Connect with us

Lifestyle

Apakah Main Video Games Tingkatkan Risiko ADHD Pada Anak?

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 1 dari 10 anak yang berusia antara 15-17 tahun didiagnosis mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah suatu gangguan perilaku yang membuat anak berperilaku impulsif (tidak berpikir panjang sebelum bertindak), hiperaktif, hingga sulit berkomunikasi dengan orang lain. Sejauh ini belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab ADHD. Namun, ada yang bilang terlalu sering main video game bisa jadi pencetus ADHD pada anak. Benarkah begitu?

Hubungan video game dan ADHD pada anak

David Anderson, Ph.D., seorang psikolog klinis di Child Mind Institute menerangkan bahwa sampai saat ini belum ada bukti kuat yang dapat memastikan kalau kecanduan main video game bisa menimbulkan ADHD pada anak. Namun, anak-anak yang gemar bermain video game berisiko tinggi untuk mengembangkan gejala ADHD beberapa tahun kemudian.

Bermain permainan apa pun, termasuk video game, memang membutuhkan keterampilan dan fokus yang tinggi. Hal inilah yang kadang tanpa sadar memicu perubahan dalam otak anak, sehingga permainan tersebut seolah-olah hadir dalam kehidupannya secara nyata.

“Seorang anak yang mengalami ADHD umumnya gampang bosan dan hilang fokus terhadap sesuatu yang sedang ditekuninya,” tutur David Anderson lebih jauh. Secara tidak langsung, anak mungkin saja meluapkan hal yang tidak bisa ia capai dalam permainannya, ke dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam caranya berperilaku dan berkomunikasi dengan orang lain.

Advertisement

Hal ini turut diperkuat oleh hasil sebuah penelitian dalam Journal of American Medical Association (JAMA). Menurut Adam Leventhal, Ph.D., selaku dosen psikologi di University of Southern California, anak-anak penggemar berat gadget apa pun punya risiko dua kali lebih besar mengalami ADHD di kemudian hari. Khususnya anak yang hobi bermain game — entah itu game konsol, game di komputer, maupun game online yang ada di HP.

Sebenarnya, ini adalah lingkaran setan

Efek dari kecanduan main game tidak hanya berisiko dialami oleh anak tanpa ADHD. Kondisi anak yang sebelumnya telah didiagnosis memiliki ADHD pun bisa semakin parah, ketika frekuensi bermain video game-nya tidak terkontrol.

Berbeda dengan teman-teman sebayanya, ADHD pada anak akan membuatnya bermasalah dengan perhatian. Mereka cenderung sulit memfokuskan pikirannya sendiri.

Advertisement

Dibandingkan dengan saat belajar di kelas yang hanya mengandalkan suara dari guru, pikiran anak dengan ADHD jauh lebih mudah terpusat ketika sedang berkonsentrasi memenangkan suatu permainan. Pasalnya, permainan turut melibatkan berbagai efek khusus seperti bantuan dari musik, pencahayaan, dan visual yang tampak menarik.

Sensasi ini akan semakin menjadi-jadi saat usaha anak tersebut berbuah manis karena berhasil memenangkan permainan favoritnya. Sebaliknya, kekalahan dalam permainan justru bisa membuat anak hilang fokus dan melampiaskannya melalui tindakan dengan orang lain di lingkungan sekitar. Ini biasanya karena anak yang mengalami ADHD masih harus berlatih dalam mengendalikan perhatian mereka.

Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Douglas A. Gentile, Ph.D. di Singapura menyimpulkan bahwa permainan dengan tingkat kesulitan yang tinggi bisa membuat seorang anak mudah bertindak sesuka hati dan susah berkonsentrasi.

Mudahnya, bisa dikatakan bahwa semua kondisi ini diibaratkan sebagai “lingkaran setan” yang saling berhubungan satu sama lain. ADHD berisiko dialami oleh anak normal yang kecanduan main video game, dan anak yang punya ADHD cenderung kecanduan main video game.

Advertisement

Bagaimana orangtua harus bersikap?

Sebenarnya sah-sah saja untuk membiarkan anak bermain video game, karena toh kemampuan motorik, berpikir, dan emosional anak akan ikut terlatih. “Namun, tentu saja melakukan apa pun secara berlebihan bisa membawa dampak buruk yang tidak Anda harapkan,” tutur dr. Eugene Arnold, psikiater anak di Ohio State University, Amerika Serikat.

Sebagai solusinya, beri batasan terhadap kebiasaan anak saat bermain video game. Jangan ragu untuk mengatakan, “Kamu boleh main, tapi satu jam saja, ya!”

Awalnya mungkin cukup sulit untuk menerapkan hal ini, bahkan tak jarang anak malah akan tampak tidak terima dengan peraturan yang Anda berikan.

Jika ini terjadi, coba berikan pengertian pada anak atau ajak ia berdiskusi dan membuat keputusan bersama. Paling tidak, berikan jeda waktu di sela-sela kesibukannya bermain game dan jangan biarkan kebiasaan ini berlanjut terus setiap hari tanpa henti.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport1 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional4 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Populer