Bagi orang tua/ keluarga yang anaknya diimunisasi di 14 Rumah Sakit dan 8 Klinik/bidan yang telah diumumkan pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI) mengimbau agar orang tua dapat mendatangi posko pengaduan yang telah disediakan pemerintah.
“Di DKI Jakarta posko pengaduan ada di setiap Puskesmas, di Bekasi posko pengaduan vaksin palsu ada di 44 Puskesmas, dan di Tangerang posko pengaduan dibuka di Puskesmas Ciledug. Bisa juga menelpon call centre Halo Kemenkes di 1500567,” kata Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo RI Aisyah Novanarima dalam keterangannya kepada kabartangsel.com , Senin, (25/7/2016).
Nantinya, petugas Posko akan mendata anak yang dilaporkan. Secara bersamaan, kecamatan juga akan mengirimkan data anak ke Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu melalui Subdin/Dinas Kesehatan setempat. Satgas selanjutnya memverifikasi nama, usia, alamat, riwayat imunisasi, nama orangtua, dan nomor kontak. Sesudah verifikasi, Satgas akan hubungi orangtua/keluarga anak untuk menginformasikan tempat dan waktu anak akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan imunisasi wajib yang harus diulang.
Terkait pemberian imunisasi ulang, orang tua/keluarga lalu membawa anak yang akan mendapatkan imunisasi ulang ke Puskesmas atau Rumah Sakit pada waktu yang telah ditetapkan dengan membawa KIA/buku catatan imunisasi anak dan anak yang diimunisasi ulang harus dalam keadaan sehat (tidak demam).
“Apabila gejala penyakit/ reaksi yang tidak diinginkan pada muncul dalam 30 hari setelah imunisasi, mohon segera kembali ke tempat dilakukan imunisasi, agar kondisi anak dapat dipantau dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Kejadian akan dianalisis apakah ada hubungan dengan vaksin atau tidak,” paparnya.
Langkah selanjutnya, sambung Aisyah Novanarima, setelah Dinas Kesehatan mencatat penyakit/ reaksi yang tidak diinginkan dalam 30 hari setelah anak diimunisasi, petugas Puskesmas/Rumah Sakit mencatat jenis imunisasi yang diberikan dan logistik vaksin yang dipakai. Laporan hasil pelaksanaan imunisasi ulang dilaporkan secara berjenjang dari Puskemas/RS → Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab/Kota → Dinkes Prov dan Kemenkes setiap hari. Imunisasi ulang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah (Kemenkes dan Dinkes setempat). Selain itu, vaksin untuk imunisasi wajib yang diulang disediakan Pemerintah. (fid)
Jabodetabek5 hari agoWakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Sport2 hari agoHasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku
Banten7 hari ago80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten
Pemerintahan6 hari agoCegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat
Pemerintahan7 hari agoPascaledakan Ruko Pasar Cimanggis, PIlar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pedagang
Sport2 hari agoPrediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan
Sport3 hari agoArema FC Hajar Dewa United 4-0, Kekalahan Perdana Banten Warriors di BRI Super League 2026/27













