Connect with us

Lifestyle

Apakah Saya Harus Jalani Skrining Genetik Saat Hamil? • Hello Sehat

Gen dalam tubuh kita tidak hanya memengaruhi karakteristik fisik seperti warna mata dan bentuk hidung, tapi juga menentukan risiko terhadap penyakit atau kelainan genetik yang dapat memengaruhi kesehatan kita sampai tua nanti.  Saat ini, sudah ada ribuan jenis tes genetik yang tersedia di berbagai rumah sakit. Salah satunya adalah tes genetik prenatal yang ditujukan untuk ibu hamil di trimester pertama. Skrining ibu hamil bertujuan mengevaluasi risiko masalah kesehatan seperti cacat bawaan yang mungkin timbul pada bayi mereka.

Sayangnya meski manfaat tes genetik tidak bisa dipandang sebelah mata, pemeriksaan medis ini masih diselimuti oleh perdebatan pro dan kontra.

Cacat bawaan, penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia

Kementerian Kesehatan Indonesia lewat rilis medianya mencatat bahwa kelainan bawaan sampai saat ini berkontribusi cukup besar menjadi penyebab kematian bayi baru lahir (neonatal). Data WHO SEARO tahun 2010 memperkirakan kasus kelainan bawaan di Indonesia adalah 59.3 per 1000 kelahiran hidup. Artinya jika ada 5 juta kelahiran bayi di Indonesia dalam satu tahun, maka ada sekitar 295 ribu kasus kelainan bawaan per tahun.

Advertisement

Congenital Talipes Equino-Varus (CTEV) atau juga disebut dengan “kaki O” merupakan kasus kelainan bawaan terbanyak di Indonesia. Kemudian disusul oleh cacat tabung saraf (spina bifida, anencephaly, dan meningochele) dan bibir sumbing. Kelainan bawaan juga merupakan penyebab terbesar dari bayi lahir mati dan aborsi spontan.

Skrining ibu hamil lewat tes genetik bisa bantu prediksi risiko cacat bawaan

Penyebab utama dari kelainan kongenital adalah faktor genetik. Cacat bawaan dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Namun, kasusnya paling banyak terjadi selama trimester pertama ketika sedang terjadi pembentukan organ-organ vital janin. Itu kenapa tidak sedikit spesialis kandungan yang merekomendasikan skrining ibu hamil di awal trimester satu atau dua.

Hasil tes genetik prenatal kemudian akan diperhitungkan bersama faktor risiko lainnya, seperti usia ibu, latar belakang etnis pasangan, dan riwayat gangguan genetik dalam pohon keluarga untuk melihat apakah bayi mereka berisiko memiliki cacat bawaan tertentu yang mungkin diwariskan dari orangtuanya. Skrining genetik prenatal juga dapat melihat risiko kemungkinan kelainan bawaan lainnya seperti Down syndrome, cystic fibrosis,  atau anemia sel sabit.

Namun, tes genetik prenatal sering memunculkan hasil positif palsu

Di sisi lain, dr. Andrea Greiner, dokter spesialis ibu dan janin di Rumah Sakit Iowa State University, mengatakan bahwa pemeriksaan skrining genetik dapat memberikan hasil positif palsu. Hasil ini dapat mungkin akan memengaruhi kondisi emosional calon ibu. Setelah melihat hasil tes abnormal tersebut, mereka mungkin jadi percaya dan cemas bahwa bayinya nanti pasti akan terlahir memiliki kelainan genetik.

Advertisement

Keyakinan semu ini kemudian dapat sangat memengaruhi keputusan si calon ibu terhadap kehamilannya. Tidak sedikit wnita hamil yang berpikiran untuk langsung menggugurkan kandungannya atau aborsi ketika menerima hasil tes positif palsu. Terburu-buru membuat keputusan fatal di bawah tekanan berat seperti ini tentu dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janinnya di kemudian hari.

Nyatanya, hasil skrining ibu hamil bukanlah keputusan ketok palu. Perlu dipahami bahwa skrining genetik prenatal bisa saja memperlihatkan hasil yang keliru. Ada juga kemungkinan pemeriksaan skrining genetik tidak dapat mendeteksi kelainan genetik secara akurat, meskipun sebenarnya risiko itu ada.

Pasalnya skrining genetik hanya bertujuan untuk mengukur seberapa besar risiko terjadinya kelainan genetik pada janin, tapi tidak dapat menyimpulkan secara pasti apakah anak tersebut benar-benar akan terlahir cacat. Maka, tes skrining genetik sebenarnya harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan diagnostik untuk benar-benar memastikan risiko tersebut.

Apa itu pemeriksaan diagnostik?

Pemeriksaan diagnostik adalah jenis tes yang lebih akurat dan dapat diandalkan memunculkan hasil yang konsisten jika dibandingkan dengan skrining genetik saja.

Advertisement

Tes diagnostik dapat mendeteksi banyak kondisi genetik yang disebabkan oleh cacat pada gen atau kromosom. Pemeriksaan tersebut umumnya dapat memberi tahu calon orang tua apakah janin mereka memiliki masalah genetik tertentu atau tidak.

Greiner mengatakan bahwa pemeriksaan diagnostik genetik juga dapat membantu calon orangtua untuk merencanakan dan mempersiapkan diri serta kondisi rumah untuk bayi yang mungkin memiliki kebutuhan khusus.

Di sisi lain, beberapa pemeriksaan diagnostik memiliki berbagai risikonya tersendiri, seperti risiko keguguran.

Apa saya perlu tes genetik dan diagnostik sekaligus?

Keputusan untuk menjalani tes genetik prenatal sepenuhnya ada di tangan masing-masing calon ibu setelah mempertimbangkaanya dengan pasangan dan berdiskusi dengan dokter. Para wanita juga perlu kembali bertanya pada diri sendiri bagaimana atau seperti apa kemungkinan respon mereka terhadap kemungkinan terburuknya.

Advertisement

Hasil tes skrining dan diagnostik yang murni positif tidak dapat diubah, diperbaiki, ataupun diobati. Itu kenapa jika Anda menerima hasil positif, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mendiskusikan dengan dokternya mengenai pilihan perawatan, pengobatan, atau penangggulangan risikonya selama masa kehamilan sampai nanti melahirkan.

Periksakan diri dan pasangan sebelum berencana hamil

Tidak semua jenis skrining genetik harus dilakukan ketika wanita sudah hamil. Untuk mengantisipasi risiko penyakit pada calon jabang bayi, Anda dapat menjalani pemeriksaan genetik lebih dulu bahkan sebelum benar-benar berencana hamil. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan oleh calon ayah untuk mengetahui apakah ia membawa gen kelainan tertentu yang dapat diwarisi kepada keturunannya nanti.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan1 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport2 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi2 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport3 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport3 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten3 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport3 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten3 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum3 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis4 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan4 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten4 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum4 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum4 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum4 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport5 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis2 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis2 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis2 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer