Lifestyle
Begini Cara Mengukur Tinggi Badan Ideal Pada Orang Dewasa

Selama ini Anda mungkin sudah berusaha keras mengendalikan berat badan dengan menimbang secara rutin. Namun, sudahkah Anda memperhatikan tinggi badan Anda? Ya, panjang badan dari ujung kaki ke ujung kepala turut berperan penting untuk menentukan apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum, lho! Bahkan, bisa jadi Anda tidak sadar bahwa selama ini tinggi badan Anda masih kurang dan tidak sesuai dengan usia Anda saat ini.
Berapa idealnya tinggi badan orang dewasa?
Jika diperhatikan, tinggi badan orang dewasa di Indonesia tentu tidak sama dengan orang asal Amerika Serikat. Ya, orang Indonesia cenderung mempunyai tubuh yang lebih pendek daripada orang Amerika. Hal ini menunjukkan bahwa ras dan keturunan adalah satu dari beberapa faktor yang memengaruhi tinggi atau pendeknya tubuh seseorang.
Menurut sebuah studi pada anak kembar dalam jurnal Nature Genetics tahun 2015, sebanyak 60-80 persen perbedaan tinggi pada setiap orang ditentukan oleh faktor keturunan. Sementara sisanya, yaitu 20-40 persen ditentukan oleh asupan nutrisi dan faktor lingkungan lainnya.
Bukan cuma berat badan saja, pengukuran panjang badan juga penting untuk mendeteksi risiko penyakit, lho! Para ahli menemukan bahwa orang dewasa yang tubuhnya pendek (kurang dari 160 cm) berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan kardiovaskular, daripada orang dewasa yang lebih tinggi. Lalu, berapa idealnya tinggi badan orang dewasa di Indonesia?
Dilansir dari Angka Kecukupan Gizi milik Kementerian Kesehatan RI, tinggi badan ideal untuk pria di Indonesia usia 19-64 tahun adalah 168 cm. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa angka ini ideal untuk pria dengan status gizi normal dan berat badan sekitar 60-62 kg.
Sementara itu, tinggi badan ideal untuk wanita di Indonesia usia 19-64 tahun adalah 159 cm. Lagi-lagi dengan catatan, angka ini ideal untuk wanita dengan status gizi normal dan berat badan sekitar 54-55 kg.
Namun bagaimanapun, tinggi yang ideal tetap saja ditentukan oleh berat badan Anda. Begitu juga sebaliknya, berat badan ideal juga dipengaruhi oleh tinggi badan. Nah, untuk mengetahui ideal atau tidaknya berat badan, Anda bisa menghitungnya dengan menggunakan kalkulator BMI atau pada tautan berikut bit.ly/indeksmassatubuh.
Cara mengukur tinggi badan dengan tepat di rumah

Mengukur tinggi badan di rumah memang susah-susah gampang. Salah teknik sedikit saja, hasil pengukurannya bisa meleset dan tidak akurat. Hasilnya malah membuat Anda terlihat lebih tinggi atau lebih pendek dari yang seharusnya.
Tenang, Anda bisa meminta bantuan saudara atau keluarga untuk membantu mengukur tinggi badan Anda. Supaya lebih mudah, gunakan microtoise atau alat pengukur tinggi yang dipaku di tembok agar hasilnya akurat.
Cara mengukur tinggi badan yang tepat adalah sebagai berikut.
- Berdiri dengan tegak membelakangi tembok vertikal yang lurus dan tidak terhalang oleh benda apa pun. Pastikan juga lantainya datar dan keras.
- Lepas alas kaki, topi, ikat rambut, kepang rambut, atau aksesoris lainnya yang bisa mengganggu pengukuran. Benda-benda tersebut akan menghalangi kepala Anda menempel pada tembok.
- Pastikan bagian kepala, pundak, bokong, dan tumit Anda menempel pada permukaan tembok. Ini akan membantu Anda berdiri dengan tegak dan lurus.
- Pandangan lurus ke depan.
- Mintalah teman atau saudara Anda untuk menarik microtoise hingga menyentuh rambut dan pas mengenai kepala. Kalau tidak punya, Anda bisa meletakkan penggaris ke atas kepala dengan lurus, lalu berikan tanda pada tembok menggunakan spidol. Ukur tinggi badan dari permukaan lantai sampai ke tanda di tembok menggunakan meteran atau pita ukur.
- Catat hasil pengukuran.
Memasuki usia 18-20 tahun, penambahan tinggi pada tubuh akan berhenti dan juga bisa menurun. Hal ini disebabkan karena lempeng pertumbuhan pada tulang sudah menutup sehingga badan tidak bisa lagi bertambah tinggi.
Namun tenang dulu. Anda sebetulnya masih bisa memaksimalkan pertumbuhan tinggi Anda dengan makan makanan yang mengandung vitamin dan mineral sejak kecil sampai remaja. Terutama makanan yang mengandung tinggi vitamin D, kalsium, dan protein.
Vitamin D dan kalsium berperan penting untuk memaksimalkan pertumbuhan gigi dan tulang. Sedangkan makanan sumber protein seperti daging, telur, dan kacang-kacangan juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang.
Kabartangsel.com
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Banten4 minggu agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Banten4 minggu agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien






























