Connect with us

Tangerang Selatan

MUI Tangsel Gelar Halaqah Seni Budaya Islam

Published

on

MUI Tangsel Gelar Halaqah Seni Budaya Islam
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel, lewat Komisi Pengembangan Seni Budaya Islamnya menggelar kegiatan Halaqah Seni Budaya Islam, Kamis (28/10/2021) yang dilaksanakan di Saung Bakso Kemuning 57, Pamulang.
Hadir pada acara pembukaan, Wali Kota Tangsel yang diwakili oleh Kabag Kesra, Heli Slamet, Ketua MUI Tangsel yang diwakili Sekum dan Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, Ketua Lasqi Tangsel, Ratu Nuraeni, Ketua Komisi Pengembangan Seni Budaya Islam, Hariyadi Saidih, pengurus MUI Tangsel, dan peserta.
Pada kesempatan tersebut Kepala Kantor memberi apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut dalam rangka memberi wawasan dalam pengembangan Seni Budaya Islam.
“Lewat kegiatan ini diharapkan Seni Budaya bernuansa Islami dapat dikemas secara visual untuk tujuan berdakwah. Dulu dakwah dari podium ke podium, tapi sekarang melalui siber, jangkauan kemasannya sangat terbuka pada teknologi, dan terkoneksi satu dengan lain,” ujarnya.
Kepala Kantor selaku Sekum MUI Tangsel, berharap ke depan kegiatan tidak hanya melalui seminar, tapi diwujudkan dalam bentuk pentas seni seperti lomba marawis, qoshidah, Stand Up, dan lainnya.
Dalam nada yang sama, Kabag Kesra Pemkot Tangsel, Heli Slamet, dalam sambutannya mewakili Wali Kota Tangsel berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu cara mempererat hubungan silaturahmi antar warga Tangsel.
“Potensi Tangsel dalam bidang seni dan budaya sungguh luar biasa. Kami berharap lewat kegiatan seni dan budaya keakraban warga masyarakat dapat berjalan harmonis,” ujarnya.
Acara Halaqah Seni Budaya Islam ini dipandu oleh Narji, artis komedi Nasional, yang juga selaku pengurus MUI Tangsel Komisi Pengembangan Seni Budaya Islam.
Narasumber pertama, Dik Doank, di awal paparannya mengajak para peserta yang hadir untuk menata hati dengan ikhlas. Menurutnya Islam sangat mengedepankan keindahan.
“Allah itu indah, dan menyukai keindahan. Seni itu indah, tinggal bagaimana kita melakukannya sesuai dengan kerindhoannya,” ucapnya.
Dia mengatakan kesenian menjadi sangat urgen bagi kehidupan manusia dan dapat menjadi salah satu media penyampaian dakwah.
“Karena seni dan budaya bisa diterima banyak kalangan dan ruangan. Dengan harapan punya kesempatan membawa Indonesia dan Islam,” tambahnya.
Narasumber kedua, Agam Pamungkas Lubah, menjelaskan budaya dan seni dapat menjadi jembatan menyampaikan pesan dakwah secara luas. Tak hanya di bidang musik, melainkan bidang kaligrafi, teater, sastra, dan seni rupa.
“Maka perlu dihidupkan kembali seni budaya Islam yang pernah ada di nusantara tapi sekarang mulai punah. Misalnya lewat musik, mengemasnya bisa melalui media sosial sehingga musik menjadi media dakwah,” jelasnya.
Ketua Komisi Pengembangan Seni Budaya Islam, Hariyadi Saidih, menjelaskan Seni apapun itu bisa memunculkan dampak positif maupun negatif. Komisi Pengembangan Seni Budaya Islam mendapat amanah untuk menghidupkan kembali seni budaya Islam di Nusantara secara positif.
“Semua ada yang positif konstruktif ada juga yang destruktif. Yang perlu dipopulerkan kembali di masyarakat adalah seni dan budaya yang konstruktif,” tandasnya.
Kegiatan ini mengundang 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat, tapi yang hadir melebihi undangan. (afm/fid)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer