KOICA Kembali Lakukan Kunjungan ke Tangsel

By on Senin, 6 Maret 2017

Menindaklanjuti pertemuan sebelumnya tentang kerjasama dalam Innovation Center Project, Korea International Cooperation Agency (KOICA) Indonesia kembali melakukan kunjungan ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (6/3/2017). Kunjungan ini diterima oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Sri Setiawati, Asisten Daerah I Rahmat Salam dan para pejabat terkait di lingkup Pemerintah Kota Tangsel. Rombongan ini terdiri dari 6 orang perwakilan dari KOICA Indonesia dan para ahli dari Korea Selatan. Baca juga: Kunjungi Tangsel, KOICA Tindaklanjuti Rencana Pembangunan Gedung Innovation Center

“Tujuan dari kunjungan ini untuk mengetahui konsep secara spesifik tentang pembangunan gedung Innovation Center dan apa saja yang akan dihadirkan di dalam gedung Innovation Center,” kata Direktur KOICA Indonesia, Oh Gi You.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui potensi-potensi yang ada di Kota Tangsel untuk dikembangkan di gedung Innovation Center. Oh Gi You menyebut, para ahli yang datang dari Korea Selatan akan berkantor sementara di gedung Innovation Center sampai tanggal 10 Maret 2017 untuk mempelajari dan mengembangkan potensi-potensi tersebut melalui teknologi.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menyambut baik kunjungan kunjungan Koica Indonesia yang kedua kalinya itu. Ia berharap dengan adanya kunjungan itu, Kota Tangsel bisa belajar banyak dari Korea Selatan tentang pengembangan teknologi untuk diaplikasikan di Innovation Center.

“Melalui kunjungan ini, saya berharap adanya kerjasama yang baik, transfer pengetahuan antara Tangsel dan Korea Selatan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” demikian kata Airin.

Senada dengan Airin, Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan, Kota Tangsel membutuhkan banyak inovasi dan pelajaran dari negara lain, khsusunya untuk mengembangkan produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM).

“Kerjasama dan kolaborasi antara pihak Kota Tangerang Selatan dan Korea Selatan sangat diperlukan dalam mengembangkan produk-produk IKM, bagaimana kemasannya bisa menarik, bagaimana tanggal kadaluarsanya bisa bertahan lama, dan itu bisa menguntungkan pelaku IKM. Terlebih lagi, semua orang bisa mengingat ciri khas atau makanan tradisional dari Tangsel,” kata Benyamin.

Di tempat yang sama, Kepala Puspiptek Sri Setiawati mengatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Tangsel dalam membangun gedung Innovation Center. Puspiptek, sambung Sri Setiawati, siap memberikan pelatihan-pelatihan dan tenaga ahli untuk pengembangan produk yang akan mengisi gedung tersebut.

“Puspiptek sangat mendukung project ini, kami menginginkan kerjasama yang baik dengan pihak Korea Selatan untuk bersama-sama mengembangkan potensi yang ada di Kota Tangerang Selatan berbasis teknologi inovasi,” ucapnya.

Setelah mengunjungi Balai Kota Tangsel, rombongan dari KOICA Indonesia mengunjungi lokasi gedung Innovation Center sementara, yaitu di gedung 2 Pusat Pemerintahan Kota Tangsel dan lokasi pembangunan gedung Innovation Center yaitu di dekat Lapangan Sunburst Kecamatan Serpong. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pertemuan dengan pihak Puspiptek dan Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) di Kecamatan Setu. (fid/kabar tangsel)