Connect with us

Opini

Mengurai (Kembali) Moralitas Agama

Oleh: @Verimuhlis *

Di tengah arus globalisasi yang makin tak terbendung, agama terus ditantang untuk melihat kembali posisinya sebagai sistem nilai yang menyediakan peta-peta makna dalam memandang dunia. Banyak kalangan menganggap peran agama di ruang publik akan segera terkubur, digantikan sistem nilai lain yang lebih universal. Saat itu, agama akan tergeser menjadi urusan pribadi semata (private).

Meski anggapan tersebut terbuka untuk diperdebatkan, bagi umat beragama di negara sekuler sekali pun, sangat tidak mungkin melepaskan pengaruh agama dalam konteks kehidupan sosial. Kondisi ini disebabkan watak omnipresence agama sebagai sumber nilai yang terdoktrinasi dalam diri seseorang. Sehingga, walaupun tidak secara legal-formal diterapkan seperti dalam sistem negara, agama akan tetap memengaruhi sikap, pikiran, dan tindakan.

Tetapi, seberapa kuat agama menjadi panduan moral bagi setiap pemeluknya? Bukankah ajaran moral agama semakin renggang akibat laju modernisasi yang tak ramah terhadap segala sistem nilai? Lebih jauh lagi, kenapa tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama semakin subur padahal berbagai ceramah keagamaan sering digelar?

Advertisement

Problem Doktrinal           

 Sudah jamak diketahui bahwa mayoritas model keberagamaan lebih bersifat doktrinal (keturunan) daripada beragama berdasarkan kesadaran. Hal ini terkait klaim kebenaran ajaran agama sendiri yang kemudian memerintahkan pemeluknya agar melakukan dakwah, terutama terhadap keluarga, untuk memeluk dan menjalankan perintah agama.

Dalam bingkai ideologis, keberagamaan demikian dapat dimaklumi mengingat sifat setiap ideologi memang menghendaki eksklusifitas. Akan tetapi, kekuatan ideologi itu akan melemah bahkan tidak berfungsi sama sekali ketika dihadapkan pada sebuah kondisi di mana realitas sosial-kultural menuntut untuk diadaptasi. Biasanya, ada dua  kecenderungan sikap yang diambil.

Pertama, mengasingkan diri dari lingkungan sosial. Sikap ini dipilih karena ketidaksiapan dalam menghadapi keadaan yang dinilai sangat bertentangan dengan agama. Sementara, mengembalikan keadaan seperti semula sangat tidak mungkin karena perubahan adalah hukum sejarah yang pasti terjadi.

Advertisement

Kedua, mengikuti kekuatan arus tanpa punya kendali sedikit pun. Alih-alih menilai keadaan itu sesuai dengan ajaran agama, mempertimbangkan dampak positif dan negatif bagi diri dan saudara seagama saja tak sanggup. Maka tidak heran jika perilaku amoral sering disaksikan di sekitar lingkungan umat beragama.

Model keberagamaan doktrinal tidak pernah menyuguhkan agama secara holistis di mana kekuatan rasional menjadi alat untuk mengungkap tabir ideologis, baik persoalan teologis, eskatologis, maupun ontologis menyangkut status hidup manusia di dunia. Hampir semua praktik keagamaan dilakukan karena keharusan mengikuti jejak langkah pembawa agama tanpa mengetahui alasan dasarnya.

Oleh sebab itu, penting kiranya mengangkat kritik Friedrich Nietzsche, bahwa moralitas agama adalah moralitas kaum budak di mana agama selalu berbicara menggunakan bahasa ‘harus’ bagi setiap pemeluknya. Implikasinya, bukan saja agama kehilangan  dimensi dinamis sebagai sebuah sistem nilai yang telah cukup lama menyejarah di jagad raya, tetapi juga telah mengantarkan agama ke titik nadir nihilisme.

Agama yang pada awalnya menjanjikan kepastian hidup akan segera ditinggalkan oleh pemeluknya karena tidak mampu hadir menawarkan solusi atas pelbagai persoalan. Bahkan lebih dari itu, kesucian agama akan dipermainkan demi memenuhi hasrat-hasrat duniawi, sehingga semua pemeluk agama menyaksikan langsung mitos atau ideologi sakral mereka sedang dikubur.

Advertisement

Terbukti, pelaku korupsi, pelanggaran HAM, seks bebas, penggunaan obat terlarang, dan sebagainya kebanyakan dilakukan oleh orang yang beragama. Terlepas oknom bersangkutan termasuk orang yang taat menjalankan perintah agama atau sebaliknya, fenomena itu menunjukkan pudarnya mitos kesucian agama pada beberapa dekade terakhir.

Proyek Mitologisasi           

Ketika mitos atau ideologi agama tidak sakral lagi, maka pertanyaan selanjutnya: apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan agama pada posisi awal, sebagai panduan moral? Ini sekaligus untuk menyelamatkan nasib agama dari titik pudar. Sebab, membiarkan agama sirna rasanya tidak mungkin karena sampai saat ini belum ada sistem nilai dengan intimitas dan kepuasan spiritual tinggi yang mampu, paling tidak, menyamai agama.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penting sekali memahami watak dasar dari mitos atau ideologi. Sebab melalui mitos, agama berhasil menyediakan peta-peta makna yang dijadikan instrument dalam memandang dunia di mana matinya peran agama dalam kehidupan sosial berarti runtuhya mitos itu sendiri.

Advertisement

Mitos, sebagaimana dinyatakan Roland Barthes, merupakan konstruksi sosial yang membuat sesuatu yang tak pasti ada menjadi ada. Cara kerja mitos adalah dengan mengalamiahkan sesuatu—konsep, nilai, maupun pandangan yang bersifat kontingen—menjadi kebenaran yang pasti. Meski demikian, bersamaan dengan proses bergulirnya gerak sejarah, mitos akan menampilkan wajah aslinya sebagai kebenaran sementara yang menuntut untuk selalu diperbaharui.

Demikian pula halnya agama sebagai sebuah mitos. Runtuhnya mitos atau ideologi agama tidak lain disebabkan oleh mitos-hegemonik yang mulai retak akibat hantaman globalisasi. Maka, jalan satu-satunya adalah memperbaharui mitos lama dengan menghadirkan wajah baru agama menjadi lebih segar. Mitos baru ini bertugas menjelaskan secara holistis tentang persoalan kehidupan duniawi dalam perspektif religius yang lebih mencerahkan.

Upaya reartikulasi agama ini diniatkan untuk menempatkan kembali peran etis agama di ruang publik. Tentunya, pola-pola lama yang telah usang seperti mencari legitimasi dari otoritas agama yang hanya berbicara ‘keharusan’ moral tanpa dilengkapi penjelasan rasional harus ditinggalkan.

Tujuannya adalah untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya bertindak sesuai dengan kewajiban moral yang berarti berbeda dengan keharusan moral. Kewajiban moral lebih mengandaikan bahwa bertindak sesuai hukum moral tidak hanya datang dari agama melainkan juga dari dalam diri sendiri. Butuh penjelasan filosofis serta pengalaman intuitif bagaimana kewajiban itu muncul sehingga benar-benar terpatri dalam kesadaran moral pemeluk agama.

Advertisement

Veri Muhlis Arifuzzaman (Ketua Perhimpunan Menata Tangsel dan Alumni Pondok Pesantren Daar el-Qalam)

Politik17 jam ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Tangerang Selatan1 hari ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 hari ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Banten2 hari ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport1 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan2 minggu ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan2 minggu ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek2 minggu ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang2 minggu ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport2 minggu ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional2 minggu ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 minggu ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 minggu ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional2 minggu ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Sport2 minggu ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Sport2 minggu ago

Jersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Nasional2 minggu ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Sport1 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Nasional2 minggu ago

KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Sport1 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Nasional2 minggu ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Jabodetabek2 minggu ago

Tiket Persija Jakarta vs Brisbane Roar di JIS Dijual Mulai Rp130 Ribu untuk Kategori 2

Sport2 minggu ago

Persita Tangerang Siap Arungi BRI Super League 2026/2027, Kampanyekan #STAYFOCU53D

Sport2 minggu ago

Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0: Macan Kemayoran Tampil Menggila

Tangerang Selatan2 minggu ago

Indah Kiat Tangerang Latih KWT Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme

Banten2 minggu ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Populer