JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap sindikat penipuan penjulan Alat Pelindung Diri (APD) sindikat internasional. 3 pelaku diamankan dalam pengungkapan ini.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan pengungkapan kasus ini diawali dengan adanya surat dari Divisi Hubinter Polri kepada Dittipid Siber tentang adanya korban penipuan WN Hongkong yang menjadi korban penipuan online internasional. Dalam proses penuelidikan, ternyata para pelaku telah melakukan penipuan terhadap 9 korban, 2 WNA dan 7 WNI.
“Para pelaku memanfaatkan situasi wabah Covid-19 di Indonesia untuk menjual masker melalui akun instagram @literasiwa_ dengan cara memposting gambar, video dan tulisan penjualan masker sensi dengan harga murah, yaitu 1 kotak seharga 75.000, 1 dus seharga 1.700.000,” ucap Brigjen Awi Setiyono, Senin (8/6/2020).
Awi menjelaskan ketiga pelaku yang diamankan yaitu YF yang berperan sebagai yang menjual masker dengan harga murah pada akun instagram @literasiwa_, lalu MF sebagai pemilik rekening penampungan uang hasil kejahatan dan MG sebagai pengelola keuangan yang selanjutnya dibagikan uang tersebut kepada 2 tersangka lainnya.
“Untuk meyakinkan pembeli, para pelaku menggunakan bukti pembayaran dan screenshot komunikasi dengan para korban sebagai testimoni pembelian guna menarik pembeli lainnya,” jelasnya
Korban pun, lanjut Awi, tergiur tawaran pelaku di media sosial. Setelah korban transfer sejumlah uang, barang ternyata tak diterima oleh para korban.
“Kemudian para korban yang tertarik menghubungi no handphone pelaku yang tercantum pada caption di instagram @literasiwa_ melalui aplikasi whatsapp. Setelah para korban melakukan transfer uang pembelian, barang yang dijanjikan tidak dikirimkan,” jelasnya.
“Untuk menghilangkan jejak, pelaku mengganti nomor yang dipergunakan saat berkomunikasi dengan para korban, dan mengganti ganti nama akun Instagram yang dipakai,” sambung dia.
Dalam penangkapan ini, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 7 unit HP, 5 kartu ATM, 1 buku tabungan, 9 SIM Card, 2 jam tangan, 2 pakaian dan 1 akun Instagram.
Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau 378 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun s/d 20 tahun. (rls)
Nasional2 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Bisnis2 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan2 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis7 hari agoQurban Asyik Luncurkan Aplikasi Versi Terbaru, Kurban Kini Lebih Mudah
Bisnis2 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Bisnis2 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Hukum11 jam agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur
Pemerintahan2 hari agoSambut Idulfitri 2026, Pilar Saga Ichsan Bersama Kemenhub Lepas Peserta Mudik Gratis dari Terminal Pondok Cabe











