Lifestyle
Prosedur, Efek Samping, dan Tips Pemulihannya

Saat kepala atau perut Anda sakit, obat-obatan mungkin bisa membantu Anda cepat sembuh. Namun, bagaimana kalau pita suara yang sakit? Dalam beberapa kasus yang parah, masalah ini hanya bisa diatasi dengan melakukan operasi pita suara. Lantas, apa saja operasi yang dimaksud dan adakah risiko yang mungkin terjadi?
Apa itu operasi pita suara?
Pita suara adalah dua lipatan otot yang berada pada laring, dengan tugas untuk memproduksi suara ketika ada aliran udara yang keluar dari paru-paru. Lipatan otot tersebut kemudian akan bergetar dan menghasilkan suara khas seseorang.
Sayangnya, pita suara tidak selalu dalam keadaan baik. Alat penghasil suara manusia ini bisa saja mengalami gangguan seperti anggota tubuh lainnya. Jika sudah semakin parah, prosedur operasi pita suara sering kali dipilih sebagai jalan pintas untuk memulihkan gangguan pada pita suara.
Operasi pita suara adalah prosedur pembedahan yang dilakukan ketika pita suara ditumbuhi jaringan lain yang bisa mengganggu produksi suara. Prosedur operasi ini biasanya dilakukan oleh penderita tumor, polip, dan nodul pita suara guna memperbaiki kembali fungsi utamanya.
Bagaimana prosedur pembedahan pita suara?
Ada dua prosedur umum yang dipakai untuk membedah pita suara. Pertama, secara langsung dengan bedah terbuka atau membuat sayatan pada leher, dan yang kedua secara tidak langsung dengan endoskopi, yakni melalui tabung yang dimasukkan ke dalam mulut dan tenggorokan.
Secara khusus, beda kedua prosedur operasi ini terletak pada proses operasi. Operasi pita suara dengan bedah terbuka memungkinkan kontrol yang lebih mudah pada pita suara, karena bisa langsung berhadapan dengan pita suara.
Sementara prosedur endoskopi memungkinkan pengamatan yang lebih dekat dengan pita suara, sehingga pengangkatan jaringan abnormal pun jadi lebih akurat. Kedua prosedur ini dilakukan dengan bius total, sehingga Anda tidak akan sadar selama proses operasi berjalan.
Apa saja jenis pembedahannya?
Beberapa jenis operasi yang biasanya dilakukan untuk mengobati gangguan pada pita suara, seperti:
1. Mikrolaringoskopi
Mikrolaringoskopi bisa digunakan untuk mendiagnosis kerusakan ataupun untuk pembedahan. Jenis operasi ini dilakukan dengan menggunakan mikroskop, endoskopi, atau kamera video, guna mendapatkan pengamatan yang lebih dekat saat proses pengamatan dan pengambilan jaringan di pita suara.
2. Laringoplasti medialisasi
Laringoplasti medialisasi adalah prosedur pembedahan pita suara yang bertujuan untuk memperbesar lipatan pita suara. Operasi ini lebih sering dilakukan untuk mengobati masalah neurologis, seperti kelumpuhan pada saraf laring yang mengganggu fungsi satu atau kedua lipatan pita suara.
3. Reposisi pita suara
Reposisi pita suara bertujuan untuk memperbaiki atau membentuk ulang posisi lipatan pita suara demi memperbaiki fungsi produksi suara.
4. Bulk injection
Prosedur ini mengharuskan dokter untuk menyuntikkan cairan yang terdiri dari lemak, kolagen, atau zat khusus lainnya ke bagian pita suara untuk mengembalikan fungsi utamanya.

Apa saja risiko atau efek samping dari operasi pita suara?
Tidak jauh berbeda dengan operasi lainnya, pembedahan pada pita suara juga dapat memiliki risiko sendiri, misalnya:
- Cedera pada pita suara
- Perubahan permanen pada suara
- Lidah mati rasa akibat adanya tekanan dari laring (biasanya akan kembali dalam beberapa minggu usai operasi)
- Infeksi (jarang terjadi bila operasi dilakukan dengan steril)
- Risiko dari obat bius seperti henti jantung dan reaksi obat (sangat jarang terjadi)
Kuncinya, segera konsultasikan pada dokter yang menangangi Anda jika terjadi perubahan yang tidak biasa dalam hitungan hari atau minggu setelah pembedahan pita suara.
Proses pemulihan setelah pita suara dioperasi
Demi mempercepat proses penyembuhan sekaligus mengoptimalkan kembali fungsi pita suara, dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa langkah penting yang harus Anda lakukan setelah operasi.
Mulai dari istirahat total selama kurang lebih tiga hari pertama usai operasi. Bukan hanya sekedar tidur dan berbaring seharian, Anda juga tidak dianjurkan untuk bicara, bernyanyi, ataupun melakukan kegiatan lain yang melibatkan kerja pita suara.
Anda boleh makan dan minum seperti biasa, akan lebih baik lagi bila memperbanyak asupan cairan untuk tubuh. Tujuannya untuk mencegah agar tenggorokan dan laring tidak kekeringan pasca operasi. Selain itu, Anda harus menghindari rokok dan alkohol, bahkan jauhkan diri Anda dari asap rokok orang-orang di sekitar Anda.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
























