Connect with us

Kabartangsel.com – Provinsi Banten keluar sebagai juara umum pada Festival Seni Kaligrafi Islam Rahmatan Lil’alamin Tingkat Nasional Tahun 2017 yang digelar oleh Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama (Kemenag RI) di Asrama Haji Pondok Gede pada Selasa hingga Kamis, 7- 9 November 2017.

Festival Seni Kaligrafi Islam Rahmatan Lil’alamin Tingkat Nasional Tahun 2017 ini digelar sebagai upaya untuk terus merawat dan melestarikan kesenian kaligrafi di tanah air. Kaligrafi merupakan bagian dari seni keagamaan Islam yang khas di antara berbagai seni rupa Islam. Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian seni budaya Islam di tanah air agar terus eksis di tengah kemajuan zaman. Selain itu, seni kaligrafi merupakan salah satu cara untuk melestarikan Kitab Suci Al-Quran dan bagian dari seni rupa Islam yang memiliki ciri khas pada seni menulis indah. Kaligrafi di dalam sejarah Islam merupakan salah satu alat untuk melestarikan Al-Quran.

“Tidak ada yang dapat menyangkal, betapa besar sumbangsih Al-Quran dalam membangun tradisi tulis-baca di kalangan umat Islam, khususnya bangsa Arab tempo dulu. Kehadiran Islam telah mendorong revolusi perkembangan tradisi bangsa Arab,” kata Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin seperti dilansir Kemenag Tangsel.

Advertisement

Menurut Menag, perkembangan kaligrafi di Nusantara juga tak kalah menariknya. Dalam beberapa dekade terakhir Kaligrafi Islam mulai menjadi primadona, tak hanya di kalangan santri pondok pesantren tapi juga akademisi, pejabat, pengusaha, dan sebagainya. Kini tak sulit menemukan karya seni rupa kaligrafi Islam yang bertengger di berbagai tempat: masjid, gedung-gedung megah, rumah-rumah mewah, sekolah-sekolah, hingga gubug reyot sekalipun. Inilah gambaran revolusi kaligrafi di Indonesia yang pada giliranya melahirkan ribuan kaligrafer produktif.
.
“Saya mendapatkan informasi bahwa para kaligrafer muda Indonesia sangat aktif mengikuti sejumlah kompetisi dalam bentuk sayembara kaligrafi Internasional, seperti International Islamic Calligrapy Competition di Turki, Al-Burda di Dubai Uni Emirat Arab, As-Safir di Irak, Mustaqbal di Turki, Al-Baraka di Turki, Peraduan Menulis Khath ASEAN di Brunei Darussalam, dan lain-lain,” ujar Menag.

Yang lebih membanggakan lagi, tambahnya, para kaligrafer muda Indonesia telah mampu menunjukkan keunggulannya dengan meraih posisi terbaik dalam berbagai kategori yang dimusabaqahkan pada even-even internasional tersebut. Fakta ini menunjukkan capaian yang sangat membanggakan putra-putri terbaik bangsa ini di kancah internasional. Kini dunia Internasional mulai membuka mata tentang potensi Indonesia sebagai sentra pengembangan kaligrafi dunia.

“Maka kita patut optimistis untuk dapat mewujudkan Indonesia menjadi salah satu kiblat kaligrafi dunia, setelah Turki, Irak, dan Mesir. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, akan terus mendukung tampilnya Indonesia menjadi Kiblat Baru Kaligrafi Dunia,” tandasnya.

Ada 8 kategori lomba pada Festival Seni Kaligrafi Islam Rahmatan Lil’alamin Tingkat Nasional Tahun 2017 ini, yaitu Kategori Sayembara Kaligrafi, Kategori Kaligrafi Hiasan Mushaf Pria, Kategori Kaligrafi Hiasan Mushaf Wanita, Kategori Kaligrafi Dekorasi Pria, Kategori Kaligrafi Dekorasi Wanita, Kategori Kaligrafi Kontemporer Pria, Kategori Kaligrafi Kontemporer Wanita, dan Kejuaraan Umum & Urutan 6 Besar

Advertisement

Provinsi Banten keluar sebagai juara umum dengan memperoleh nilai 13, peringkat kedua diraih Kalimantan Utara dengan nilai 7, dan peringkat ketiga diraih oleh Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Riau, masing-masing dengan nilai 6. Sementara peringkat keempat diraih Jambi dan Bali dengan nilai 5, peringkat kelima diraih Sumatera Selatan dengan nilai 2, dan peringkat keenam diraih Jawa Barat dengan nilai 1.

Dewan juri pada Festival Seni Kaligrafi Islam Rahmatan Lil’alamin Tingkat Nasional 2017 antara lain Dr. K.H. D. Sirojudin AR, M.Ag, Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, H. Isep Misbah, S.Ag, dan Dr. Achmad Haldani D, M.SN. (rls/fid)

 

Advertisement

Populer