Postingan akun Facebook Herry Yanti yang menampilkan tampilan layar dari berita detik.com dengan judul “Arief Budiman : Saya Siap Di Kutuk Menjadi Batu Jika KPU Curang” adalah tidak benar adanya. Diketahui judul berita yang asli dari detik.com tersebut adalah “Ketua KPU: Pemilu Serentak 2019 Melelahkan, Perlu Dievaluasi” yang ditayangkan pada Rabu, 24 April 2019 dengan penulis Zunita Putri dan Agung Pambudhi sebagai fotografer.
KATEGORI: Misleading Content
SUMBER: Media Sosial Facebook
=====
NARASI:
“Arief Budiman : Saya Siap Di Kutuk Menjadi Batu Jika KPU Curang,” unggah akun Facebook Herry Yanti, Sabtu (11/1).
=====
PENJELASAN:
Akun Facebook Herry Yanti mengunggah screenshot atau tampilan layar yang menampilkan berita dari media daring detik.com. Judul beritanya adalah “Arief Budiman : Saya Siap Di Kutuk Menjadi Batu Jika KPU Curang” yang disertai dengan foto Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan terdapat nama penulis Zunita Putri.
Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencari, diketahui unggahan tampilan layar dari akun Herry Yanti adalah tidak benar atau hasil suntingan.
Diketahui tampilan layar yang diunggah akun Herry Yanti adalah berasal dari berita media daring detik.com dengan judul asli “Ketua KPU: Pemilu Serentak 2019 Melelahkan, Perlu Dievaluasi”. Artikel ini ditulis oleh Zunita Putri pada Rabu, 24 April 2019 dengan foto karya Agung Pambudhi.
Berikut isi lengkap artikelnya:
Ketua KPU: Pemilu Serentak 2019 Melelahkan, Perlu Dievaluasi
Zunita Putri – detikNews
Rabu, 24 Apr 2019 16:40 WIB
Foto: Ketua KPU Arief Budiman. (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta – Ketua KPU Arief Budiman menyarankan agar pemerintah mengevaluasi Pemilu Serentak 2019. KPU meminta ada pembicaraan khusus soal pemilu ini.
Awalnya, Arief menuturkan jumlah petugas KPPS yang ada di seluruh TPS Indonesia berkisar hampir 7,2 juta orang. Hingga saat ini, informasi yang didapatnya terkait petugas KPPS meninggal angkanya sudah melebihi 119, namun dia belum menjelaskan secara rinci totalnya.
Karena banyaknya kasus dan petugas KPPS yang gugur saat bertugas, Arief mengatakan perlu adanya evaluasi di pemilu kali ini. Dia menyebut akan ada evaluasi mulai dari teknis kerja hingga penyelenggaraan pemilu.
“Ya ini jadi perhatian kita semua, pasca-pemilu perlu kita lakukan evaluasi, bukan hanya terkait dengan sistemnya, tapi juga teknis kerjanya bagaimana, dengan teknis kerja seperti sekarang ini, orang nggak bisa selesaikan sampai dengan tengah malam, dia bahkan harus melanjutkan sampai dengan pagi sampai matahari terbit berikutnya,” kata Arief di KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).
Arief menuturkan pemilu kali ini melelahkan semua pihak, baik petugas KPPS hingga peserta pemilu. Karena itu, dia kembali menekankan perlu ada pembahasan khusus terkait persoalan ini.
“Memang melelahkan, ini melelahkan bagi semua. Bagi penyelenggara pemilu, bagi peserta pemilu, bagi petugas keamanan, bagi masyarkat juga. Ini tentu melelahkan bagi semua, jadi saya pikir perlu dijadikan pembahasan bersama,” tuturnya.
Sebelumnya, Komisioner KPU Viryan Aziz menyarankan agar pemilu serentak cukup dilaksanakan satu kali. Sebab, beban pemilu serentak melebihi kemampuan yang dimiliki.
“Pemilu serentak dengan 5 kotak suara cukup sekali saja, jangan lagi dilaksanakan,” ujar Viryan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (23/4). (zap/idh)
=====
REFERENSI:
1. https://archive.md/DkprI
2.https://www.facebook.com/groups/276665096312116/permalink/515039939141296/?_rdc=1&_rdr
3.https://news.detik.com/berita/d-4523198/ketua-kpu-pemilu-serentak-2019-melelahkan-perlu-dievaluasi
https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1086970398302161/
Nasional7 hari agoMenaker Yassierli Tekankan Pentingnya Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta
Sport7 hari agoPersija Jakarta Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta 1-1 di Gianyar
Sport7 hari agoPrediksi Persita Tangerang vs Bali United: Misi Bangkit Pendekar Cisadane, Serdadu Tridatu Tetap Percaya Diri
Pemerintahan6 hari agoLakukan Penanganan Terpadu, Pilar Saga Ichsan Turun Langsung Tinjau Genangan di Jalan Puspiptek
Nasional4 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis4 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD













