Lifestyle
5 Mitos Persalinan yang Terbukti Salah Besar dan Tak Perlu Dipercaya

Meski ilmu pengetahuan sudah berkembang pesat, masih banyak saja mitos persalinan yang beredar di masyakakat. Hal ini sering membuat para ibu hamil jadi takut menghadapi persalinan. Yuk, cari tahu fakta di balik semua mitos persalinan yang ada.
Berbagai mitos persalinan yang tak perlu Anda percaya lagi
1. Air ketuban yang pecah pertanda Anda akan segera melahirkan
Faktanya, ketuban yang pecah tidak selalu menandakan bahwa Anda akan bersalin dalam waktu dekat.
Laura Dean, M.D., seorang dokter kandungan dari Stillwater Medical Group di Minnesota, mengungkap kepada Parents bahwa sekitar 85 persen wanita langsung bersalin dalam waktu 24 jam setelah ketubannya pecah. Namun, 15 persen wanita lainnya membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari menjelang waktu melahirkan.
2. Pemberian induksi akan mempercepat persalinan

Pemberian induksi ternyata tidak selalu mempercepat proses persalinan. Pasalnya, setiap wanita memiliki respon yang berbeda-beda terhadap induksi.
Ibu hamil yang telah mengalami pelebaran dan penipisan serviks cenderung lebih baik dalam merespon induksi sehingga proses melahirkan jadi lebih cepat. Di sisi lain, sebagian wanita lainnya justru mengalami waktu melahirkan yang lebih lama dan lebih sakit karena tubuhnya belum siap untuk melahirkan.
3. Melahirkan itu sudah pasti sakit

Mitos persalinan yang satu ini adalah mitos yang paling banyak ditakutkan oleh para ibu hamil. Padahal kenyataannya, tidak semua proses persalinan itu sakit, lho.
Setiap wanita punya batas toleransi sakit yang berbeda-beda. Semakin besar penerimaan Anda saat melahirkan, maka semakin mudah pula Anda menahan rasa sakit saat melahirkan.
4. Punya panggul besar dapat mempercepat persalinan

Mitos persalinan yang satu ini masih banyak diyakini oleh sebagian ibu hamil. Padahal, wanita dengan panggul yang besar tidak dijamin akan menjalani persalinan yang mudah.
Meski dari luar terlihat besar, tidak sedikit wanita yang nyatanya memiliki panggul yang kecil. Akibatnya, proses persalinan menjadi lebih sulit dan lama.
5. Proses persalinan kedua lebih mudah

Memang, persalinan kedua, ketiga, dan seterusnya umumnya berjalan lebih cepat. Ini karena kondisi serviks, otot dasar panggul, dan jalan lahir sudah ‘dibuka’ dengan proses melahirkan anak pertama.
Meski begitu, ini bukan berarti persalinan yang kedua juga tidak akan sesakit persalinan pertama. Rasa sakit sudah menjadi hal yang wajar saat bersalin, tapi setidaknya rasa sakit di persalinan kedua cenderung tidak akan bertahan lama.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia























