Bisnis
DBS Foundation Gelontorkan Hibah Rp11,2 Miliar untuk Lima Wirausaha Sosial dan BFI di Indonesia

DBS Foundation menggelontorkan dana hibah sebesar Rp11,2 miliar kepada 5 wirausaha sosial (social enterprise) dan bisnis berdampak sosial (businesses for impact/BFI) di Indonesia.
Kucuran dana hibah tersebut diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menuturkan bahwa di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.
“Karena itu, melalui DBS Foundation Grant Program, kami tidak hanya menyediakan pendanaan, namun juga memperkuat fondasi para social enterprise dan BFI melalui pendampingan dan akses jejaring agar mereka dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampaknya,” ujarnya di acara media briefing DBS Foundation Grant Program, Selasa (10/3), di Jakarta.
Ke-5 wirausaha sosial dan BFI penerima dana hibah tersebut dipilih untuk memperluas dampaknya di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Pulau Jawa hingga Indonesia Timur.
Mereka berkiprah untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengadaan akses air bersih, layanan kesehatan, peluang kerja inklusif, serta penguatan rantai pasok petani kecil di Tanah Air.
Ke-5 wirausaha sosial dan BFI penerima dana hibah adalah Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI).
Parongpong RAW Lab berhasil meningkatkan pendapatan nelayan dengan mengolah limbah jaring ikan (ghost net) menjadi bahan bangunan bernilai tinggi dan ramah lingkungan (Prototile).
Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN), adalah impact platform yang berfokus pada penciptaan lingkungan kerja yang lebih inklusif bagi 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, serta pendampingan praktik rekrutmen yang setara dan berkeadilan.
Nazava Water Filters, menyediakan akses air bersih yang terjangkau melalui teknologi penyaring air yang memurnikan air sumur, air keran, air sungai, atau air hujan tanpa perlu merebus atau membeli botol air plastik.
Filter Nazava adalah satu-satunya filter air minum buatan Indonesia yang disertifikasi oleh WHO. Nazava secara khusus berfokus pada memastikan keluarga berpenghasilan rendah memiliki akses ke air minum yang lebih aman dan terjangkau.
DoctorTool, startup healthtech yang berfokus pada transformasi layanan kesehatan primer melalui pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas dan akses layanan, khususnya bagi masyarakat underserved dan peserta JKN.
Sementara SOBI, berfokus dalam mengembangkan rantai pasok inklusif dan pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan, ketahanan, dan keamanan pangan para petani kecil.
“Kami berharap para penerima hibah dapat menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” harap Mona.
Sport2 minggu agoTiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID
Sport2 minggu agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport2 minggu agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga




































