Lifestyle
6 Penyebab Sakit Kepala Pada Anak, dari yang Ringan Sampai Parah

Melihat anak sakit tentu menjadi hal yang sangat berat bagi para orangtua. Sakit kepala pada anak adalah salah satu masalah yang paling sering terjadi, tapi sering juga disepelekan. Padahal, penyebab sakit kepala pada anak bisa bermacam-macam, dari yang sekadar karena faktor kelelahan sampai menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius pada anak.
Apa saja penyebab sakit kepala pada anak?
Dikutip dari NHS Inggris, anak-anak dan remaja setidaknya mengalami sakit kepala sebanyak satu kali dalam setahun. Gejala sakit kepala pada anak pun mirip dengan gejala pada orang dewasa, yaitu kepala nyut-nyutan, muka pucat, lesu, mual, hingga muntah.
Akan tetapi, penyebab sakit kepala pada anak mungkin berbeda dengan orang dewasa. Penyebab sakit kepala pada anak meliputi:
1. Tidak sarapan atau makan siang
Anak wajib sarapan bukan hanya untuk memenuhi nutrisinya di pagi hari sebelum beraktivitas, tetapi juga mencegahnya dari sakit kepala. Makan siang pun juga begitu.
Anak yang jarang sarapan dan makan siang ternyata rentan mengalami sakit kepala. Akibatnya, anak malah jadi lemas sepanjang hari dan tidak bisa bebas bermain dengan teman sebayanya.
Kandungan nitrat (sejenis pengawet makanan) pada daging dan sosis ternyata juga dapat menyebabkan sakit kepala pada anak. Beberapa jenis makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti soda, cokelat, kopi, dan teh juga dapat memberikan efek yang serupa.
2. Dehidrasi
Dehidrasi karena kurang minum atau olahraga berlebihan dapat menyebabkan anak rentan terkena sakit kepala. Ketika dehidrasi, otak akan kekurangan pasokan oksigen dan mengakibatkan tekanan berlebihan di kepala. Alhasil, anak akan mengalami sakit kepala.
Maka itu, selalu bekali si kecil dengan botol air minum supaya ia tidak dehidrasi saat di sekolah. Dengan begitu, anak juga jadi lebih sehat dan terhindar dari risiko sakit kepala.
3. Stres
Bila si kecil mengeluhkan sakit kepala saat pulang sekolah, coba tanyakan bagaimana kesehariannya di sekolah. Bisa jadi si kecil baru saja dimarahi oleh guru atau bertengkar dengan teman sebayanya hingga menimbulkan stres.
Ya, stres dapat menjadi salah satu penyebab sakit kepala pada anak. Anak dengan depresi pun sering mengeluh sakit kepala, terutama jika mereka sedang sedih atau kesepian.
4. Infeksi
Penyakit pilek, flu, infeksi telinga, dan sinus adalah beberapa penyebab sakit kepala pada anak yang paling sering terjadi. Namun, apabila disertai dengan demam dan sensasi kaku pada leher, ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi yang lebih serius dalam tubuh anak, contohnya meningitis (radang selaput otak) dan ensefalitis (radang otak).
5. Cedera kepala
Benjolan atau memar di kepala bisa menyebabkan anak mengalami sakit kepala. Walaupun sebagian besar cedera kepala tergolong ringan, tetap bawa si kecil ke dokter jika ia baru saja terjatuh atau terkena pukulan keras di kepala. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko perdarahan di kepala anak.
6. Tumor di kepala
Pada kasus yang jarang, tumor atau perdarahan di otak dapat menyebabkan sakit kepala kronis, dan ini bisa terjadi pada anak. Meski begitu, sakit kepala yang mengarah ke tumor tidak berdiri sendiri, karena biasanya diikuti dengan gejala lainnya, seperti gangguan penglihatan dan sensasi pusing selama berhari-hari.
Saat sakit kepala pada anak terjadi, haruskah ortu khawatir?

Jangan langsung panik saat anak mengeluh sakit kepala. Menurut Profesor MacGregor dari Centre for Neuroscience and Trauma di Barts and London School of Medicine and Dentistry, sakit kepala pada anak biasanya hanya berlangsung selama setengah jam. Setelah itu, sakit kepalanya akan hilang dan pulih lebih cepat. Bahkan, anak-anak dapat kembali bermain di luar, seolah tidak pernah merasakan sakit kepala.
Meski begitu, Anda juga tidak boleh menyepelekannya begitu saja. Sakit kepala pada anak perlu diwaspadai jika:
- Sering terjadi, setidaknya satu kali dalam sebulan
- Anak mengeluh sakit kepala saat bangun tidur dan tidak hilang, meskipun anak sudah tidur cukup
- Rasa sakitnya terjadi secara terus menerus dan cenderung parah
- Diikuti dengan gejala lainnya seperti demam, sakit leher, mual, muntah, dan pandangan menjadi buram
- Anak pingsan
Jika si kecil mengalami tanda-tanda di atas, segera bawa ia ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kabartangsel.com
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya








































