Lifestyle
4 Masalah Kesehatan yang Menyebabkan Anak Sering Pusing

Anak kecil umumnya merasa lebih sulit untuk menyampaikan apa yang ia rasakan saat sakit. Mereka mungkin hanya akan bisa bilang sebatas “aku tidak enak badan” atau “aku pusing”. Meski begitu, jangan anggap sepele jika anak sering pusing. Pusing yang kambuhan bisa jadi menandakan masalah kesehatan yang perlu dicek ke dokter.
Berbagai kondisi yang menyebabkan anak sering pusing
Sesekali pusing masih terhitung wajar, terutama jika hanya berlangsung sementara dan bisa mereda dengan istirahat sebentar atau minum obat. Namun bila anak jadi lebih sering mengeluh pusing atau keluhannya tidak kunjung sembuh, bahkan sampai hilang kesadaran, ini jadi peringatan bagi orangtua untuk segera mencari tahu penyebabnya.
1. Dehidrasi
Dehidrasi bisa terjadi kapan saja pada anak, dengan beragam penyebab. Misalnya karena penyakit seperti demam, diare, atau muntah-muntah maupun karena aktivitasnya. Lama-lama bermain di bawah teriknya matahari bisa membuat anak pusing. Begitu juga jika setelah ia berdiri dalam waktu lama, seperti waktu upacara 17-an.
Salah satu tanda dehidrasi pada anak adalah pusing. Selain itu, gejala dehidrasi lainnya bisa meliputi:
- Mulut dan bibir kering.
- Mata celong; mencekung.
- Buang air lebih sedikit atau tidak buang air sama sekali.
- Saat anak menangis, tidak ada air mata yang keluar.
- Tubuh terlihat lemah dan tampak mengantuk.
Dehidrasi tahap ringan dapat segera diatasi dengan memperbanyak minum cairan dan segera cari tempat berteduh ketika di luar ruangan. Jika gejala dehidrasinya sudah parah sampai anak menunjukkan tanda-tanda hilang kesadaran, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
2. Anemia

Jika anak sering pusing, ini mungkin menandakan ia mengalami anemia defisiensi zat besi. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan zat besi sehingga sel darah merah anak tidak cukup mengandung hemoglobin untuk membawa oksigen ke otak dan berbagai organ tubuh lainnya.
Otak yang kekurangan oksigen tidak bisa bekerja optimal. Maka, salah satu gejala yang paling umum muncul dari anemia adalah pusing. Anemia muncul secara bertahap. Mungkin anak awalnya mengeluhkan pusing, kemudian gejala anemia lain akan bermunculan, seperti:
- Tubuh lemah dan mudah lelah.
- Kulit pucat, terutama di sekitar tangan, kuku, dan kelopak mata.
- Nafsu makan rendah.
- Ngidam makan sesuatu yang aneh, seperti es batu.
- Mudah marah.
- Jantung berdetak lebih cepat.
3. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tapi anak-anak juga. Gangguan psikologis ini umum muncul pada anak-anak yang pernah mengalami kejadian traumatis, seperti KDRT, pelecehan seksual, perceraian orangtua, bencana alam, dan lainnya.
Anak yang memiliki gangguan kecemasan mungkin sering mengeluh pusing karena mereka sulit tidur. Gejala lainnya bisa meliputi:
- Cepat marah.
- Sering merasa gelisah tanpa sebab.
- Cemas berlebihan hampir setiap hari.
- Sulit fokus/berkonsentrasi.
4. Vertigo

Vertigo adalah penyakit yang gejala utamanya adalah pusing berputar. Sensasi kepala kliyengan ini membuat orang yang mengalaminya mudah jatuh atau merasa ingin pingsan. Vertigo umumnya disebabkan oleh masalah keseimbangan pada telinga tengah atau pada otak.
Selain pusing, gejala vertigo lainnya yang mungkin dialami anak meliputi:
- Mual dan muntah.
- Tubuh terus berkeringat.
- Tubuh lemah.
- Kesulitan untuk berjalan atau menjaga keseimbangan.
- Mengalami masalah pendengaran.
- Wajah pucat.
- Nistagmus (gerakan mata yang abnormal).
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia























