Nasional
Menkes Apresiasi APINDO Berhasil Turunkan Stunting di 3 Wilayah Percontohan

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang berhasil menurunkan stunting di Kabupaten Bogor, Kota Serang, dan Kabupaten Purbalingga. Tiga wilayah tersebut merupakan proyek percontohan atau pilot project APINDO ikut andil dalam penurunan stunting di Indonesia.
“Partisipasi dari dunia usaha sudah berhasil menurunkan angka stunting di 3 daerah. Sekarang tinggal diperluas saja sasaran daerahnya,” ujar Menkes Budi pada Diskusi Program “Gerakan Anak Sehat Kolaborasi Inklusif Pengusaha Indonesia Atasi Stunting, di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (8/5).
APINDO melalui program Gerakan Anak Sehat Kolaborasi Inklusif Pengusaha Indonesia Atasi Stunting (GAS-KIPAS STUNTING) berkontribusi dalam pencegahan stunting yang memiliki korelasi dengan pertumbuhan ekonomi.
Program GAS-KIPAS STUNTING menggunakan tiga pendekatan. Pertama, peningkatan akses pangan, dilakukan dengan mendukung program pangan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat, terutama keluarga dengan anak-anak, untuk mencegah kondisi gizi buruk dan stunting.
Kedua, investasi dalam pendidikan dan kesehatan, dilakukan dengan berpartisipasi dalam program-program pendidikan dan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang nutrisi, kesehatan ibu hamil, serta perawatan anak-anak.
Ketiga, penyuluhan dan kampanye, dilakukan mendukung upaya kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang stunting dan pentingnya pencegahan sejak dini.
Program GAS-KIPAS STUNTING APINDO akan terus dikembangkan hingga 2024 untuk menjangkau lebih dari 150.000 penerima manfaat yang tersebar di lebih dari 1.000 Posyandu di seluruh Indonesia.
Untuk tahap awal, pilot project GAS-KIPAS STUNTING APINDO dilaksanakan atas kerja sama dengan lebih dari 300 pejuang stunting, terdiri atas pakar gizi, kader, koordinator lapangan, mahasiswa pendamping lapangan. Pilot project ini menyasar 3 kota/kabupaten, yakni Kabupaten Bogor, Kota Serang, dan Kabupaten Purbalingga, dengan total 2.300 penerima manfaat.
Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) Prof. Dr. Hardinsyah, MS menjelaskan, program GAS-KIPAS STUNTING dirancang di Kabupaten Bogor, Kota Serang, dan Kabupaten Purbalingga. Ada 2.300 penerimaan manfaat selama 4 bulan yang dimulai pada Agustus 2023 setelah diluncurkan.
Pada Januari 2024, telah keluar hasil program GAS-KIPAS STUNTING yang menunjukkan penurunan kasus stunting di 3 wilayah tersebut.
“Strategi dilakukan dengan memberikan kudapan selama 5 hari, Senin sampai Jumat, dan hari Sabtu diberikan makan makanan bersama sekaligus melakukan edukasi bagaimana makanan yang baik, cara makan kepada anaknya,” katanya.
Hasil status gizi pada ibu hamil, kondisi pada Agustus akhir sampai awal September 2023 dilakukan pendataan baseline sebesar 19,6% mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Kemudian 4 bulan setelahnya atau awal Januari 2024, dilakukan pendataan dan ibu hamil yang mengalami KEK turun menjadi 9%.
Selanjutnya, KEK pada ibu dengan anak bawah dua tahun (baduta) yang kondisi awalnya 33,4% menjadi 13,49% setelah 4 bulan.
Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani mengatakan, hal yang paling penting buat APINDO adalah stunting dan mesti ditangani sendiri. Prinsipnya, APINDO tidak dapat memberikan anggaran kepada pihak lain untuk mengatasi stunting, tetapi tidak ada hasil.
“Kami sekarang berani untuk bisa scale up target penurunan stunting, bisa dibantu pemerintah. Ini akan lebih cepat. Jadi, kita ini sama-sama bisa lebih cepat dalam upaya menurunkan stunting di Indonesia,” ungkap Shinta.
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis5 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Nasional5 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional5 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional5 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional4 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek4 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall






















