Hubungan Dekat Ayah dan Anak Perempuan Bisa Bantu Atasi Kesepian

By on Senin, 24 September 2018

Orangtua sejatinya adalah pembimbing dan panutan teladan bagi putra dan putrinya. Tidak ada perbedaan khusus, baik ayah maupun ibu, punya peran besar terhadap proses perkembangan setiap anak. Uniknya, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan ikatan yang kuat antara ayah dan anak perempuan bisa membantu sang anak dalam mengatasi rasa kesepian yang dideritanya.

Kasih sayang ayah ternyata bisa atasi rasa kesepian anak

Awalnya, para peneliti dari Ohio State University menemukan fakta bahwa anak perempuan yang tidak terlalu dekat ayahnya cenderung diselimuti rasa kesepian hebat dibandingkan dengan anak perempuan yang punya hubungan dekat dengan ayah.

Kesimpulan ini diperoleh setelah studi yang dimuat dalam Journal of Family Psychology yang melakukan survei pada hampir 700 keluarga. Peneliti meminta kedua orangtua untuk menilai dan menjelaskan hubungan personal mereka dengan anak-anak yang berada di kelas 1, 3, 4, dan 5 sekolah dasar. Tujuannya untuk menentukan sejauh mana tingkat kedekatan serta konflik yang kerap terjadi di antara orangtua dan anaknya.

Dijelaskan oleh Julia Yan, selaku peneliti utama sekaligus mahasiswa program doktor di Ohio State University, bahwa ada tingkat kedekatan mulai menurun dan konflik semakin sering terjadi antara orangtua dan anaknya dalam rentang waktu tersebut.

Menurutnya, karena anak-anak di masa itu sedang belajar tumbuh lebih mandiri, mulai membuka pertemanan dengan teman sebayanya, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Semua hal ini memicu lahirnya konflik dalam keluarga, yang tanpa sadar menumbuhkan rasa kesepian dalam diri anak.

Setelah ditelisik lebih jauh lagi, ternyata tingkat kesepian anak-anak ini mengalami penurunan saat mereka dikelilingi oleh teman-teman terdekatnya. Bahkan, bisa benar-benar hilang pada ayah dan anak perempuan yang punya hubungan dekat.

Atas dasar ini, Xin Feng, salah seorang peneliti lainnya, mengungkapkan bahwa sosok seorang ayah memegang kunci penting dalam melindungi dan membantu mengusir rasa kesepian yang dialami anak perempuannya.

Apa bedanya dengan ibu?

anak tidur

Meski penelitian ini lebih menitikberatkan pada hubungan ayah dan anak perempuan, tapi bukan berarti ibu tidak punya pengaruh yang sama terhadap perkembangan putrinya. Seperti yang kita tahu, sejak lahir ibu telah bertanggung jawab pada kebutuhan anak-anaknya. Mulai dari pemberian ASI, makan, mandi, dan lain sebagainya.

Sementara ayah, punya cara yang berbeda dalam menunjukkan kasih sayang pada anak-anaknya — terutama anak perempuan — dengan apa yang dilakukan ibu. Ayah umumnya memiliki kontak emosional yang unik untuk berinteraksi dengan putrinya, yang nantinya bisa berdampak positif dalam perkembangan anak.

Nah, perbedaan inilah yang jadi salah satu alasan mengapa penelitian ini lebih memilih sudut pandang dari ayah dan anak perempuan.

Feng menyarankan bagi ayah yang memiliki anak perempuan untuk lebih memerhatikan apa yang sedang dirasakan putrinya, terlebih ketika mereka sedang sedih dan kecewa. Coba bantu putri Anda untuk melewati masa-masa sulitnya.

Namun yang harus diingat, kedua orangtua tetap punya posisi penting sebagai pembentuk jati diri anak sedari kecil. Itu sebabnya, sebisa mungkin ciptakanlah lingkungan keluarga yang harmonis sehingga membuat setiap anggotanya merasa nyaman berada di dalam keluarga ini.

Bagaimana membangun kedekatan antara ayah dan anak perempuan?

Sebenarnya tidak ada cara khusus yang mengatur bagaimana cara menumbuhkan hubungan baik antara ayah dan anak perempuan. Sebab semuanya kembali lagi pada perlakukan dan sikap ayah terhadap putrinya. Yang mungkin Anda lakukan adalah libatkan diri lebih banyak dalam setiap perkembangan anak.

Jangan berpikiran kalau hanya istri yang memegang peran besar dalam memantau tumbuh kembang anak. Sebagai ayah sekaligus kepala keluarga, Anda juga punya tanggung jawab yang sama pentingnya seperti ibu. Walaupun mungkin dengan cara mendidik yang berbeda.

Sedari kecil, ajarkan putri Anda hal-hal baru yang harus dipelajarinya, dengarkan setiap keluh kesahnya, dan coba pahami apa yang sedang ia alami. Anda juga bisa meluangkan waktu untuk quality time bersama, memberikan pujian atas pencapaiannya, serta kegiatan lain yang bisa memperkuat kedekatan Anda dan anak-anak — baik anak laki-laki ataupun perempuan.

Kabartangsel.com

Source