Connect with us

Lifestyle

Pseudoseizure, Ketika Kejang Akibat Gangguan Mental Disangka Epilepsi

Kejang biasanya erat dikaitkan dengan epilepsi atau ayan. Namun, ada satu jenis kejang yang tergolong non-epiletik (tidak berkaitan dengan epilepsi) yang dikenal dengan nama pseudoseizure. Gejala kejang pseudoseizure dapat disebabkan oleh gangguan jiwa.

Apa itu pseudoseizure?

Kejang pada umumnya disebabkan oleh kelainan fungsi listrik otak. Gangguan aktivitas listrik dalam otak itu akan menyebabkan otot-otot tubuh jadi kehilangan kendali atas pergerakannya. Otot-otot tubuh akan melakukan gerakan berulang tanpa sadar dan tidak terkontrol. Kejang epilepsi bahkan bisa membuat seseorang sampai kehilangan kesadaran.

Berbeda dengan kejang-kejang yang terkait penyakit epilepsi, penyebab kejang pseudoseizure sama sekali tidak berhubungan dengan gangguan aktivitas listrik dalam otak. Pseudoseizure adalah gejala kejang yang disebabkan oleh kondisi psikologis berat.

Advertisement

Kejang pseudoseizure lebih banyak dialami oleh wanita yang memiliki gangguan jiwa daripada laki-laki.

Apa gejala kejang pseudoseizure?

Gejala kejang yang mungkin muncul pada pengidap gangguan jiwa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pada pengidap epilepsi. Gejala kejang pseudoseizure di antaranya:

  • Gerakan otot berulang yang tidak terkendali.
  • Kehilangan fokus.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Merasa pusing.
  • Terjatuh tiba-tiba.
  • Badan terasa kaku dan otot tegang karena berkontraksi.
  • Pandangan kosong.
  • Tidak menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya.

Oleh karena itu mendapatkan diagnosis yang tepat dan lengkap dari kondisi kesehatan mental adalah hal yang penting untuk menanganani gejala pseudoseizure.

Pemicu pseudoseizure

Pseudoseizure dapat terjadi bersamaan dengan gejala gangguan mental yang menyebabkannya. Jika seseorang tiba-tiba mengalami kejang tapi tidak merespon obat epilepsi, kemungkinan ia juga mengalami gangguan kesehatan mental tertentu yang dapat memicu pseudoseizure.

Berbagai masalah kesehatan mental dengan intensitas berat dapat menjadi pemicu dari gangguan ini. Pseudoseizure lebih umum ditemukan pada individu yang mengalami:

Advertisement
  • Gangguan kepribadian.
  • Trauma kekerasan fisik dan seksual.
  • Stres akibat konflik dalam keluarga.
  • Gangguan pengendalian marah.
  • Gangguan afektif.
  • Memiliki riwayat serangan panik.
  • Gangguan kecemasan.
  • Obsessive compulsive disorder (OCD)
  • Gangguan disosiatif.
  • Post-traumatic stress disorder (PTSD)
  • Gangguan psikosis, seperti skizofrenia
  • Riwayat penyalahgunaan obat
  • Riwayat trauma kepala
  • Riwayat attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)

Pseudoseizure umumnya merupakan kondisi sekunder yang muncul akibat adanya gangguan kesehatan mental tertentu. Maka, mengidentifikasi kondisi pemicu merupakan langkah paling penting untuk merencanakan pengobatan dan pengendalian kekambuhan gejalanya.

Diagnosis pseudoseizure

Tanpa melihat secara langsung karakteristik terjadinya kejang, dokter akan kesulitan untuk membedakan kejang non-epileptik dan epileptik. Berbagai gejala kejang pseudoseizure yang dilaporkan seseorang akan sangat sama persis dengan kejang akibat epilepsi.

Dalam banyak kasus, dokter akan menyadari bahwa individu yang mengalami kejang bukan disebabkan karena epilepsi karena obat epilepsi yang diberikan tidak memberikan efek sama seperti pada penderita epilepsi.

Pemeriksaan aktivitas otak juga dapat menjadi penegak diagnosis pseudoseizure dengan memperhatiakn keabnormalan aktivitas sel saraf otak dan membedakannya dengan aktivitas otak pengidap epilepsi saat kejang.

Riwayat kesehatan dan paparan tekanan mental serta pendapat dari beberapa ahli psikologis, psikiatri dan neurologis juga diperlukan untuk mengenali pseudoseizure beserta kondisi yang menyebabkannya.

Advertisement

Penanganan pseudoseizure

Pseudoseizure ditangani dengan metode yang berbeda-beda, bergantung dengan kondisi yang menyebabkannya. Namun pada umumnya dilakukan metode yang berfokus pada gejala dan manajemen paparan dari sumber stres. Beberapa penanganan yang efektif untuk mengatasi pseudoseizure diantaranya:

  • Konseling pribadi dan keluarga
  • Terapi perilaku kognitif
  • Mengajarkan teknik relaksasi
  • Terapi perilaku
  • Terapi terhadap ingatan traumatis
  • Konsumsi antidepresan
  • Pengobatan sesuai dengan gangguan kesehatan mental

Tidak ada satu jenis terapi untuk mengatasi pseudoseizure yang pasti bakal cocok untuk orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan mental yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tenaga psikiatri juga memerlukan penilaian secara formal dari pemicu stres dari masing-masing gangguan kesehatan mental sebelum menyarankan metode pengobatan yang sesuai.

Misalnya jika stres dan pemicu kejang yang dialami berasal dari trauma, maka metode pengendalian yang dianjurkan adalah metode konseling atau teknik relaksasi seperti meditasi atau menyibukkan diri dengan berolahraga.

Munculnya kejang pseudoseizure tidak dapat dihilangkan atau dicegah begitu saja. Meski demikian, mengendalikan kambuhnya gangguan mental dapat meminimalisisir munculnya gejala kejang pasien.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Pemerintahan1 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport2 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan3 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi3 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport3 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport3 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten4 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport4 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten4 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum4 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis4 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan5 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten5 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum5 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum5 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum5 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport6 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis3 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis3 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer