Airin Ajak Orang Tua Meluangkan Waktu Untuk Membaca Cerita Anak

By: Kamis, 1 November 2012

Para orangtua peserta didik diharapkan mampu menerapkan pola budaya membaca sejak dini. Banyak membaca selain menambah pengetahuan juga dapat membuka cakrawala dunia.

Demikian disampaikan Walikota Tangerang Selatan – Airin Rachmi Diany, saat membuka Jambore Perpustakaan dan Taman Bacaan di lapangan Pamulang, Rabu, 31 Oktober 2012. Di tengah kesibukan orangtua, diharapkan dapat meluangkan waktu membacakan cerita atau dongeng kepada anak-anaknya.

“Kalau kita membacakan atau bercerita, insya Allah kedekatan itu akan bisa terjalin hubungan emosional yang baik dan mendorong serta memotivasi anak untuk mau membaca,” kata Walikota Airin.

Bila sekarang ini telah terdapat sebanyak 42 taman bacaan dari sebelumnya hanya tujuh. Kedepannya diharapkan jumlah taman bacaan bisa bertambah lagi. Bisa melibatkan pihak swasta yang banyak sehingga mampu menyelenggarakan kegiatan lebih besar lagi.
Walikota Airin juga menginginkan memasyarakatnya wadah masyarakat gemar membaca (MAGMA) dengan target di setiap kecamatan terdapat satu taman bacaan. Faktanya menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat luar biasa terhadap taman bacaan yang ada.

 “Khawatir akan potensi anak-anak kita. Untuk jaman sekarang ini anak-anak sudah dapat menonton dan memilih tayangan televisi. Jarang sekali anak-anak mau membaca buku ilmu pengetahuan lainnya karena lebih memilih menonton tayangan televisi,” terangnya.

Walikota Airin juga menginstruksikan kepada Kepala Kantor Perpustakaan dan Kepala Dinas Pendidikan setempat, agar dapat menambah dan menfasilitasi taman bacaan dan di seluruh wilayah Tangsel. Kedepannya telah dirancang konsep bahwa setiap kecamatan harus ada satu perpustakaan.

Perputaran buku diharapkan juga dapat berjalan antar taman bacaan yang satu dengan lainnya. ‘Kita mengimbau kepada anak-anak untuk datang ke taman bacaan, satu pekan atau bulan, tapi koleksi bukunya harus variasi.  Apabila bukunya yang itu-itu saja, maka akan jenuh,” pesannya.

Seluruh pihak terkait harus melakukan kolaborasi – antar pemerintah dan swasta untuk mencari buku sebanyak-banyaknya. Kemudian koleksi buku-buku tersebut dapat disalurkan ke taman-taman bacaan yang telah ada.

Di tempat sama sebelumnya, Kepala Kantor Perpustakaan Kota Tangerang Selatan – Chaerudin, menjelaskan, landasan hukum penyelenggaraan acara ini diantaranya terdapat dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan nasional. Keberadaan perpustakaan menurutnya mampu memberikan pelayanan dan meningkatkan gemar membaca di kalangan masyarakat.

“Perpustakaan merupakan pembelajaran sepanjang hayat yang profesional, keterbukaan, demokrasi dan kemitraan. Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan budaya bangsa,” urai Chaerudin.

Pada kegiatan Jambore Perpustakaan dan Taman Bacaan ke-I Kota Tangerang Selatan ini, lanjut Chaerudin, sebagai aplikasi dan kegiatan syiar perpustakaan, maka dibuat beragam program antara ain, lomba cepat tepat, bedah dan bazzar buku, talk show, kecil-kecil punya program, mendongeng, stand perpustakaan dan demo masak.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan kebiasaan membaca dan mendorong masyarakat Tangerang Selatan menjadi gemar membaca,” harapnya. (bpti-ts/kt)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *