Lifestyle
Cara Cepat Mengatasi Pusar Bau Berdasarkan Penyebabnya

Pernahkah Anda memiliki pusar yang bau? Salah satu penyebab utamanya adalah masalah kebersihan. Kotoran atau bakteri lainnya dapat berkumpul di daerah berongga ini, yang mana tali pusar yang menyambungkan Anda ke ibu saat berada dalam rahim. Sebagian besar bakteri memang tidak berbahaya, tetapi bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi dan menjadi bau. Terlebih lagi jika Anda tidak menjaga kebersihan pusar Anda. Untungnya, masih ada beberapa cara untuk mengatasi pusar bau. Apa saja?
Cara mengatasi pusar bau
Pusar adalah tempat kuman untuk bersarang karena bentuknya yang cekung dan kecil. Bahkan semakin dalam cekungan pusar biasanya akan semakin banyak kotoran yang menumpuk di dalamnya. Sayangnya, banyak yang menyepelekan hal ini.
Saat mandi biasanya pusar sering tidak diperhatikan atau tidak dibersihkan dengan baik. Hal ini yang akhirnya sering membuat pusar bau, karena banyak bakteri menumpuk, hingga akhirnya bisa menyebabkan infeksi. Kalau sudah infeksi, biasanya pusar jadi bau tidak sedap sehingga membuat Anda risi.
Lalu harus bagaimana? Berikut cara mengatasi pusar bau berdasarkan penyebabnya.
Pusar bau akibat adanya infeksi
Pastikan pusar Anda tetap bersih dan kering. Hindari memakai pakaian dan celana yang terlalu ketat, terutama di bagian perut atau pinggang. Keringat dan kotoran dapat menumpuk di bawah pakaian yang menempel pada kulit Anda.
Batasi asupan gula dalam pola makan Anda, terutama jika Anda memiliki diabetes. Kadar gula darah yang berlebihan meningkatkan risiko infeksi. Dokter Anda mungkin merekomendasikan menggunakan krim antijamur atau antibiotik topikal, tergantung pada jenis kuman yang menyebabkan infeksi.
Jika pusar Anda yang terinfeksi dan ada tindikan, lepaskan terlebih dulu tindikannya. Rendam kapas dalam campuran sabun antibakteri dan air hangat, dan cuci pusar Anda dengan mengusapnya lembut.
Usahakan agar area pusar dan perut bersih dan kering setiap saat. Hindari mengenakan pakaian ketat karena dapat mengiritasi area yang terinfeksi. Jika cara ini tidak efektif, sebaiknya periksakan langsung ke dokter Anda.
Pusar bau karena adanya kista sebaceous
Anda tidak perlu mengobati kista kulit yang kecil, kecuali terinfeksi atau mengganggu Anda. Anda perlu memeriksakannya ke dokter jika kista semakin parah, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Biasanya dokter kulit akan menyingkirkan kista dengan menyuntikkannya dengan obat, membersihkannya atau menghilangkan seluruh kista. Bila kista sudah teratasi, bau tak sedap pada area pusar juga harusnya hilang dengan sendirinya.
Selain itu, usahakan untuk tidak memecahkan kista dengan benda tajam agar infeksi tidak bertambah parah.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
























