Nasional
Lagi, Satgas Antimafia Bola Tetapkan 5 Tersangka Baru, Ini Peran Mereka

Kabartangsel.com, JAKARTA – Polisi kembali menciduk sejumlah tersangka atas kasus pengaturan skor di Liga 3 Indonesia. Dari hasil penyidikan, Satgas Antimafia Bola menetapkan lima tersangka baru yang terbukti terlibat dalam pengaturan skor.
Ketua Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kelima tersangka itu merupakan nama-nama perangkat jalannya pertandingan antara Persibara Banjarnegara melawan PS Mojokerto.
“Dari hasil penyidikan, ada lima tersangka baru atas kasus pengaturan skor. Lima tersangka itu berperan sebagai perangkat pertandingan,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (14/1) malam.
Argo menegaskan, kelima tersangka baru itu terbukti menerima suap dari dari Mantan Komite Wasit, Priyanto (Mbah Pri) dan Anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto (Mbah Putih) untuk mengatur skor pertandingan.
Kendati demikian, Argo masih belum bisa menyampaikan kelima tersangka baru atas kasus mafia bola. Inisial kelima tersangka baru ini kasih dirahasiakan.
Kelima tersangka tersebut masih terkait dengan laporan dari mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani yang diterima Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 19 September lalu dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM.
“Penyidik sudah menetapkan tambahan lima tersangka yang nama-namanya belum bisa kami sampaikan untuk malam hari ini,” kata Argo.
Argo menegaskan, sejauh ini sudah ada 11 tersangka atas kasus pengaturan skor di Liga 3 Indonesia. Salah satunya nama Vigit Waluyo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya, pihak kepolisian sudah menyeret enam nama yang terlibat dalam pengaturan skor. Keenam nama tersebut yaitu, Anggota Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto (Mbah Putih), Anggota Exco sekaligus Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, Mantan Komite Wasit, Priyanto, berserta anaknya, Anik Yuni Artika Sari, pemilik klub PS Mojokerto Putra (PSMP), Vigit Waluyo, dan terakhir, oknum wasit Nurul Safarid.
Oknum wasit Nurul Safarid diamankan jajaran Satgas Anti Mafia Bola karena menerima uang sebesar Rp 45 juta dari Mbah Pri. Nurul Safarid menerima suap saat melangsungkan pertemuan pada pertengahan Oktober di Hotel Central Banjarnegara dengan para tersangka lain.
Para tersangka dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan, Pasal 5 juncto Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
(JPC)
Hukum2 hari agoPresiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap
Sport5 hari agoHasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman
Sport5 hari agoPersita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain
Sport5 hari agoHasil Persik Kediri vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Bantai Tuan Rumah 1-5, Pablo Ganet Hattrick
Banten6 hari agoPelatihan Hidroponik PD Wanita Islam Kota Serang, Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Kebun Produktif
Nasional5 hari agoFISIP UIN Jakarta dan LW MUI Perkuat Kolaborasi Pengembangan Wakaf Produktif
Sport4 hari agoHasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini











































