Lifestyle
Diabetes dan Kanker Hati, Apa Kaitannya?

Diabetes berdampak langsung pada peredaran darah sehingga komplikasinya pun bisa menyerang berbagai organ, termasuk hati yang selalu dilewati aliran darah. Beberapa penelitian terbaru bahkan menyebutkan bahwa ada hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dan risiko kanker hati.
Kanker hati sebenarnya tergolong langka. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat dan tidak merokok. Namun, pencegahan pada penderita diabetes mungkin lebih rumit karena pasien mengalami komplikasi pada hatinya. Berikut sejumlah temuan para ilmuwan mengenai kaitan diabetes dan kanker hati.
Temuan para ilmuwan tentang diabetes dan kanker hati

Sekelompok peneliti dari University of Rochester Medical Center, AS, melaporkan adanya kaitan antara diabetes dengan kanker hepatoseluler. Ini adalah tipe kanker hati yang biasanya dialami oleh penderita penyakit sirosis.
Menurut mereka, pasien kanker hati dan diabetes kemungkinan mengalami perubahan pada sel-sel hatinya. Perubahan ini membuat sel tumor tumbuh semakin tak terkendali dan mampu menyebar ke bagian tubuh lain dengan lebih cepat.
Hal serupa juga ditemukan oleh peneliti dari Keck School of Medicine, AS. Berdasarkan pengamatan pada lebih dari 150.000 rekam medis, mereka menemukan bahwa pasien diabetes berisiko 2-3 kali lebih lipat terkena kanker hati dibandingkan orang yang sehat.
Mereka menduga faktor penyebabnya berasal dari penyakit perlemakan hati. Lemak pada hati dapat menyebabkan peradangan dan menghasilkan jaringan luka. Jaringan luka lalu berkembang menjadi penyakit sirosis dan akhirnya memicu kanker.
Penyakit ini menyebabkan penumpukan lemak pada hati dan memang sering menjadi komplikasi diabetes tipe 2. Sayangnya, gejala perlemakan hati sering kali tidak kentara sehingga sulit didiagnosis. Padahal, sekitar 3 dari 4 penderita diabetes mengalaminya.
Beberapa pasien mungkin merasakan nyeri pada perut sebelah kanan atas. Ada pula yang menunjukkan peningkatan enzim hati ketika menjalani tes darah. Saat diperiksa dengan CT scan, tampak ada banyak lemak yang menumpuk pada hati pasien.
Pada sejumlah kasus, pasien bisa mengalami perlemakan hati terlebih dulu, kemudian baru terkena diabetes dan kanker hati. Jika pasien mengalami ketiganya, penanganan akan lebih sulit karena setiap penyakit bisa memperburuk kondisi satu sama lain.
Diagnosis dan penanganan kanker hati pada pasien diabetes


Orang yang berisiko tinggi terkena kanker hati, terutama yang menderita diabetes, perlu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi tanda-tanda kanker. Pemeriksaan umumnya dilakukan enam bulan sekali melalui tes darah dan pemeriksaan penunjang.
Jika pasien mengalami gejala kanker hati atau hasil tes darahnya menandakan kanker, diperlukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain:
- CT scan
- MRI scan
- Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium
- Laparoskopi, atau pemeriksaan menggunakan tabung lentur dengan kamera untuk melihat kondisi organ pencernaan
Apabila pasien terdiagnosis dengan kanker hati, ada berbagai pilihan pengobatan yang dapat dilakukan, yakni:
- Operasi pengangkatan jaringan kanker pada hati
- Transplantasi hati dengan hati donor yang baru dan sehat
- Ablasi, yakni pemakaian panas dari arus listrik untuk menghancurkan sel kanker
- Kemoterapi
Kemoterapi biasanya diperuntukkan bagi pasien kanker stadium akhir yang tidak dapat ditangani dengan cara lainnya. Metode ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk menghambat penyebaran kanker dan memperpanjang harapan hidup pasien.
Tips mengurangi risiko kanker hati bagi penderita diabetes


Semakin awal kanker hati terdeteksi, semakin besar kesempatan pasien diabetes untuk pulih dan sembuh seutuhnya. Sayangnya, banyak pasien tidak sadar dirinya berisiko dan sudah lebih dulu terdiagnosis dengan kanker hati.
Jika Anda menderita diabetes, ada sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk melindungi hati Anda dan mencegah timbulnya kanker. Berikut di antaranya.
- Mengendalikan dan rutin memantau kadar gula darah
- Menurunkan berat badan bila berlebih dan menjaganya agar ideal
- Menjaga tekanan darah agar tetap normal
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Mengontrol kadar kolesterol dan menjaga kolesterol jahat tetap rendah
- Beraktivitas fisik secara rutin, setidaknya 30 menit per hari
- Tidak merokok atau mengonsumsi alkohol
Risiko penyakit perlemakan dan kanker hati memang meningkat bila Anda menderita diabetes. Walau demikian, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara rutin.
Jangan lupa meminum obat diabetes sesuai anjuran dokter. Hindari pantangan makan bagi penderita diabetes dan pastikan Anda mengontrol kadar gula darah, kolesterol, serta tekanan darah secara rutin.
Kabartangsel.com
Bisnis4 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan4 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta4 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport4 minggu agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Nasional3 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Sport4 minggu agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3






























