APP Sinar Mas Berbagi Kesuksesan Dalam Penghematan Energi

By on Minggu, 24 Desember 2017

Nasional — Pindo Deli Pulp and Paper Mills – Karawang, salah satu unit industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, telah menghemat energi secara signifikan setelah satu tahun menerapkan Clean Manufacturing Program (CMP) dalam proses produksi pulp dan kertasnya. Pindo Deli mencatat pengurangan penggunaan energi sebanyak 10% pada tahun pertama penerapan CMP, dua kali lipat lebih besar dari target awal. Proyek ini merupakan kolaborasi antara APP Sinar Mas dan IDH the Sustainable Trade Initiative. Penurunan penggunaan energi tersebut di Pindo Deli juga berkontribusi terhadap 5% pengurangan emisi gas rumah kaca.

Setelah satu tahun menerapkan program tersebut Pindo Deli Karawang berbagi pengalaman dengan beberapa pabrik lain dalam sebuah workshop yang difasilitasi oleh Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). Workshop ini bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan dan metode praktik terbaik sebagai bagian dari upaya APP Sinar Mas untuk mendukung implementasi inisiatif konservasi energi di seluruh rantai bisnis mereka.

“Untuk benar-benar mewujudkan ambisi yang sejalan dengan Paris Agreement, seluruh aktor yang terlibat harus berkontribusi bersama dalam memitigasi perubahan iklim. APP Sinar Mas siap melengkapi upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan hal ini. Fokus pada efisiensi energi dapat menciptakan perbedaan yang cukup signifikan. Tak hanya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga membantu APP Sinar Mas untuk menjadi lebih efisien dalam pengelolaan bisnis. Prestasi yang telah diraih Pindo Deli menjadi contoh konkret dalam hal ini,” kata Elim Sritaba selaku Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, 21 Desember 2017.

Pencapaian Pindo Deli, kata Elim, juga membantu APP Sinar Mas dalam memenangkan Sustainable Business Awards dalam kategori Best Energy Management.

“Kami sangat bersemangat untuk berbagi pengalaman dan kami akan terus berusaha berbuat lebih untuk mendukung seluruh proses produksi kami menjadi lebih efisien secara energi. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjadi pelaku bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan serta dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” urainya.

Sementara itu, IDH Indonesia Country Director, Fitrian Ardiansyah mengatakan, rantai pasokan yang berkelanjutan hanya dapat diraih apabila praktik berkelanjutan dalam meminimalisasi penggunaan material dan energi benar-benar diterapkan dalam sektor-sektor dan rantai bisnis terkait. Inovasi seperti yang dikembangkan dan diterapkan oleh Pindo Deli, menunjukkan bahwa penghematan energi dan penggunaan material dapat benar-benar dilakukan.

“Kami juga berharap bahwa ini merupakan langkah awal yang baik untuk berkontribusi terhadap target nasional yang tertuang dalam NDC, serta dapat ikut diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain dan pemangku kepentingan dalam industri pulp dan kertas, baik di Indonesia maupun di negara lainnya. Keberlanjutan seharusnya dapat menjadi sebuah norma, sehingga industri dapat beroperasi dengan lebih produktif, efisien dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Program CMP menekankan pada tujuan APP Sinar Mas untuk melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca yang lebih besar, sebagaimana tertuang dalam Roadmap Vision 2020. Program tersebut juga melengkapi tujuan Nationally Determined Contribution (NDC) pemerintah Indonesia, yang mencakup target 29% pengurangan emisi gas rumah kaca tanpa syarat pada tahun 2030. APP Sinar Mas mulai mengimplementasikan CMP di kuartal keempat tahun 2016 untuk mengidentifikasi peluang-peluang yang ada guna meningkatkan efisiensi energi, sekaligus menerapkan tolak ukur dalam mencapai titik penghematan energi maksimal dan emisi karbon baik untuk jangka waktu singkat maupun panjang.

Guna meminimalkan risiko serta mengidentifikasi potensi untuk menjadi lebih baik, sebuah audit energi yang komprehensif dilakukan terhadap mesin-mesin produksi kertas dan fasilitas pembangkit listrik Pindo Deli pada Januari 2017. Audit tersebut melibatkan konsultasi substantif dengan pihak-pihak terkait untuk meninjau ulang sistem operasi, inspeksi peralatan dan evaluasi performa. Hasil audit memperlihatkan daftar sekitar 40 proyek – lengkap dengan rencana penerapan dan indikasi terhadap penghematan, investasi dan keuntungan sebelum pajak – yang harus dicapai pada akhir tahun 2019 untuk meraih target 20% penghematan listrik dan 35% penghematan konsumsi energi termal. Dalam implementasi proyek tersebut, Pindo Deli menerapkan pendekatan bertahap, untuk mencapai angka investasi lebih rendah dan Return on Investment (ROI) lebih tinggi sebagai prioritas di tahun 2017. (red/fid)