Connect with us

Lifestyle

Diabetes Tipe 1, Jenis Diabetes yang Harus Diwaspadai Orangtua

Diabetes tipe 1 adalah jenis diabetes yang mulai terjadi pada masa kanak-kanak. Jenis diabetes ini tidak seumum diabetes tipe 2 pada orang dewasa yang diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat. Diabetes tipe 1 dapat menyebabkan komplikasi serius pada tubuh anak bila tidak segera didiagnosis dan diatasi.

Diabetes tipe 1 mulai muncul di usia 4-15 tahun

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang terus-terusan tinggi. Masalah ini bisa muncul apabila pankreas tidak mampu memproduksi insulin atau ketika tubuh tidak mampu merespon insulin. Insulin adalah hormon yang membantu glukosa atau gula darah masuk ke dalam sel-sel organ supaya bisa dijadikan sebagai energi.

Diabetes tipe 1 adalah salah satu dari beberapa jenis diabetes yang ada di dunia. Jenis diabetes ini juga sering disebut sebagai diabetes anak-anak karena perkembangan masalahnya dimulai sejak usia dini. Pertama pada anak-anak usia 4-7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10-14 tahun.

Advertisement

Diabetes anak termasuk penyakit autoimun, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan tubuh sehat. Pada kasus diabetes tipe 1, sistem kekebalan salah menargetkan produksi insulin sel beta dalam pankreas. Beda dengan diabetes tipe 2 yang biasanya terjadi pada usia lebih dari 30 tahun, dan seringnya diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat

Diabetes tipe satu adalah jenis diabetes yang termasuk jarang. Mengutip berbagai sumber, bila ada 100 penderita diabetes yang terdiagnosis, hanya 5 di antaranya yang memiliki diabetes tipe 1.

Apa penyebabnya?

diabetes tipe 1 pada anak

Untuk mengetahui bagaimana diabetes bisa menyerang anak, Anda harus lebih dulu memahami bagaimana cara tubuh mencerna dan mengolah glukosa. Glukosa adalah gula darah yang merupakan sumber energi utama bagi tubuh.

Proses tersebut diawali dengan kerja sama antara air liur dan enzim pencernaan dalam lambung untuk mengurai makanan menjadi glukosa (sebuah bentuk dari gula). Glukosa kemudian akan disalurkan ke aliran darah untuk dibawa menuju berbagai sel dalam organ tubuh Anda.

Advertisement

Namun, sel-sel tubuh Anda tidak bisa mengolah glukosa tanpa bantuan insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas. Insulin berfungsi mengatur kadar gula dalam darah dengan membantu sel-sel tubuh mengubah kelebihan glukosa menjadi energi.

Sayangnya, pankreas anak-anak pengidap diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi cukup insulin atau malah tidak sama sekali. Alhasil, glukosa tidak dapat dipakai sel sebagai energi sehingga makin menumpuk dalam darah dan menyebabkan gula darah naik.

Penyebab diabetes tipe 1 tidak diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik (turunan) diduga kuat sebagai dalang dari ketidakmampuan pankreas anak untuk menghasilkan insulin. Riwayat penyakit anak dan faktor lingkungan juga dapat memicu percepatan perkembangan diabetes jenis ini.

Komplikasi yang mungkin muncul akibat diabetes tipe 1

Komplikasi sangat mungkin terjadi jika diabetes kronis tidak pengobatan dan perawatan yang baik. Nekrosis alias kematian jaringan adalah komplikasi yang paling umum dari diabetes tipe 1. Jaringan dan organ tubuh Anda bisa perlahan mati apabila tidak mendapatkan asupan glukosa dari aliran darah. Nekrosis biasa terjadi pada bagian bawah tubuh.

Advertisement

Komplikasi diabetes tipe 1 lainnya adalah:

Penyakit jantung

Seiring waktu diabetes meningkatkan risiko anak terkena berbagai masalah jantung, termasuk penyakit jantung koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke, penyempitan arteri (aterosklerosis) dan darah tinggi.

Gangguan saraf

Advertisement

Gula berlebih dapat merusak dinding pembuluh darah kapiler yang memberi nutrisi pada saraf Anda, khususnya di kaki. Ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, perasaan panas atau nyeri yang biasanya mulai pada ujung jari kaki atau tangan dan perlahan menyebar ke atas.

Pengaturan gula darah yang kurang baik di kemudian hari dapat menyebabkan mati rasa di anggota gerak yang terpengaruh. Kerusakan pada saraf di saluran pencernaan dapat menyebabkan masalah seperti mual, muntah, diare, atau sembelit.

Gangguan ginjal

Ginjal memiliki jutaan gugusan pembuluh darah kapiler yang menyaring limbah dari darah. Diabetes dapat merusak sistem penyaringan yang sensitif ini.

Advertisement

Kerusakan berat dapat berujung pada gagal ginjal atau penyakit ginjal stadium lanjut, yang kemudian memerlukan tindakan cuci darah atau transplantasi ginjal.

Kerusakan mata

Diabetes dapat merusak pembuluh darah dalam retina sehingga menyebabkan retinopati diabetik yang berpotensi pada kebutaan.

Diabetes dapat juga meningkatkan risiko gangguan penglihatan serius lain, seperti katarak dan glaukoma.

Advertisement

Kerusakan kaki

Kerusakan saraf pada kaki atau aliran darah yang tidak memadai menuju kaki dapat meningkatkan berbagai komplikasi kaki.

Luka diabetes yang tidak diobati benar dapat menjadi infeksi serius yang kemungkinan perlu amputasi, baik sebagian atau dan keseluruhan kaki.

Infeksi kulit dan mulut

Advertisement

Diabetes dapat membuat anak lebih rentan terkena masalah kulit, termasuk infeksi bakteri dan jamur.

Diabetes juga dapat menyebabkan masalah pada gigi dan gusi anak, seperti gingivitis dan periodontitis. Jika anak mengalami kedua masalah ini, biasanya gejala yang umum muncul pertama kali adalah gusi memerah, bengkak, dan mudah berdarah.

Ketoasidosis diabetik

Jika gula darahnya terus dibiarkan tinggi, anak dapat mengalami masalah serius yang disebut ketoasidosis diabetik.

Advertisement

Ketoasidosis diabetik adalah kondisi fatal ketika zat racun berupa keton menumpuk dan kemudian merusak organ tubuh, termasuk otak. Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia, Hello Sehat bekerja sama dengan Action for Diabetics (A4D) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap diabetes pada anak lewat informasi lengkap seputar diabetes tipe 1, terutama cara mengenali gejalanya, bagaimana pengobatannya, dan tips merawat anak pengidap diabetes.

A4D adalah organisasi amal yang membantu membiayai pengobatan anak-anak yang mengidap diabetes tipe 1 di Asia Tenggara. Anda bisa ikut membantu dengan berdonasi, karena sedikit dukungan dari Anda akan sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan. Ayo donasi sekarang!

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Pemerintahan1 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport3 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan3 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi3 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport4 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport4 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten4 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport4 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten4 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum4 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis5 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan5 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten5 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum5 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum5 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum5 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport6 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis3 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis3 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer