Connect with us

Lifestyle

Bullying Antar Saudara Kandung di Rumah Tingkatkan Risiko Gangguan Psikotik Saat Dewasa

Anda mungkin lebih familiar dengan kasus bullying di sekolah atau institusi pendidikan lainnya. Namun, bullying ternyata juga bisa terjadi di rumah antara kakak beradik. Bullying saudara kandung bukan semata kenakalan atau pertengkaran yang umum dilakukan kakak-adik di rumah. Bullying adalah bentuk penindasan yang menggunakan kekerasan, ancaman, atau paksaan secara verbal maupun fisik untuk mengintimidasi orang lain. Dalam tindak bullying, ada niat dan rencana untuk menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan bagi korban, baik fisik maupun emosional.

Bullying terjadi ketika ada ketidakseimbangan kekuatan, yang juga bisa terjadi pada hubungan kakak beradik. Orang-orang yang pernah di-bully di masa kecilnya dilaporkan cenderung lebih rentan mengalami masalah mental sewaktu dewasa. Inilah bahaya bullying di rumah yang perlu lebih diwaspadai setiap orangtua.

Bahaya bullying antar saudara kandung: picu gangguan mental di masa depan anak-anak

Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh University of Warwick melaporkan mengenai bahaya bullying yang dilakukan oleh saudara kandung dalam keluarga. Peneliti menemukan bahwa tindak penindasan yang dilakukan kakak kepada adik atau sebaliknya dapat memicu perkembangan gangguan psikotik hingga 3 kali lipat saat korbannya dewasa nanti.

Advertisement

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Dieter Wolke dari Departemen Psikologi ini dilakukan pada sekitar 3.600 anak-anak berusia 12 tahun dengan menjawab kuesioner secara rinci tentang tindakan intimidasi khas bullying yang terjadi di rumah. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 664 remaja merupakan korban bullying dari saudara kandungnya, sementara 486 di antaranya adalah pelaku bullying terhadap saudaranya, dan 771 sisanya sebagai korban dan juga pelaku bullying.

Enam tahun kemudian, tepatnya setelah mereka berusia 18 tahun, anak-anak ini diminta untuk menjalani pemeriksaan klinis guna menilai kecenderungan mereka terhadap gejala psikotik. Hasil pemeriksaan kuesioner dan pemeriksaan medis menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam tindak bullying di rumahnya dengan saudara kandung mereka sendiri — baik sebagai pelaku, korban, ataupun keduanya – lebih rentan untuk mengalami gangguan psikotik, seperti skizofrenia dan gangguan bipolar, dibandingkan anak-anak lainnya yang tidak mengalami bullying di rumah.

Beberapa anak yang menjadi korban bullying dari saudara kandunganya sendiri juga rentan mengalami masalah emosional sejak usia dini. Bahkan, mereka akan cenderung mudah putus asa, selalu merasa kesepian, depresi, dan terisolasi.

Bahaya bullying di rumah juga bisa berdampak terhadap kemampuan akademisnya di sekolah

Menurut Slava Dantchen yang merupakan salah seorang peneliti, jika selain di rumah bullying juga terjadi di sekolah, maka risiko anak untuk mengalami gangguan psikotik akan jauh lebih tinggi karena ia merasa sudah tidak lagi memiliki tempat yang aman.

Advertisement

Selain itu, efek bullying juga bisa berdampak nyata pada kesehatan anak. Anak korban bully berisiko 3 kali lipat untuk alami sakit kepala berulang dan sulit tidur. Lebih lanjut, anak-anak yang menjadi pelaku sekaligus korban bully memiliki enam kali lipat peluang untuk mengompol, empat kali lipat untuk mengalami nafsu makan buruk, dan tiga kali lipat peluang mengidap sakit perut.

Di masa depan, stres psikis dan fisik berkelanjutan bukannya tidak mungkin menyebabkan performa akademisnya menurun dratis.

Singkatnya, adanya masalah pada hubungan sosial anak – entah dengan teman atau saudaranya – bisa menjadi tanda awal untuk mengembangkan gangguan fisik dan mental di kemudian hari.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengetahui adanya bullying antar saudara?

Siapa pun yang terlibat, di mana pun lokasinya, bagaimana pun caranya, dan kapan pun hal tersebut terjadi, bullying tidak boleh dipandang sebelah mata apalagi benar-benar tidak dihiraukan. Sebagai orangtua, Anda bertugas sebagai penengah utama atas tindakan apapun yang dilakukan oleh buah hati Anda, termasuk kekerasan terhadap saudaranya sendiri.

Advertisement

Persaingan antar saudara adalah hal normal. Namun, dikutip dari Very Well Family, Anda harus mengenali betul mana persaingan yang sehat dan mana yang berpotensi memicu kekerasan. Persaingan yang sehat dapat dilihat ketika tindakan yang dilakukan salah satu anak menjadi acuan bagi saudaranya untuk bisa lebih baik. Namun ketika persaingan berubah menjadi tindak penindasan, pelecehan, serta kekerasan baik secara fisik maupun verbal yang berulang tandanya perilaku ini tidak lagi normal. Terlebih jika sampai mengucilkan dan mengasingkan si korban.

Meski mungkin sulit untuk menengahi pertengaran antar saudara, lakukanlah sedini mungkin dengan langkah yang tepat untuk menghindarinya menjadi tindak bullying di rumah. Sejak dini, ajarkan anak-anak Anda cara memecahkan masalah yang baik. Ajarkan dan minta juga mereka untuk memperlakukan sesama saudara dengan sopan dan hormat.

Jika anak-anak tidak pernah diajarkan bagaimana caranya untuk bekerja sama dan memecahkan masalah, maka mungkin saja mereka akan menggunakan tindakan yang salah demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Ingat, rumah seharusnya menjadi tempat yang aman dengan perlakukan yang sama bagi setiap anggota keluarga. Tentu, tujuannya agar semua anggota keluarga – terutama anak-anak – selalu merasa dicintai, dibutuhkan, dan diperlakukan dengan istimewa.

Advertisement

Artikel Berjudul ” Bullying Antar Saudara Kandung di Rumah Tingkatkan Risiko Gangguan Psikotik Saat Dewasa ” Bersumber dari Situs Hello Sehat.

Source

Pemerintahan14 jam ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan14 jam ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport2 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi2 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi2 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport3 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport3 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten3 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport3 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten3 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum3 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis4 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan4 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten4 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum4 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum4 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum4 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport5 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan1 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis2 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis2 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis2 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis2 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis2 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis2 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis2 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis2 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Bisnis2 minggu ago

Menu Baru Burger Bangor

Populer