masih ada pembangunan pelebaran jalan dan lainnya. Di sekitar PLBN juga bisa mulai rapi. Seperti inilah seharusnya wajah Indonesia. Rapi dan nyaman,” papar Sapto.
Sedangkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menambahkan, PLBN bisa menjadi ikon sebuah kota.
“Tidak semua kota menjadi border negara. Yang artinya, kota yang memiliki border itu punya peran penting. Karena itulah pandangan pertama border tourism terhadap sebuah negara. Dan tentu saja kehadiran PLBN bisa dimanfaatkan senagai ikon kota. Apalagi PLBN Entikong yang menjadi pos lintas negara tertua di Indonesia,” terangnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sependapat. Dijelaskannya, border harus menjadi daya tarik.
“Karena inilah pintu wisatawan yang ingin ke Indonesia. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengenalkan Indonesia. Bisa melalui souvenir, merchandise dan lainnya. Hal yang harus dimaafaatkan. Karena border adalah wilayah istimewa. Dari situlah keramahan sebuah negara tercermin,” katanya.
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional5 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional5 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional5 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf










































