Connect with us

Lifestyle

Depresi Pada Wanita Lebih Mudah Terjadi Dibanding Pria

Hampir setiap orang pernah sedih. Entah itu karena konflik dengan pasangan, kematian anggota keluarga, hingga hal lain yang mungkin lebih sepele seperti mendapat nilai jelek di sekolah. Sedih adalah respon emosi yang wajar ketika Anda menghadapi masa-masa sulit. Namun di sinilah Anda harus mulai berhati-hati. Rasa sedih yang berkelanjutan dan makin menjadi dapat berujung pada depresi.

Setiap orang bisa mengalami depresi, tapi uniknya penyakit mental ini lebih banyak menyerang wanita ketimbang pria. Apa penyebab depresi pada wanita?

Wanita berisiko dua kali lipat untuk mengalami depresi daripada pria

Depresi ditandai dengan memburuknya suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Sekilas, karakteristik ini mirip dengan gejala stres. Stres dan depresi memang memengaruhi Anda dengan cara yang sama, tapi gejala depresi jauh lebih intens dan mewalahkan, dan setidaknya berlangsung berkelanjutan selama enam bulan atau lebih.

Depresi dapat sangat membatasi fungsi Anda sebagai manusia. Perubahan suasana hati yang disebabkan depresi sangat hebat sehingga menimbulkan rasa keputusasaan, nelangsa, dan ketidakberdayaan. Anda mungkin juga merasa lelah terus-menerus, sulit tidur kronis, serta kehilangan motivasi dan semangat untuk beraktivitas seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara layaknya orang lain. Bahkan, depresi dapat memicu ketidakinginan untuk terus hidup.

Advertisement

Depresi adalah salah satu penyakit mental yang paling umum terjadi di masyarakat. Akan tetapi, risiko wanita mengalami depresi bisa dua kali lipat lebih tinggi ketimbang pria. Depresi pada wanita dapat terjadi lebih awal, lebih lama, dan lebih mungkin kambuh dibanding depresi pada pria. Perempuan juga lebih mungkin diliputi oleh rasa bersalah dan rentan mencoba bunuh diri, meskipun kasus perempuan yang meninggal bunuh diri lebih jarang daripada laki-laki.

Apa penyebab terjadinya depresi pada wanita?

Siapa pun bisa terserang depresi. Namun pada wanita, depresi lebih mungkin dipicu oleh sebuah peristiwa dalam hidup yang membuatnya stres berat. Studi juga telah menemukan bahwa perubahan hormon merupakan penyebab wanita rentan mengalami depresi. Sebagai perbandingan, kasus depresi pada pria umumnya lebih sering dipengaruhi oleh penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan wanita rentan mengalami depresi dibandingkan pria:

Advertisement

1. Faktor genetik

Riwayat depresi keluarga meningkatkan peluang terjadinya depresi, baik pada pria dan wanita. Namun, studi menunjukkan bahwa tekanan hidup yang dialami cenderung membuat wanita lebih rentan untuk mengalami stres yang berujung depresi dibandingkan pria. Mutasi genetik tertentu yang terkait dengan perkembangan depresi berat juga hanya terjadi pada wanita.

2. Masa puber

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan, baik secara fisik dan psikis. Berkaitan dengan depresi, studi menemukan bahwa sebelum masa puber, anak laki-laki dan perempuan sama-sama cenderung mengalami depresi. Namun, setelah usia 14 tahun, wanita cenderung dua kali lebih rentan mengalami depresi.

3. Menstruasi

Perubahan hormon menjelang menstruasi dapat menyebabkan perubahan mood drastis (mood swing) yang seringkali menyertai nyeri PMS. Hal ini terhitung wajar.

Namun ada bentuk mood swing PMS yang lebih parah, disebut dengan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Wanita yang dilanda PMDD bahkan punya kecenderungan lebih besar untuk mengalami depresi hingga mencoba bunuh diri, meski menstruasinya sudah tuntas.

Advertisement

Dilansir dari WebMD, wanita yang punya gangguan ini umumnya memiliki kadar hormon serotonin sangat rendah. Dalam tubuh, hormon serotonin mengendalikan mood, emosi, pola tidur, dan rasa sakit. Kadar hormon memang bisa menjadi tidak seimbang menjelang atau selama menstruasi. Akan tetapi, belum jelas penyebabnya kenapa hormon serotonin pada wanita tertentu bisa menurun drastis saat menstruasi.

4. Masa kehamilan

Masa kehamilan tidaklah mudah, karena selama proses tersebut akan terjadi perubahan hormon yang dapat memicu terjadinya perubahan mood atau depresi pada wanita.

Perubahan hormon dan genetik semasa ini juga membuat wanita lebih rentan mengalami gangguan mood, seperti depresi. Bahkan setelah melahirkan, wanita juga rentan mengalami baby blues dan depresi postpartum yang dapat menyulitkan wanita untuk menjalani peran barunya sebagai ibu, termasuk dalam merawat bayinya.

5. Masa perimenopause (menjelang menopause)

Beberapa wanita rentan mengalami depresi setelah proses melahirkan atau selama masa transisi menuju masa menopause. Naik-turunnya kadar hormon reproduksi pada tahun-tahun menjelang atau selama menopause dapat memicu gejala depresi pada wanita usia lanjut.

Advertisement

6. Pengaruh lingkungan

Faktor lain yang juga dapat membuat wanita rentan depresi adalah faktor lingkungan, terutama terkait peran wanita sebagai ibu, istri, dan anak bagi orangtuanya. Upaya tidak main-main untuk menyeimbangkan ketiga peran tersebut tidak jarang membuat wanita rentan mengalami stres kronis yang dapat memicu terjadinya depresi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa wanita mungkin lebih cenderung merenungkan masa lalu, yang baik maupun yang buruk, dibandingkan pria. Ini membuat wanita rentan mengalami gangguan kecemasan.

Bagaimana cara mengatasi depresi pada wanita?

Untuk mengobati depresi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengobati depresi di antaranya adalah dengan menggunakan obat-obatan antidepresan, atau melalui konseling psikoterapi seperti CBT.

Tidak perlu malu untuk meminta pertolongan demi menangani depresi Anda. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Seperti halnya penyakit fisik, penyakit mental pun memerlukan penanganan yang tepat. Anda berhak untuk hidup sehat dan bahagia.

Advertisement

Ribbon Run adalah acara penggalangan dana yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences), yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran serta mengubah persepsi publik terhadap depresi dan penyakit mental. Ribbon Run akan diadakan di The Breeze, BSD City pada 9 September 2018.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport13 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport13 jam ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport14 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport14 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport14 jam ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer