Nasional
Kemenkes Perkuat Upaya Promotif dan Preventif untuk Menyehatkan Masyarakat Indonesia

Kementerian Kesehatan akan memperkuat upaya promotif dan preventif dalam melaksanakan upaya menyehatkan masyarakat. Upaya ini merupakan wujud nyata dari transformasi sektor kesehatan yang sedang diusung kemenkes, khususnya pada pilar pertama, transformasi layanan primer. Untuk itu dibutuhkan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam hal ini adalah Poltekkes.
“Anggaran upaya kuratif sebelumnya dengan porsi yang lebih besar. Namun sekarang akan ditekankan pada pencegahan sehingga anggaran dan program akan dititikberatkan pada upaya promotif salah satunya dengan mengembangkan layanan primer, Posyandu dan laboratorium kesehatan”, ujar Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin saat membuka Rakontek Kesehatan Masyarakat.
Intervensi layanan primer menjadi sangat penting, lanjut Menkes Budi. Selain lebih murah dari sisi pembiayaan, hasil intervensi layanan primer sudah dapat dibuktikan berdampak positif di berbagai negara maju. Terlihat dari pembiayaan kuratif yang menurun dan umur harapan hidup masyarakat yang membaik.
Untuk itu berbagai hal perlu dilaksanakan guna mendukung pelayanan kesehatan primer yang berkualitas untuk masyarakat. Salah satunya dengan melakukan revitalisasi 300 ribu Posyandu di seluruh pelosok Indonesia. Posyandu kedepannya akan memiliki pelayanan kesehatan dengan pendekatan siklus hidup.
Pelayanan akan diberikan kepada masyarakat mulai dari usia bayi hingga lanjut usia. Sehingga berbagai sumberdaya akan disediakan guna mendukung pelayanan kesehatan masyarakat termasuk penyediaan alat pemeriksaan yang memadai dan didukung dengan ketersediaan tenaga kesehatan.
Selain itu, sebagai pelayanan kesehatan yang sangat dekat dengan masyarakat, Posyandu kedepannya akan melayani skrining penyakit menular dan tidak menular. Bukan hanya untuk mengobati namun juga mendeteksi permasalahan kesehatan masyarakat sedini mungkin sehingga derajat kesehatan masyarakat akan meningkat.
Menkes Budi juga menyampaikan bahwa Poltekes harus mendukung transformasi kesehatan dengan menyediakan pendidikan yang berkualitas sehingga mampu mencetak sumber daya kesehatan yang berkualitas.
“Tenaga kesehatan yang dicetak oleh Poltekes harus berkontribusi untuk kesehatan masyarakat”, tegas Menkes Budi.
Poltekes juga diharapkan dapat melakukan riset implementasi kebijakan dan capaian program yang dapat menjadi masukan serta acuan bagi pemerintah untuk memajukan pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Nasional4 minggu agoProf Asep Saepudin Jahar: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul
Pemerintahan4 minggu ago379 Masjid dan 376 Musala di Tangsel Terhubung Internet Gratis, Diskominfo Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Edukasi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPagar Alam Studi Tiru ke Tangsel, Pilar Saga Ichsan Paparkan Inovasi Digital dan Optimalisasi Pendapatan Daerah
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027


























