Lifestyle
Dehidrasi Juga Bisa Dialami Bayi, Kenali Tanda dan Gejalanya • Hello Sehat

Bayi bisa mengalami dehidrasi sangat cepat jika sedang mengalami diare yang cukup parah. Tubuh kecil bayi Anda memiliki cadangan cairan yang relatif sedikit dan tingkat metabolisme yang tinggi. Sehingga bayi mudah kehilangan cairan dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Jika cairan tersebut tidak diganti dengan segera, bayi akan mengalami dehidrasi. Lantas, apa saja tanda bayi dehidrasi? Simak jawabannya di sini.
Apa saja tanda bayi dehidrasi?
Salah satu tanda bayi dehidrasi yang umum adalah berkurangnya jumlah popok basah dalam sehari. Jika si kecil biasanya buang air kecil tiga atau empat kali sehari, tapi berubah menjadi hanya satu kali sebelum tidur, ia mungkin mengalami dehidrasi.
Dehidrasi memengaruhi seluruh tubuh bayi Anda. Untuk mengetahui gejala bayi dehidrasi, Anda dapat perhatikan tingkat aktivitas anak Anda. Jika bayi Anda mengalami dehidrasi, ia cenderung tidak ingin bermain atau tersenyum, tapi ia akan cenderung banyak tidur.
Namun, sebaliknya, jika bayi Anda suka bermain-main dan memerhatikan sekeliling serta mengoceh, ini adalah tanda yang baik bahwa ia tidak mengalami dehidrasi.
Selain itu, periksa lidah, mulut, dan mata bayi Anda. Ketika bayi mengalami dehidrasi, lidah dan mulutnya terlihat kering, dan matanya tampak cekung. Bahkan mungkin ketika si kecil menangis, tidak ada air mata yang keluar. Ini adalah salah satu tanda bayi dehidrasi yang lebih parah.
Tanda bayi dehidrasi berdasarkan tingkat keparahannya
Waspadai tanda-tanda dehidrasi berikut, dan segera hubungi dokter anak Anda jika ia memiliki salah satu dari gejala berikut.
Tanda bayi dehidrasi ringan sampai sedang
- Kurang aktif
- Kurang berkeringat
- Air mata yang keluar saat menangis sedikit
- Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya
- Feses bayi akan lembek jika dehidrasi bayi disebabkan oleh diare, jika dehidrasi disebabkan kehilangan cairan lainnya (muntah, kurangnya asupan cairan) akan ada penurunan gerakan usus.
Tanda bayi dehidrasi yang lebih parah
- Bayi menjadi sangat rewel
- Bayi menjadi sangat mengantuk
- Mata bayi cekung
- Tangan dan kaki bayi dingin, serta berubah warna
- Kulit keriput
- Buang air kecil hanya satu hingga dua kali per hari
Kabartangsel.com
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional2 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport2 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis2 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Bisnis2 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Sport2 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2







































