Lifestyle
4 Penyebab Sembelit Kerap Muncul Setelah Diare

Sembelit dan diare adalah kondisi yang sangat bertolak belakang. Namun, bukan berarti sembelit setelah diare tidak bisa terjadi. Terkadang, sembelit muncul setelah diarea berhenti total. Mengapa demikian?
Penyebab sembelit setelah diare
Sembelit atau konstipasi merupakan sebuah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk BAB.
Hal ini biasanya terjadi ketika kadar air dalam makanan terserap oleh tubuh sebelum memasuki usus besar.
Apabila sisa makanan terlalu lama berada di usus, akan ada banyak air yang akan diserap dan bisa membuat BAB Anda keras.
Jika Anda mengalami masalah pencernaan ini setelah menderita diare, ada beberapa penyebab memicunya terjadi, yaitu:
1. Flu perut

Flu perut atau gastroenteritis adalah infeksi bakteri atau virus yang menyerang lapisan usus sehingga menyebabkan peradangan.
Diare jadi salah satu gejala flu perut yang paling sering muncul. Kondisi terjadi ketika perut membengkak dan tidak bisa menyerap air. Cairan yang berlebihan inilah yang kemudian menyebabkan diare.
Namun, flu perut juga bisa menyebabkan sembelit karena adanya peradangan pada otot. Kondisi ini kemudian membuat otot kehilangan sebagian kekuatan dan elastisitasnya.
Ketika hal ini terjadi, limbah kembali ke usus yang membuatnya menumpuk. Akibatnya, sembelit akan muncul setelah diare akibat flu perut.
Tak perlu khawatir, kondisi ini biasanya akan sembuh begitu infeksi diobati dan peradangan sudah benar-benar membaik.
2.Irritable Bowel Syndrome (IBS)


Salah satu penyebab mengapa Anda mengalami sembelit setelah diare adalah IBS atau irritable bowel syndrome.
IBS merupakan sebuah kondisi ketika terdapat kerusakan pada cara kerja usus yang menyebabkan rasa sakit pada perut berulang kali.
Orang yang mengalami IBS mungkin akan merasakan kontraksi otot perut seakan ingin buang air besar.
Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi ketika Anda makan makanan tertentu, seperti sayur atau minuman berkafein.
Masalah pencernaan ini terbagi dalam tiga jenis, yaitu:
- IBS-D (Diare)
- IBS-C (Sembelit)
- IBS-M (Campuran, yaitu diare dan sembelit terjadi bergantian)
Sembelit setelah diare yang diakibatkan oleh irritable bowel syndrome termasuk dalam kategori IBS-M.
Ada beberapa faktor yang umumnya membuat IBS-M terjadi, yaitu:
- Faktor genetik atau keturunan
- Infeksi dan peradangan
- Pola makan yang berubah
- Bakteri usus
- Faktor psikologis, seperti stres
Bahkan, menurut sebuah penelitian dari jurnal Neurogastroenterotol Motil, para penderita IBS-M mengalami sembelit setelah mengonsumsi obat antidiare.
Oleh karena itu, kondisi ini dapat terjadi karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat diare.
3. Radang usus


Tidak hanya IBS, beberapa orang yang menderita radang usus juga mengalami gejala berupa sembelit dan diare secara bergantian.
Semua jenis radang usus akan memengaruhi cara kerja saluran pencernaan dengan berbeda.
Misalnya, penyakit Crohn dapat terjadi di saluran pencernaan mana pun. Akan tetapi yang paling sering terjadi yaitu di ujung usus kecil yang nantinya akan berganti menjadi usus besar.
Penyebab radang usus memang belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, sebagian besar kondisi ini dipengaruhi oleh kerusakan dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Current Gastroenterology Reports, orang yang mengalami radang usus tidak memiliki kemampuan maksimal untuk memindahkan natrium dan cairan.
Selama proses pencernaan berlangsung, usus juga tidak menyerap asam empedu yang diproduksi oleh hati, sehingga diare pun bisa terjadi.
Bagi orang yang menderita radang usus karena gangguan autoimun, sembelit setelah diare kerap terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan usus Anda.
Saluran pencernaan menjadi meradang dan perubahan gerakan otot pun terjadi yang akhirnya menyebabkan perpindahan BAB melalui usus besar semakin lambat.
Akibatnya, BAB Anda menumpuk dan sulit dikeluarkan.
4. Efek samping dari obat antidiare


Sembelit merupakan salah satu efek samping yang ditimbulkan dari obat anti diare.
Pada obat anti-diare, terdapat senyawa yang bersifat antimotilitas, yaitu mengurangi gerakan peristaltik dan sekresi usus.
Akan tetapi, sifat tersebut ternyata bisa menyebabkan sembelit setelah Anda sembuh dari diare.
Salah satu jenis obat yang terbukti kuat sifat antimotilitasnya adalah loperamide. Sayangnya, efek samping obat yang satu ini berupa sembelit dan sakit kepala.
Maka itu, sangat diharapkan agar Anda mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan obat atau sesuai dengan anjuran dokter.
Sembelit setelah diare adalah salah satu kondisi yang cukup normal terjadi, terutama ketika Anda tidak memperhatikan asupan makanan, seperti kurang mengonsumsi makanan berserat.
Jika kondisinya tak juga membaik, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Sumber Foto: Yahoo News
Kabartangsel.com
Pemerintahan6 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel
Internasional6 hari agoPraka Farizal Rhomadhon Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Gugur di Lebanon
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres
Bisnis6 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg
Banten6 hari agoLiga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Diikuti 14 Klub
Bisnis6 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Hukum6 hari agoBhabinkamtibmas Pantau Penyaluran Bantuan Pangan Bulog di Rawabuntu
Infografis6 hari agoDolar AS Hari Ini Tembus Rp17.018, Nilai Tukar Rupiah Melemah Awal April 2026

























