Camilan Pedas Ternyata Bisa Merusak Kantong Empedu. Kok Bisa, Ya?

By on Selasa, 25 September 2018

Bagi Anda pecinta makanan pedas tentu sudah kebal dengan sensasi panas yang meledak-ledak di mulut. Apalagi bila hanya sekadar makan snack pedas yang porsinya tak seberapa. Meskipun tampak tidak berbahaya, bukan berarti Anda bisa makan snack pedas sepuasnya, lho. Pasalnya, camilan pedas nyatanya bisa menggerogoti kantong empedu Anda secara perlahan.

Kebanyakan makan camilan pedas bisa merusak kantong empedu

Sumber: Clean Food Crush

Snack alias makanan ringan dengan rasa pedas terkadang membuat beberapa orang jadi ketagihan. Ini karena zat kimia dalam cabai yang disebut dengan capsaicin dapat memicu sekresi endorfin, hormon yang dapat meredakan stres dan memicu rasa bahagia. Maka tak heran jika setelah makan makanan pedas, Anda bisa jadi lebih rileks dan justru ketagihan untuk menyantapnya lagi dan lagi.

Namun, sekuat apa pun tubuh Anda dengan rasa pedas pada camilan, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya setiap hari, apalagi dalam jumlah yang banyak. Hati-hati, kebanyakan makan camilan pedas ternyata dapat merusak kantong empedu.

Hal ini dialami oleh Rene Craighead, seorang remaja perempuan usia 17 tahun asal Tennesse. Dikutip dari Livescience, Rene harus menjalani operasi kantong empedu setelah makan empat camilan pedas berukuran besar dalam seminggu. Ia awalnya mengeluh sakit perut, tapi lama kelamaan rasa sakitnya semakin parah dan berlangsung hingga berhari-hari.

Apa hubungannya camilan pedas dengan kantong empedu?

gejala batu empedu

Kantong empedu adalah organ kecil yang terletak di dekat hati yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan empedu ke dalam usus. Empedu inilah yang digunakan untuk mencerna lemak menjadi asam lemak.

Dr. Sabrena Noria, seorang asisten dosen bedah di The Ohio State University Wexner Medical Center, mengungkapkan bahwa konsumsi camilan pedas sebetulnya tidak membahayakan kantong empedu secara langsung. Pasalnya, makanan hanya akan dicerna di lambung dan langsung diserap oleh usus, artinya tidak melewati kantong empedu terlebih dahulu.

Ternyata, masalahnya terletak pada kandungan lemak tinggi pada camilan yang menjadi faktor pemicu peradangan kantong empedu. Ketika camilan tinggi lemak mulai dicerna oleh lambung, kantong empedu akan menghasilkan kolesistokinin untuk membantu mencerna lemak dari makanan.

Semakin tinggi kadar lemak yang dicerna, maka kantong empedu akan semakin berkontraksi untuk menghasilkan lebih banyak empedu. Akibatnya, hal ini dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko batu empedu.

Gejala peradangan kantong empedu ditandai dengan sakit perut yang menusuk-nusuk dan disertai dengan sensasi panas di perut. Kondisi ini dapat diperparah bila Anda terus makan makanan yang berlemak dan minum alkohol.

Tenang, Anda tetap boleh makan camilan pedas, asalkan…

makan camilan pedas

Pada dasarnya, semua jenis camilan pedas sebetulnya aman untuk dikonsumsi asalkan sudah memiliki izin edar dari Badan POM. Dengan memiliki nomor izin edar (NIE) dari BPOM, ini artinya makanan tersebut dinilai aman dari segi komposisi, kandungan gizi, dan kemasannya.

Yang terpenting adalah batasi porsi camilan pedas yang Anda konsumsi, sekalipun tubuh Anda terlihat sehat dan baik-baik saja setelah mengonsumsinya. Terlebih bagi Anda yang memiliki penyakit maag atau GERD, sebaiknya hindari camilan pedas ini agar tidak makin memperparah penyakit Anda.

Jangan lupa juga untuk membaca nilai gizi yang terdapat dalam kemasan camilan. Dengan begitu, Anda bisa tahu berapa kadar lemak yang ada di dalam camilan tersebut. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar camilan memiliki kadar lemak yang cukup tinggi, jadi Anda harus baca nilai gizinya dulu.

Jika Anda mulai mengalami gejala-gejala peradangan kantong empedu, sebaiknya segera perbaiki pola makan Anda. Hindari makan makanan berlemak tinggi, makanan pedas, alkohol, kafein, dan produk susu yang dapat mengganggu kesehatan organ pencernaan Anda.

Sebagai solusinya, gantilah dengan perbanyak makan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan makanan tinggi serat lainnya yang tentunya lebih sehat untuk Anda.

Kabartangsel.com

Source