Banten
Banten Creative Community Targetkan Tanam Ribuan Bibit Bambu di Lahan Kritis

Banten Creative Community (BCC) bersama puluhan masyarakat Desa Cirompang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak menanam ratusan bibit bambu di lahan-lahan kritis di desa Ciropang sebagai bagian dari upaya menanggulangi bencana longsor tahunan yang terjadi di desa tersebut.
Agenda penanaman dan sosialisasi daya guna bambu tersebut yang dihadiri oleh Bapak Aefiddin (Pjs. Kepala Desa Cirompang), Bapak Juen (tokoh agama Desa Cirompang), dan olot Amir (tokoh adat desa cirompang) merupakan bagian dari program #SaveourVillages dan program penanaman bambu secara nasional yang digelar oleh BCC bekerjasama dengan kasepuhan adat dan pemerintahan desa Cirompang sejak sabtu (10/01) lalu.
“Target kami menanam bambu yaitu seribu bibit di tiap desa. Untuk Desa Cirompang, tahap pertama ini kami menanam 350 bibit di lahan yang rawan longsor,” ujar Presiden BCC, Usep Mujani, pada Senin (12/01) di Lebak.
Selain itu, usep juga mengingatkan kehadiran pemerintah penting dalam proses recovery bencana longsor di Desa Cirompang terutama dalam merealisasikan janjinya untuk memberikan lahanuntuk relokasi warga desa.
“Kami dan masyarakat komitmen untuk gotongroyong membangun rumah dan fasilitas umum yang roboh, semuanya akan terbuat dari bambu dengan menggunakan konsep eco house, tinggal menunggu komitmen pemerintah untuk menyelesaikan lahan”, ucapnya.
Masyarakat yang tinggal di desa cirompang merupakan masyarakat adat bagian kaler (utara) dari kasepuhan banten kidul. Setiap musim hujan, Desa tersebut menjadi langganan bencana longsor.
Pukul 04.30 WIB pada sabtu (03/01) lalu. Longsor terjadi di kampung Sinar Galih yang mengakibatkan robohnya 9 rumah warga dan 24 rumah lainnya terancam karena setiap hari tanah terus bergerak dan retakan tanah makin meluas.
Sebelumnya, pada tahun 2013 juga terjadi longsor di kampung Pasir Buluh yang mengkibatkan 17 rumah warga roboh, akibatnya satu kampung direlokasi dengan cara swadaya, karena tidak ada bantuan pemerintah baik kabupaten maupun provinsi.
Menanggapi hal itu, pejabat sementara (Pjs) kepala desa Cirompang, Aefuddin menjelaskan, dari 7.324 Ha luasnya pemukiman di Desa Cirompang terdapat 30 persen lahan yang rawan longsor, tersebar di kampung sinar galih, Kampung Cibama Pasir, kampung Cirompang, kampung pasir buluh dan kampung Babakan Girang.
“Kami antusias dengan program penanaman dan pemberdayaan bambu yang dilakukan rekan-rekan BCC, kami setuju untuk dijadikan program desa. harapan masyarakat agar desa cirompang menjadi desa mandiri memiliki kesamaan visi dengan konsep eco village yang digagas BCC”, ujar Aefuddin.
Ia menambahkan, masyarakat meminta agar pemerintah baik kabupaten Lebak maupun provinsi Banten untuk segera memberikan lahan untuk relokasi puluhan warga yang tinggal di kampung sinar galih, mengingat hal ini yang paling penting karena tanah yang didiami warga terus bergerak.
“Warga harus segera direlokasi, sayangnya kami kesulitan mengakses lahan. Kami minta pemerintah kabupaten dan provinsi dapat memberikan bantuan”, pungkas Aefudin. (kt)
Sport5 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Sport5 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat
Sport5 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Kampus7 hari agoUIN Jakarta Tembus Peringkat 29 Dunia di QS World University Rankings by Subject 2026
Pemerintahan3 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel
Otomotif4 hari agoMobil Listrik Terbaik di Indonesia 2026: Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, Hingga ICAR V23
Bisnis4 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF




















