Connect with us

Lifestyle

Merawat Lansia dengan Penyakit Mata Agar Nyaman Beraktivitas

Merawat lansia yang menderita penyakit mata bukanlah perkara mudah. Mereka perlu waktu untuk beradaptasi dan menerima perubahan yang terjadi. Sering kali, fungsi mata yang menurun tidak hanya berdampak pada fisik lansia, tapi juga kondisi psikologisnya. Keluarga yang merawat tentunya perlu lebih sabar dan cermat dalam mendampingi.

Tips merawat lansia dengan penyakit mata

perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Ada beragam masalah penglihatan yang kerap dialami lansia. Beberapa di antaranya cukup ringan seperti mata berair, tapi ada pula yang lebih parah seperti katarak atau kebutaan. Penyakit-penyakit ini tentunya dapat menurunkan kualitas hidup lansia.

Sebagai keluarga atau orang terdekat lansia, yang bisa Anda lakukan yakni membantu merawat agar penyakit mata tidak merenggut masa senja mereka.

Advertisement

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan.

1. Mengatur pencahayaan di rumah

Pastikan tiap sudut rumah mendapatkan pencahayaan yang baik, tapi jangan sampai membuat mata silau. Anda bisa mencoba memasang lampu atau bohlam khusus untuk menambah penerangan dan tambahkan penutup agar cahayanya tidak terlalu tajam.

Pilihlah lampu yang tepat karena setiap jenis lampu dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Lampu yang menyorot langsung cocok untuk membaca buku atau membuat kerajinan, sedangkan lampu tempel lebih cocok dipasang di area dapur.

Sebisa mungkin, usahakan agar tiap ruangan mendapatkan pencahayaan yang merata. Jangan sampai kamar tidur jauh lebih terang dibandingkan ruang tengah atau ruangan lainnya. Bila dirasa lebih nyaman, Anda juga boleh menyalakan lampu pada siang hari.

Advertisement

2. Memeriksa kondisi kacamata lansia secara rutin

merawat lansia penyakit mata

merawat lansia penyakit mata

Ini adalah salah satu hal terpenting dalam merawat lansia yang memiliki penyakit mata. Periksalah kondisi kacamata dan alat bantu penglihatan lainnya yang digunakan secara rutin. Pastikan tidak ada retak ataupun kerusakan lain yang mungkin tidak terlihat.

Lansia, terutama yang penglihatannya bermasalah, sering kali lupa di mana menyimpan kacamatanya. Mereka juga bisa menginjak atau menduduki kacamatanya tanpa sadar. Inilah yang membuat kacamata lansia jadi lebih mudah rusak.

Selain memeriksa langsung, sesekali tanyakan apakah kacamatanya masih nyaman dipakai atau justru menyebabkan pusing. Pusing saat memakai kacamata bisa jadi tanda bahwa kacamata sudah mulai rusak atau tidak lagi cocok.

3. Mengatur penempatan barang-barang di rumah

Lansia tetap rentan terjatuh walaupun sudah memakai kacamata. Oleh sebab itu, aturlah penempatan barang-barang di rumah untuk menghindari risiko ini. Bila perlu, pindahkan perabotan yang tidak perlu agar lorong-lorong di rumah menjadi lebih lega.

Advertisement

Lipatlah atau singkirkan karpet yang tidak perlu, gulung kabel-kabel yang berantakan, dan pindahkan perabot kayu yang memiliki tepian tajam. Amankan barang pecah-belah seperti mangkuk dan gelas dalam rak tertentu, tapi pastikan tetap mudah diraih.

Ketika merawat lansia dengan penyakit mata, Anda juga perlu memastikan keamanan tempat tinggalnya. Apabila lingkungan rumah aman dari risiko jatuh, lansia tentu dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih optimal.

4. Memeriksakan mata secara rutin

merawat lansia penyakit mata

merawat lansia penyakit mata

Fungsi penglihatan lansia menurun seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi masalah penglihatan yang paling ringan sekalipun serta mencegahnya bertambah parah.

Orang berusia 55-64 tahun disarankan menjalani pemeriksaan mata rutin setiap 1-3 tahun sekali. Sementara itu, lansia berusia 65 tahun ke atas perlu memeriksakan mata setiap 1-2 tahun sekali. Hal ini juga berlaku pada lansia dengan penglihatan yang baik.

Advertisement

Jika lansia menggunakan kacamata atau menderita penyakit diabetes dan rematik yang berdampak pada mata, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering lagi. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui seberapa sering Anda perlu memeriksakan mata.

5. Memberikan dukungan emosional

Ketika merawat lansia yang menderita penyakit mata, dukungan emosional juga sama pentingnya. Dukung orang yang Anda cintai untuk tetap aktif dengan teman-temannya.  Atau, ajaklah ia melakukan berbagai hobi dan kegiatan menyenangkan yang disukai.

Usahakan komunikasi selalu terbuka agar Anda bisa memahami kondisi kesehatannya. Lansia dengan gangguan penglihatan terkadang mengalami halusinasi, bingung, serta rasa takut dan stres. Yakinkan bahwa ia dapat menceritakan kondisi ini kepada Anda.

Lansia biasanya juga cemas tidak bisa hidup mandiri karena penglihatannya terganggu. Buat harinya terasa lebih mudah dengan menyimpan benda-benda di tempat yang gampang diraih. Selain itu, biarkan ia melakukan kegiatan yang mudah selama tidak berbahaya.

Advertisement

Merawat lansia dengan penyakit mata memang tak mudah, tapi Anda bisa membuatnya lebih sederhana dengan tips di atas. Kuncinya yakni selalu memantau kesehatan mata, membuat rumah terasa aman, dan memberikan dukungan emosional bagi mereka.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Populer