Nasional
Pengajian Al-Hidayah Gelar Doa dan Munajat untuk Korban Bencana Alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pengajian Al-Hidayah menggelar Doa dan Munajat bersama untuk mendoakan para korban bencana alam yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memohon kekuatan, ketabahan, kesehatan, serta percepatan pemulihan bagi seluruh penyintas bencana.
Doa dan munajat dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) provinsi, serta DPD kabupaten/kota Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia melalui platform Zoom. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah organisasi perempuan, di antaranya Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Himpunan Wanita Karya (HWK), Gerakan Perempuan Ormas MKGR (GP MKGR), Himpunan Wanita Satkar Ulama Indonesia (HIWASI), Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KP MDI), Wanita Swadiri, serta PPK Kosgoro 1957.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Departemen Dakwah DPP Pengajian Al-Hidayah, Siti Napsiyah Arifuzzaman. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Doa dan Munajat dapat terlaksana dengan baik.
Menurut Napsiyah, pelaksanaan Doa dan Munajat ini bertujuan menyatukan hati, memanjatkan doa, serta memberikan dukungan moril dan materil kepada para korban bencana di wilayah Sumatra. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penggalangan donasi yang hasilnya akan disalurkan kepada para penyintas bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Semoga doa yang kita panjatkan malam ini membawa keberkahan dan membantu proses pemulihan mereka,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian. Ia menegaskan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial umat dalam menghadapi musibah.
“Kita sebagai organisasi perempuan harus memiliki komitmen sosial dan kepedulian yang tinggi. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanat tanggung jawab moral dan keagamaan. Sekecil apa pun doa dan bantuan yang diberikan akan meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Hetifah. Ia berharap semangat solidaritas akan terus mengalir dan membantu percepatan pemulihan di daerah terdampak bencana.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Dewan Penasihat DPP Pengajian Al-Hidayah, Sri Suparni Bahlil. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menolong para korban bencana.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif DPP Pengajian Al-Hidayah yang bergerak cepat menggelar Doa dan Munajat ini. Semoga saudara-saudara kita di daerah terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Latief. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menekankan bahwa setiap ujian hidup merupakan bentuk kasih sayang Allah dan bahwa doa adalah kekuatan spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan serta penyembuhan. Selain itu, solidaritas umat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai musibah.
Sejak pelantikan DPP Pengajian Al-Hidayah pada 29 November 2025, organisasi ini telah melakukan penggalangan dana secara nasional yang dikoordinasikan oleh DPP bersama seluruh DPD provinsi serta kabupaten/kota. Donasi kemudian disalurkan melalui DPP Pengajian Al-Hidayah kepada wilayah terdampak bencana, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga pelaksanaan Doa dan Munajat, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp157.550.000. Bantuan tahap pertama telah disalurkan ke Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya, pada 17 Desember 2025, DPP Pengajian Al-Hidayah dijadwalkan menyalurkan bantuan ke Provinsi Aceh, dan tahap berikutnya akan disalurkan ke Provinsi Sumatera Barat bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.
Pengajian Al-Hidayah menyatakan dukungannya terhadap seluruh upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Diharapkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat segera bangkit dan pulih kembali.
Bisnis4 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan5 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta5 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport5 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Banten6 hari agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi
Banten6 hari agoBank Banten Kembali Dipercaya sebagai Penyalur Bansos




















