Connect with us

Lifestyle

Menghadapi Tantangan Diabetes Tipe 1 Pada Anak di Asia Tenggara

Jika selama ini penyakit diabetes lebih identik diidap oleh orang yang sudah tua, ternyata anak-anak juga bisa mengalaminya. Hanya saja, dibandingkan dengan diabetes tipe 2, jenis diabetes yang lebih sering ditemui pada anak-anak adalah diabetes tipe 1. Mengingat diabetes merupakan penyakit seumur hidup, perawatan untuk diabetes tipe 1 pada anak pun tidak bisa sembarangan.

Sayangnya, tidak seperti di negara maju, pengobatan untuk diabetes tipe 1 pada anak-anak di Asia Tenggara kerap kali dihadapkan dengan berbagai tantangan rumit. Apa saja tantangannya? Agar lebih paham, simak penjelasan berikut ini, yuk!

Diabetes tipe 1 pada anak di Asia tenggara

Diabetes tipe 1 pada anak terjadi ketika kerja pankreas terganggu sehingga tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk tubuh. Produksi insulin yang terganggu dalam tubuh anak lama-lama membuat kadar gula di dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini diyakini terjadi karena campur tangan dari genetik atau keturunan keluarga.

Diabetes tipe 1 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Meski begitu, dalam banyak kasus, penyakit ini sudah muncul sejak usia dini. Tepatnya sekitar usia 5-15 tahun.

Advertisement

Mengutip dari Diabetes Atlas, di Asia Tenggara sendiri jumlah penderita diabetes tipe 1 pada anak sudah mencapai angka 81.400 jiwa dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Diabetes tipe 1 pada anak tidak bisa disepelekan karena penyakit ini akan terus ada seumur hidup anak, bahkan tidak dapat disembuhkan.

Itulah mengapa penting untuk mendeteksi dan merawat anak dengan diabetes tipe 1 sedari kecil. Sebab jika tidak, penyakit ini bisa mengarah pada komplikasi medis yang lebih serius, merusak organ-organ tubuh, hingga mengancam nyawa.

Apa faktor risiko diabetes tipe 1 pada anak?

Kebanyakan penyakit diabetes tipe 1 yang menyerang anak-anak diturunkan oleh keluarga. Padahal nyatanya bukan itu saja. Faktor lingkungan, pola makan, serta aktivitas sehari-hari turut andil sebagai salah satu pemicunya meski porsinya tidak sebesar dari faktor genetik.

Advertisement

Lingkungan yang kotor dapat memicu infeksi virus di dalam tubuh anak dapat memicu diabetes tipe 1. Pasalnya, setelah infeksi tersebut mereda, tubuh dapat memicu proses autoimun. Artinya, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari paparan zat asing, justru menyerang sel tubuh yang sehat. Dalam hal ini, pankreas anak dengan diabetes tipe 1 yang menjadi sasaran empuk.

Itulah mengapa nantinya kemampuan pankreas anak dalam memproduksi insulin tidak lagi normal. Virus rubella dan virus coxsackie adalah beberapa kelompok yang bisa memicu terjadinya diabetes tipe 1.

Di sisi lain, pola makan harian yang diimbangi dengan aktivitas yang sesuai juga kerap dikaitkan dengan kemungkinan diabetes tipe 1 pada anak-anak.

diabetes pada anak

Tantangan pengobatan diabetes tipe 1 pada anak di Asia Tenggara

Sama halnya dengan diabetes tipe 1 yang dialami oleh orang dewasa, anak yang memiliki diabetes tipe 1 juga membutuhkan perawatan khusus. Akan tetapi, bukan hal yang mudah untuk mengobati diabetes tipe 1 pada anak, khususnya di Asia Tenggara.

Advertisement

Berikut beberapa tantangan yang sering hadir sepanjang proses perawatan anak dengan diabetes tipe 1:

1. Biaya pengobatan belum terjangkau

Pemantauan kadar gula darah merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap penderita diabetes. Tak terkecuali bagi anak-anak yang setidaknya harus mengecek gula darah 2-4 kali sehari, bisa juga lebih.

Namun, memang harus diakui bahwa tidak semua penderita diabetes tipe 1 mampu mematuhi semua anjuran pengobatan. Termasuk konsumsi obat dan pengecekan kadar gula darah.

Ini bisa disebabkan oleh keterbatasan pasien diabetes itu sendiri. Jika di negara maju pasien lebih mudah mendapatkan akses kesehatan, maka berbanding terbalik dengan negara-negara di Asia Tenggara. Sulitnya penggunaan asuransi kesehatan terkadang membuat pasien harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan suntik insulin, strip glukometer guna mengecek glukosa, hingga layanan kesehatan dasar di rumah sakit.

Advertisement

2. Ketersediaan dan penyimpanan insulin

Selain pengecekan kadar gula darah, hal lain yang harus dipenuhi oleh anak dengan diabetes tipe 1 adalah suntik insulin untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

Tampaknya mudah, ya? Padahal masih banyak pasien diabetes tipe 1 yang tinggal di pedesaan dengan infrastuktur dan fasilitas layanan kesehatan yang minim. Hal ini yang membuat pengobatan diabetes terhambat karena mendapatkan insulin di daerah terpencil tidak semudah di kota besar.

Tidak berhenti sampai di situ, insulin harus selalu disimpan dalam suhu dingin. Proses penyimpanan ini tentunya membutuhkan kulkas dengan pasokan listrik yang stabil tanpa hambatan. Sayangnya, prasyarat ini juga sulit dipenuhi oleh anak dengan diabetes tipe 1 yang tinggal di pedesaan atau area yang minim akses listriknya.

3. Kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan

Memang sulit untuk menjaga kedisiplinan anak dalam menjalani pengobatan. Anak mungkin rewel atau tidak nyaman kalau harus disuntik terus.

Advertisement

Di sisi lain, kesadaran keluarga dan orang-orang terdekat untuk mendukung pengobatan diabetes tipe 1 pada anak juga terbilang masih rendah. Minimnya pengetahuan pasien dan orang sekitarnya mengenai perawatan diabetes turut jadi alasan lain mengapa proses pengobatan diabetes tipe 1 tidak berjalan optimal di Asia Tenggara.

Bahkan, tidak sedikit pula anak dengan diabetes tipe 1 yang penuh kesibukan sehingga cenderung mengesampingkan jam makan, jarang olahraga teratur, tidak rutin memeriksa gula darah, serta sering mangkir suntik insulin. Akibatnya, glukosa darah menjadi tidak stabil dan sulit dikendalikan.

Melihat bagaimana sulitnya pengobatan untuk memerangi diabetes tipe 1 pada anak, bukan berarti beban ini semata-mata hanya dihadapi oleh pasien saja. Sebab, pada dasarnya tanggung jawab untuk mengobati diabetes tipe 1 harus diemban oleh semua pihak. Baik itu pemerintah, tenaga medis, masyarakat, keluarga, sekolah, hingga pasien itu sendiri.

Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia, Hello Sehat bekerja sama dengan Action for Diabetics (A4D) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap diabetes pada anak lewat informasi lengkap seputar diabetes tipe 1, terutama cara mengenali gejalanya, bagaimana pengobatannya, dan tips perawatan untuk anak pengidap diabetes.

Advertisement

A4D adalah organisasi amal yang membantu membiayai pengobatan anak-anak yang mengidap diabetes tipe 1 di Asia Tenggara. Semua upaya A4D untuk anak-anak akan terus terlaksana dengan dukungan Anda. Ayo donasi sekarang dengan klik di tautan ini!

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan1 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport3 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan3 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi3 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport4 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport4 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten4 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport4 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten4 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum4 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis5 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan5 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten5 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum5 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum5 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum5 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport6 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis3 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis3 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer