Connect with us

Rohani

Amalan Nisfu Sya’ban: Malam Penuh Ampunan dan Rahmat

Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban, yaitu malam tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriyah. Dalam tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya sebagaimana berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama, malam Nisfu Sya’ban dipandang sebagai momentum spiritual yang memiliki keutamaan besar untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, dan memperkuat hubungan vertikal maupun horizontal.

Pembahasan tentang Nisfu Sya’ban banyak dijelaskan oleh para ulama klasik maupun kontemporer, termasuk dalam berbagai kajian yang dimuat di NU Online, dengan pendekatan moderat dan berimbang antara dalil, pendapat ulama, serta praktik keagamaan umat Islam di Nusantara.

Makna Nisfu Sya’ban

Secara bahasa, nisfu berarti setengah, sedangkan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah. Dengan demikian, Nisfu Sya’ban bermakna pertengahan bulan Sya’ban.

Bulan Sya’ban sendiri memiliki kedudukan istimewa karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Dalam banyak penjelasan ulama, Sya’ban disebut sebagai bulan pengangkatan amal, sehingga dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sebagai persiapan menyambut Ramadhan.

Advertisement

Dalil dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

1. Malam Pengampunan Dosa

Sebagian hadis yang diriwayatkan oleh para ahli hadis menjelaskan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT melimpahkan ampunan kepada hamba-Nya, kecuali bagi orang yang masih berada dalam kemusyrikan dan permusuhan yang belum diselesaikan.

Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah menjelaskan bahwa meskipun sebagian hadis tentang Nisfu Sya’ban berstatus hasan atau diperselisihkan tingkat kesahihannya, namun keutamaannya tetap dapat diamalkan dalam konteks fadhailul a’mal (keutamaan amal), selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat.

2. Malam Turunnya Rahmat Allah

Dalam penjelasan ulama yang dikutip NU Online, malam Nisfu Sya’ban dipahami sebagai malam turunnya rahmat dan perhatian khusus Allah SWT kepada hamba-Nya. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam ini dengan doa, dzikir, dan shalat sunnah.

3. Momentum Introspeksi dan Rekonsiliasi

Keutamaan Nisfu Sya’ban juga berkaitan dengan pentingnya memperbaiki hubungan antarsesama manusia. Permusuhan dan kebencian yang masih tersimpan di hati menjadi penghalang turunnya ampunan Allah, sehingga malam ini menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan membersihkan hati.

Advertisement

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban

1. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Dzikir dan istighfar merupakan amalan utama yang dianjurkan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca astaghfirullahal ‘azhim, tasbih, tahmid, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Membaca Surat Yasin

Dalam tradisi keagamaan umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban merupakan amalan yang telah mengakar. Biasanya dibaca satu atau tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan doa Nisfu Sya’ban.

Amalan ini dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual, bukan sebagai kewajiban syariat, dan termasuk dalam tradisi amaliyah yang bersifat anjuran.

3. Shalat Sunnah

Ulama NU menjelaskan bahwa tidak ada shalat sunnah khusus dengan bilangan rakaat tertentu yang diwajibkan pada malam Nisfu Sya’ban. Namun, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat sunnah secara umum, seperti shalat malam, shalat taubat, atau shalat tasbih.

Advertisement

4. Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Puasa sunnah pada bulan Sya’ban, termasuk di sekitar tanggal 15, merupakan amalan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa ini menjadi latihan spiritual sekaligus persiapan menyambut Ramadhan.

Teks Doa Nisfu Sya’ban

Doa Nisfu Sya’ban (Arab)

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ.

إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ.

Allahumma ya dzal-manni wa la yumannu ‘alaih, ya dzal-jalali wal ikram, ya dzath-thauli wal in’am, la ilaha illa anta, zhahral laji’in, wa jâral mustajîrîn, wa amânal khâifîn.

Advertisement

In kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahrûman aw mathrûdan aw muqattaran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma bifadhlika syaqâwati wa hirmâni wa thardî wa iqtâra rizqî, wa atsbitnî ‘indaka fi ummil kitabi sa’îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât.

Artinya

“Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Memberi dan tidak pernah diberi, wahai Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Maha Panjang anugerah-Nya. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau adalah tempat berlindung orang-orang yang berharap, pelindung orang yang meminta perlindungan, dan pemberi rasa aman bagi orang yang takut.

Jika Engkau telah menetapkanku dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang rezekinya, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuslah dengan karunia-Mu kecelakaan, keterhalangan, dan kesempitan rezekiku itu. Tetapkanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan kebaikan.”

Penutup

Nisfu Sya’ban merupakan momentum spiritual penting bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan membersihkan hati. Dalam tradisi NU, malam ini dihidupkan dengan amalan yang bersifat taqarrub ilallah tanpa sikap berlebihan, sejalan dengan prinsip moderasi Islam.

Advertisement

Dengan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban secara proporsional dan berlandaskan tuntunan ulama, umat Islam diharapkan mampu menyongsong bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan kesiapan spiritual yang lebih matang.

Referensi

  1. NU Online – Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dan Penjelasan Ulama

  2. NU Online – Amalan Malam Nisfu Sya’ban Menurut Ulama Ahlussunnah

  3. NU Online – Doa Malam Nisfu Sya’ban Lengkap Arab, Latin, dan Arti

  4. NU Online – Hukum dan Amaliyah Nisfu Sya’ban dalam Tradisi NU

  5. Kitab klasik: Husnul Bayan fi Fadhli Nisfi Sya’ban

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer