Lifestyle
Retrognathia, Salah Satu Penyebab Rahang Anda Terasa Sangat Nyeri

Jika Anda selama ini sering mengeluhkan sakit rahang ketika mengunyah makanan atau sekadar membuka mulut, mungkin Anda memiliki retrognathia. Meski tak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan jika dibiarkan tanpa diobati. Apa itu retrognathia?
Retrognathia adalah kelainan struktur rahang
Retrognathia adalah kondisi struktur penyusun tulang rahang bagian bawah terlalu mundur ke belakang dibanding rahang atas. Akibatnya, orang dengan kondisi ini lebih mungkin untuk mengalami ‘overbite’, kondisi ketika barisan gigi depan atas lebih maju dibanding dengan gigi depan bawah.
Struktur tulang rahang yang tidak proposional ini juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur, nyeri rahang yang intens, serta kesulitan menggigit dan mengunyah makanan.
Seseorang dengan kondisi ini juga lebih rentan untuk mengalami nyeri rahang TMJ yang juga dapat menyebabkan kejang otot di sekitar persendian rahang. Kondisi ini juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan, terutama saat tidur atau ketika berbaring telentang. Orang dengan kondisi ini juga lebih mungkin untuk mengalami sleep apnea.
Posisi rahang yang tidak presisi membuat lidah menutupi jalan napas, sehingga dapat menyebabkan henti napas yang tidak normal, tersedak, mendengkur, atau napas yang terengah-engah.
Dalam kasus tertentu, kondisi ini juga dapat menurunkan rasa percaya diri karena menyebabkan tampilan wajah jadi tidak simetris.
Berbagai hal yang bisa menyebabkan retrognathia
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini. Salah satunya riwayat keluarga. Ya, jika ada anggota keluarga yang mengalami kelainan struktur tulang rahang, Anda akan lebih mungkin untuk mengalaminya juga.
Retrognathia juga dapat terjadi apabila Anda pernah mengalami cedera di wajah hingga menyebabkan patah tulang rahang atau rahang geser.
Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena berbagai kondisi yang berkaitan dengan kelainan genetik langka, seperti:
- Syndrome Pierre-Robin. Sindrom ini ditandai dengan ukuran rahang bawah yang lebih kecil dari ukuran normal serta kelainan posisi lidah yang menutup jalan napas.
- Makrosomia hemifacial. Kondisi salah satu sisi wajah tidak tumbuh sepenuhnya dan tidak berkembang dengan baik.
- Nager syndrome. Kondisi langka ini memengaruhi bentuk rahang dan pipi serta pertumbuhan tangan dan lengan penderitanya.
- Treacher Collins syndrome. Kondisi ini memengaruhi berbagai tulang di wajah, termasuk rahang.
Pilihan pengobatan untuk retrognathia
Pilihan pengobatan kondisi ini tergantung pada tingkat keperahannya. Pada anak, perawatan ortodontik mungkin efektif untuk memperbaiki tampilan rahang yang tidak persisi. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menggunapak penutup kepala khusus yang dibuat untuk memperlambat pertumbuhan rahang, sehingga rahang atas dan bawah dapat menjadi lebih baik.
Retrognathia tahap ringan pada remaja dan orang dewasa, obat pereda nyeri, kompres es, dan pijat, mungkin bisa mengurangi gejala yang ada. Sementara untuk kasus yang parah, operasi perbaikan struktur tulang rahang mungkin diperlukan.
Pemasangan splint gigi atau bite plates juga bisa dilakukan untuk mengobati kasus retrognathia yang parah.
Kabartangsel.com
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Bisnis4 minggu agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Sport4 minggu agoPersita Tangerang Evaluasi Total Usai Musim Kompetisi 2025/26, Ahmed Zaki Iskandar Siapkan Pembenahan Besar
Banten3 minggu agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi
Cek Fakta3 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD






























